• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Festival Rapa’i Tunang Akan Digelar di Banda Aceh

Imam-Saleuem-GroupSalah satu perhelatan seni terbesar di Kota Banda Aceh akan segera dimulai. Acara yang bertajuk Piasan Seni Banda Aceh 2013 ini akan kembali memeriahkan kota wisata dan budaya pada tanggal 21-24 Agustus mendatang.

Dalam acara ini nantinya akan ditampilkan berbagai kesenian Aceh yang akan dilakoni oleh para pelaku seni dan seniman yang ada di Banda Aceh. Dari beberapa talent yang akan memeriahkan acara ini adalah Komunitas Saleuem Group yang akan menggelar Festival Rapa’i Tunang.

Festival yang akan berlangsung sejak 20-21 Agustus mendatang ini nantinya akan menjadi titik balik kemajuan rapa’i di Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Imam Juaini selaku¬†koordinator acara.

“Festival rapai’i ini digelar sebagai bentuk penghargaan terhadap nila-nilai seni lokal yang telah ditinggalkan oleh indatu untuk terus menjadi ikon Aceh dimata dunia,” ujar Imam kepada @iloveaceh, Senin (29/7/2013).

Festival ini nantinya juga akan menjadi salah satu bentuk ikon pada perhelatan Piasan Seni mendatang. “Kesenian rapa’i yang sempat tergerus oleh musik-musik modern ini diharapkan bisa kembali menjadi suatu ikon budaya khas Aceh yang terus dikembangkan,” tambah Imam yang juga Ketua Komunitas Saleuem Group.

Sementara itu, sampai saat ini sudah ada beberapa komunitas yang berkembang dibagian rapa’i dan mulai digalakkannya kembali. Namun sayangnya saat ini masih sangat minim panggung apresiasi untuk masyarakat/komunitas untuk perform.

“Jika dilihat dari perkembangannya selama ini, rapa’i masih perlu pendalaman dan perkembangan lagi, karena dalam konteks Aceh rapa’i memiliki power yang cukup besar. Rapa’i merupakan ciri khas Aceh yang tidak kita temui di daerah lain, walaupun ada persamaan dengan timur tengah namun rapa’i memiliki nilai dan ciri khas sendiri, oleh karenanya rapa’i perlu diangkat sebagai sebuah menjadi ciri khas ke-Acehan”, tambahnya.

Imam juga menambahkan, kedepan acara rapa’i yang akan digelar ini tidak hanya menjadi agenda musimam atau event tahunan. “Semoga acara ini bukan hanya event yang musiman, namun ada tindak lanjutan kedepannya. Kita harap agar seni rapai’i ini dijaga dan diwarisi untuk generasi kedepan, karena jika tidak maka musik etnik ini akan terus tergerus oleh musik-musik modern”, tutup Imam. (pry)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie