• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Yuk Vote! 3 Dara Aceh Ini di World Muslimah 2013

Ajang penghargaan bagi muslimah berprestasi yang digelar oleh World Muslimah Foundation yang bertajuk “World Muslimah (WM) 2013” akhirnya memasuki babak semifinal dengan terpilih 100 muslimah dari 8 negara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Afganistan, Bangladesh, Iran, Nigeria dan Amerika Serikat.

Tahun ini, perwakilan dari Aceh sendiri juga ikut ambil bagian dalam ajang tersebut yang saat ini para peserta semifinalis dalam tahap selanjutnya, yakni pengiriman video dokumenter berdurasi maksimal 3 menit tentang diri dan keluarganya, serta kegiatan sehari-hari serta contoh kemampuannya membaca ayat suci Al Qur’an.

Sebagai bentuk apresiasi untuk #positifkanAceh dikancah nasional serta internasional, kami pun menurunkan 3 profil Inong Aceh yang ikut serta dalam ajang ketiga tahun ini yang nantinya berpeluang menjadi finalis dan pemegang mahkota “Crown of Modesty” dari World Muslimah 2013.

Evawani WM2013Evawani Efliza. Mahasiswi yang menekuni jurusan Psikologi ini tertarik menjadi menjadi seorang duta muslimah bukan tanpa alasan. Menurut inong Aceh yang masih berumur 23 tahun ini menjadi muslimah akan mengemban amanah 3S (shaleha, smart and stylish). “Menurut saya, ajang miss world muslimah berbeda dengan beauty pageant lain karena di ajang ini lebih mengedepankan inner beauty. Walau tidak di pungkiri, outer beauty juga menjadi penilaian penting dalam kontes ini. Hanya saja, hal itu tidak menjadi patokan utama dalam penjurian,” sebutnya kepada @iloveaceh.

Eva sapaan akrab mahasiswi yang menuntut ilmu di Mount Royal University Kanada tersebut juga tetap optimis di WM untuk bisa membawa nama Aceh karena dewan juri pun tidak saja akan menilai prestasi-prestasi yang diraih kontestan, apalagi pada tahun ini kata beauty telah di cabut karena dinilai ajang ini bukan sebagai ajang utk mencari seorang model catwalk, melainkan mereka mencari seorang role-model.

“Satu hal yang saya sukai dari kegiatan ini, yaitu salah satu persyaratan utamanya adalah bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Jadi setiap kontestan atau peserta yang ingin bergabung mau tidak mau harus mengupayakan untuk belajar Al Qur’an terlebih dahulu,” tambah pemilik akun @eflizae.

Tidak hanya itu, Eva juga juga punya harapan besar dengan mewakili Aceh di WB bisa juga turut memotivasi remaja-remaja muslimah untuk lebih dekat dengan Al Qur’an. “Saya ingin menanamkan kesadaran terhadap muslimah-muslimah lainnya agar memakai hijab, karena mengikuti perintah Allah semata. Dan terakhir saya juga berharap bisa mewakili dan mengharumkan Aceh yang juga telah di kenal dengan sebutan nanggroe Seramoe Mekkah,” tutupnya. Vote Evawani Efliza

Desmawati WM2013Desmawati. Alumni Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unsyiah ini salah satu dari lulusan pertama yang berhasil lulus dengan meraih predikat cumlaude. Walaupun keseharian aktif di organisasi Serikat Pekerja Pariwisata Aceh tidak melunturkan semangatnya untuk ambil bagian di WM 2013.

“Acara world muslimah ini tidak hanya ajang untuk melihat hijab seorang wanita muslim, tapi juga lebih kepada bagaimana menjadi seorang wanita muslimah yang memiliki hati yang baik sebagai perempuan Islami yang berlandasan pada Al Qur’an dan Hadist,” sebut Desma yang akrab disapa di akun @DGulajawa ini.

Desma yang kini juga terdaftar sebagai calon anggota legislatif untuk tahun 2014, berharap apa yang diikuti di WM 2013 tidak seperti ajang miss kecantikan lainnya, tapi lebih melihat kepada hati seorang.

“Wanita itu semuanya cantik, namun wanita yang benar-benar cantik itu adalah wanita yang memiliki hati yang bersinar-sinar. Arinya selain cantik hati, kita juga harus menjadi manfaat yang baik untuk orang lain,” pungkasnya. Vote Desmawati!

Myra Mentari Abubakar WM2013Myra Mentari Abubakar. Pekerja keras dan penuh semangat, begitulah keseharian yang dilakoni oleh Myra, dara Aceh yang berumur 26 tahun yang kini sedang menempuh pendidikan bergelar Master di University of Delhi. Pengalamannya menggunakan hijab sejak masuk sekolah menengah menjadi bagian dalam dirinya bahwa hijab tidak saja penutup kepala, namun lebih dari itu dan jilbab adalah simbol kesucian.

“Pernah suatu hari teman saya non-muslim menanyakan begini, kenapa saya terus menutupi kepala, walaupun musim dingin sudah lewat. Momen ini tidak pernah saya lupakan, bahwa tidak semua orang tahu tentang apa sebenarnya hijab itu,” jelas Myra yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu PTN di Lhokseumawe.

Kini, selain mengejar impian dan memperdalam ilmu. Keikutsertaan Myra di WM 2013 juga akan menjadi penyemangat untuk ambil bagian dalam mengenalkan hijab sebagai jati diri seorang muslimah. Vote Myra Mentari! (ed) 

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie