• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Foskadja Gelar Ramadhan Menulis di Jeumala Amal Meureudu

Liza Fathiariani sedang memberikan penjelasan tentang menulis di blog / Dok. PanitiaForum Silaturrahmi dan Komunikasi Alumni Dayah Jeumala Amal (Foskadja) menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Menulis bagi murid Dayah Jeumala Amal di Lueng Putu, Pidie Jaya. Pelatihan menulis bertema “Melalui Tinta Kita Bicara” tersebut berlangsung selama dua hari Sabtu dan Minggu 27-28 Juli 2013.

Ketua Panitia Ramadhan Menulis, Khalid Dahlan, menyebutkan pelatihan menulis diikuti oleh 80 murid Dayah Jeumala Amal. “Untuk materinya kami menghadirkan tiga pemateri yang ahli di bidangnya,” ujarnya, Minggu (28/7/2013) lalu.

Dalam siaran pers disebutkan ketiga pemateri yang dihadirkan oleh panitia yakni Fakhrurradzie Gade jurnalis dari acehkita.com untuk materi Jurnalistik, Husaini Nurdin penulis lepas menyampaikan materi Menulis Fiksi dan blogger Aceh Liza Fathiariani yang memberikan materi tentang Menulis di Blog.

Khalid menyebutkan, kegiatan Ramadhan Menulis digelar untuk menggali potensi menulis di tengah-tengah murid Dayah Jeumala Amal.

“Lewat pelatihan ini kami sebagai alumni ingin memberikan wawasan yang luas tentang dunia tulis-menulis bagi murid Jeumala Amal untuk mengembangkan bakat-bakat menulis yang dimiliki setiap murid,” jelasnya.

Direktur Dayah Jeumala Amal, Tgk M Daud Hasbi saat membuka pelatihan pada Sabtu (27/7/2013) menyebutkan pelatihan menulis yang digelar oleh Foskadja mesti dimanfaatkan secara maksimal oleh murid Dayah Jeumala Amal sebagai pesertanya.

“Dengan menulis akan terus hidup dan tidak akan tenggelam ditelan zaman. Lihat bagaimana tokoh Aceh dulu Ali Hasymy, beliau begitu dikenang sampai sekarang meski sudah tiada. Itu semua berkat dia tekun menulis semasa hidupnya sehingga sampai sekarang pemikiran-pemikiran dan karya-karya beliau masih bisa dibaca oleh siapa pun,” pungkas Daud Hasbi. (rilis)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie