• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Film Gayo dan Jerman Diputar di Lajar Tantjap Taman Sari Malam Ini

Setelah sukses memutar film Desaku di Ufuk Barat dan Keumala pada Jum’at (23/8), malam ini akan ada seri pemutaran film lanjutan di rangkaian acara Piasan Seni Banda Aceh 2013. Acara yang dipusatkan di Halaman Selatan Taman Sari akan dimulai pada pukul 20:30 WIBA.

Kiki, mewakili pengelola Lajar Tantjap Taman Sari, mengatakan bahwa hari ini film yang diputar bertemakan “Identitas dan Tanah Air”. “Ada dua film yang nantinya akan diputar yaitu Ceh Kucak Gayo, karya Nan T. Achnas, tahun produksi 1996, dengan durasi 30 menit. Selanjutnya, adalah film Jerman berjudul Almanya Welcome to Germany (Willkommen in Deutschland), karya Yasemin Samdereli, tahun produksi 2011, dengan durasi 101 menit,” terang Kiki dalam rilisnya yang diterima @iloveaceh.

Pemutaran ini tanpa menggunakan karcis masuk. Penonton bebas menonton sembari duduk di kursi atau lesehan di rumput. Film pertama, Ceh Kucak Gayo, adalah film dokumenter berkisah tentang seorang ceh Didong cilik di tanah Gayo, yang memiliki bakat lahir bersuara indah lagi merdu untuk melantunkan syair-syair didong yang membuat namanya kian diperhitungkan oleh kelompok-kelompok Didong di Takengon.

Selanjutnya, atas dukungan Goethe Institute Jakarta, film yang diputar adalah film Jerman. Film berjudul Almanya Welcome to Germany (Willkommen in Deutschland) yang bersubteks bahasa Inggris ini adalah sebuah drama komedi lintas budaya yang menarik tentang tiga generasi Jerman-Turki. “Almanya” adalah kisah sebuah keluarga kelahiran Turki yang telah puluhan tahun menetap di Jerman yang berangkat bersama ke tanah air mereka. Bergerak di masa lalu dan sekarang, perjalanan penuh kenangan, argumen dan rekonsiliasi, sampai perjalanan keluarga ini mengambil yang tidak terduga. (rel)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie