• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Tradisi Kopi dan Konservasi

970051_375960225857538_1662989282_nTradisi minum kopi memang sudah mengakar di sebagian warga Indonesia, tak terkecuali di daerah Aceh yang terkenal dengan kopinya. Kopi Aceh adalah salah satu kopi paling populer di negeri kita Indonesia dan Dunia, untuk itu sudah menjadi hal lumrah kalau kopi dijadikan minuman khas di Aceh.

Kopi Arabika adalah salah satu kopi yang dikenal berasal dari Aceh, kopi ini merupakan jenis Arabika kopi terbanyak yang dikembangkan oleh para petani kopi di dataran tinggi Gayo – Aceh, dan hasil produksinya adalah yang terbesar di Asia untuk jenis arabika. Kopi Gayo Aceh juga memiliki citarasa yang khas dan sudah diakui oleh pakar uji citarasa (cupper) kopi dunia.

Salah satu jenis Kopi Arabika Gayo yang sudah dikenal oleh masyarakat luas adalah Leuser Coffee yang merupakan sebuah hadiah untuk setiap penikmat kopi arabika Gayo (Aceh).

Sejarah perkembangan

“Leuser Coffee terbentuk atas inisiatif isu lingkungan dengan melihat kondisi perambahan hutan yang terjadi di Aceh. Ini dikarenakan hasil hutan bukanlah hanya kayu semata namun  juga dapat dimanfaatkan untuk hasil sumber daya alam lainnnya. Salah satunya dengan memfokuskan masyarakat pinggiran hutan untuk berkomitmen agar tetap menjaga kelestarian alam dengan bertani kopi. Nama Leuser sendiri diangkat dari sebuah nama Taman Nasional Gunung Leuser yang berada di propinsi Aceh” Ujar Gem pemilik Leuser Coffee.

Proses Pengolahan Kopi

Proses pengolahan Leuser Coffee ini dimulai dengan memilih biji merah,  kemudian dilakukan penyortiran cherry dan di permentasi selama 12 jam dalam bentuk gabah. Setelah itu, biji kopi ini dijemur pada para-para (Jaring) sehingga kualitas kopi tidak terkontaminasi dengan benda disekitarnya. Untuk mendapat hasil kopi yang berkualitas, Gem harus sangat teliti untuk menjaga kadar air hingga 14%.

Selanjutnya, Leuser Coffee ini di roasting pada level medium dan disesuaikan dengan selera permintaan para pemesan seperti medium to dark yang biasanya di olah untuk menu espresso di cafe cafe, serta tersedia dalam pilihan green bean premium jika buyer (pembeli) yang menginginkan green bean (biji hijau) nya saja.

Positifnya, selain ikut memberikan premium fee kepada petani kopi, Leuser Coffee juga turut membantu kelestarian hutan-lingkungan Aceh melalui penanaman pohon dan kampanye sadar lingkungan. Untuk setiap pembelian 1 Pack Leuser Coffee, anda sudah berkontribusi sebesar Rp.1000,- untuk pelestarian hutan-lingkungan Aceh dan Rp.1000,- untuk petani kopi sebagai premium fee.

Track Record

Tidak hanya berkembang di Aceh, perkembangan Leuser Coffee juga sudah menjangkau beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Bogor, Jogja, Bali dan beberapa kawasan sekitarnya. Selain itu, Leuser Coffee juga sudah pernah di order oleh pembeli yang berasal dari Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, dan Amerika. Selanjutnya menurut gem, awal bulan depan (Juni) akan ada buyer yang berasal dari Turki yang ingin membawa Leuser Coffee untuk tester. Dalam tahun ini, Leuser Coffee juga akan diikutsertakan dalam Festival Food and Coffee 2013 yang akan diadakan di Banda Aceh.

Untuk  mendapatkannya, pembeli cukup merogoh kocek Rp.30.000 per 100 gramnya. Leuser Coffee bisa didapatkan secara langsung dengan menghubungi lewat nomor 085277747888 Danurfan (Gem). (zdayat)

944102_375962212524006_1580035005_n

Petani Kopi di daerah dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.

945381_375961689190725_999461658_n

Biji kopi yang telah melewati proses roasting level medium.

376933_375954902524737_670435503_n

Leuser Coffee dalam kemasan 100 gram.

Penanaman pohon di sekolah pada hari bumi 22 april 2013, hasil dari kontribusi 1000 Rupiah dan dana hibah lingkungan lainnya bersama @tropicalsociety.

Penanaman pohon di sekolah pada hari bumi 22 april 2013, hasil dari kontribusi 1000 Rupiah dan dana hibah lingkungan lainnya bersama @tropicalsociety.

  • Share on Tumblr

Share This Post

Recent Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie