• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Indahnya Berbagi bersama Komunitas di ABFI 2013

ABFI pada sesi Seminar / @hack87

ABFI di hari pertama sesi seminar / @hack87

Oleh Aulia Fitri

Beberapa waktu lalu ASEAN Blogger Festival Indonesia (ABFI) 2013 baru saja berlalu, tepatnya 10-12 Mei di kota Solo, Surakarta, Jawa Tengah. Lebih dari 250 blogger di Indonesia berkumpul disana dan juga perwakilan dari negera-negara ASEAN. Ramai, seru, dan tentunya ada banyak cerita menarik selama 3 hari di kota yang punya tagline “The spirit of Java” ini.

Dibalik itu semua, ada satu hal yang ingin saya bagi dan ceritakan. Walaupun acara ABFI yang mengangkat tema “Reinventing the Spirit of Cultural Heritage in Southeast Asia” dan mengundang komunitas blogger, pastinya kisah pengalaman teman-teman blogger di komunitas itu menjadi pelajaran penting untuk diambil hikmah dan ide kreatif lainnya.

Disela-sela berlangsungnya ABFI baik dari pagi hingga sore hari, terlebih pada hari kedua berbagai pandangan blogger bisa kita jumpai. Mulai dari personal blogger sampai dengan komunitas, tidak muluk-muluk memang. Apa yang mereka bagikan itu tetap berhubungan satu sama lain, seperti aksi sosial, wisata, kuliner, bahkan sampai dengan kisah-kisah heroik yang jarang di endus media. Semua bergerak dari ketulusan hati untuk membuat yang terbaik bagi orang-orang sekitar dan masyarakat.

Semisalnya ada salah satu kisah teman blogger Maluku, orang yang selama ini saya kenal di jejaring sosial dan akhirnya bertemu dan bertatap muka disana. “Hal yang paling susah itu menyatukan komunitas, tapi pelan-pelan dengan semangat dan perbedaan yang ada kita bisa membuat lebih berwarna untuk terjun ke masyarakat,” sebut Almas yang dulu juga ikut ASEAN Blogger di Bali.

Bagaimana membuat tempat ibadah seperti masjid itu lebih aktif, bukan saja kegiatan yang bersifat religius seperti pengajian tapi juga tempat berkumpul anak-anak muda –di area masjid– untuk berekspresi dengan menulis hal-hal yang berguna dan berdiskusi dalam sebuah mimbar bebas dan dipandu oleh lintas komunias. Hal ini yang disampaikan Almas, menurut saya cukup menarik dengan keadaan di Aceh. Apalagi jika masjid punya fasilitas jaringan dan akses internet yang memadai.

Lain lagi dengan cerita Akbar, bersama komunitasnya mampu membuat gebrakan sosial untuk membantu orang-orang lain dengan membuat bank sampah yang bisa dijual. “Sampah-sampah yang kita kumpulkan dari masyarakat, kita jual dan dari uang itu kita beli Al-Qur’an untuk disumbangkan pada tempat-tempat ibadah,” sebut blogger asal Jember ini.

Selain itu dari tuan rumah blogger Solo atau yang dikenal dengan komunitas Begawan juga terus mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan wilayah bantaran sungai bengawan yang begitu terkenal sehingga diabadikan dalam sebuah judul lagu yang diciptakan oleh (Alm) Gesang. Urban Forest begitulah istilah yang diperkenalkan, program ini untuk menyadarkan masyarakat ikut serta melestarikan bantaran sungai dengan menanam pohon sehingga kelak menjadi sebuah hutan kota dan tempat bermain masyarakat sekitar.

ABFI sharing night sesion / @hack87

Dan masih banyak kisah-kisah menarik lainnya, poin penting disini adalah kekuatan komunitas dalam menggerakan aksi. Tidak saja komunitas blogger, tapi juga komunitas lain baik yang online atau offline yang ada saat ini di Aceh. Jika suatu hari nanti bisa duduk bersama sambil kopdar (ngopi darat) juga akan begitu banyak ide-ide membangun yang bisa digerakkan bersama. Tidak saja sebatas aksi di jejaring sosial, melainkan juga gerakan nyata yang bisa langsung menyentuh masyarakat sekitar.

Kini, hanya butuh semangat dan kesempatan saja. Bukan karena tidak sama warna dan identitas lalu berjalan sendiri-sendiri, tapi karena perbedaan inilah, menurut saya komunitas di Aceh tentu akan bisa banyak berbuat ke arah yang lebih baik dan kreatif. serta bisa #positifkanAceh. Warung kopi dengan sejuta kisah dan informasi, jaringan wi-fi yang tersebar dimana-mana, menjadi salah dua potensi yang begitu besar untuk dimanfaatkan. Jika bukan kita siapa lagi tentunya.***

*Co-Founder Komunitas Blogger Aceh

Jalan-jalan malam di Solo, ketemu sama penampilan kesenian Aceh di pusat jajanan Golabo / @hack87

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

  • Semoga asean blogger bisa menyambangi Aceh ya 🙂

    • Amin, pastinya tuan rumah akan leluasa untuk siap berikan yang terbaik 🙂

  • Ahmad Fendi

    Nice Blog, i like it
    please visit my blog if you have spare time

    Salam
    Ahmad Fendi, Plat-M, Madura

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie