• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Bioskop Film Dokumenter Hadir di Aceh

Panitia Bioskop ADC sedang mempersiapkan materi untuk tampil mulai 6-9 September di Banda Aceh / IstSejak digelar launching Aceh Documentary Competition (ADC) 2013 mulai 25 Januari 2013 lalu, event yang mengangkat nilai pembelajaran yang menjadi inspirasi masyarakat Aceh melalui film dokumenter dan ini warna baru bagi perfilman Aceh guna mewujudkan generasi yang kreatif, inovatif dalam penyampaian ide, dan gagasan.

Setelah melakukan roadshow pada bulan Maret 2013 di lima kampus, seperti IAIN Ar-Raniry, Universitas Jabal Ghafur Pidie, Universitas Al-Muslim Bireuen, Universitas Gajah Putih Aceh Tengah, Universitas Gunung Lauser Kutacane, Universitas Teuku Umar Meulaboh, sebagai upaya mengedukasi bagaimana pembuatan film mulai dari riset, treatment cerita hingga produksi dan editing.

Pada Mei hingga Juni 2013, proses penyeleksian proposal ide cerita, serta terpilihlah lima ide cerita film sineas Aceh, dan mendapatkan pelatihan (in-house training) selama 8 hari di LPMP Neuheun, lalu melakukan produksi didampingi kameramen profesional yang ada di Aceh.

Kini kelima film itu, kami putar dalam bentuk bioskop dokumenter. Konsepnya layar tancap tetapi sudah seperti bioskop maka itu kami namakan bioskop mini. Telah terlaksana di Bireuen (24/8), Sigli (28/4), Takengon (31/8), dan Banda Aceh (6-8/9) pukul 20:05 Wib, upaya mengajak masyarakat Aceh bisa menyaksikan dan mengapresiasi film film sineas Aceh. Tiket sendiri dibrandrol seharga Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah).

Bioskop di Aceh belakangan merupakan sesuatu yang sangat sakral dibicarakan, apalagi diwujudkan karena perbedaan persepsi dan pendapat, namun Aceh Documentary, mengajak semua pihak untuk bisa menerima dan mendukung kegiatan ini. Karena film yang di putar merupakan film dokumenter dengan kisah kehidupan nyata masyarakat Aceh, yang di angkat dari berbagai kab/kota di Aceh yaitu;

  1. “Mableun” karya Samsul Kamal dan Faisal; mengangkat peran seorang nenek yang membantu masyarakat dalam proses persalinan ditengah ketidakhadiran Bidan Puskesmas di Pulo Aceh, Aceh Besar.
  2. “Pakaianku Tinggal Kenangan” karya Maria Ulva dan M.Rizki dari kabupaten Pidie; yang mengangkat seorang pemuda yang selalu menggunakan pakaian Aceh dalam kehidupan sehari-hari, walaupun kadang-kadang dianggap seperti orang gila.
  3. “Khabar Baik di Dhapu Adee” karya Nuzul Fajri dan Rifqi Saputra; cerita dibalik kesuksesan kue Adee menjadi ikon khas Pidie Jaya, banyak anak-anak mereka yang sudah menjadi orang-orang sukses dengan tanpa memonopoli sesama mereka.
  4. “Meretas Asa di Kaki Gunong Goh” karya Novianti Maulida Rahma dan Rizki Fajar; kisah perjuangan sekelompok masyarakat di Desa Salah Sirong Kabupaten Bireuen, yang bertahan hidup dari serangan gajah dengan mengajarkan kepada anak-anak mereka melalui pendidikan PAU yang dibangun dengan swadaya masyarakat.
  5. “Perempuan Kopi” karya Iwan Bahagia dan Edi Santosa; kisah perjuangan perempuan-perempuan penyortir kopi ditengah mendunianya kopi Aceh, yang bekerja sebagai buruh kasar dengan upah dibawah UMR dan tanpa jaminan kesehatan dan lain-lain, kisah ini diangkat didataran tinggi Aceh Tengah.

Tujuan pemutaran film dokumenter dalam bentuk bioskop, agar bisa menarik masyarakat untuk menonton dan nantinya diharapkan bisa menginspirasi. Karena film ini menyampaikan pesan sisi positif kekuatan Aceh di mata masyarakat nasional serta internasional.

Secara teknis posisi duduk penonton kami pisahkan laki-laki dan perempuan mulai dari pintu masuk, guna menjaga hal-hal yang tak diinginkan. Mudah-mudahan saat pemutaran dan sampai selesai bioskop berjalan dengan lancar.

Bioskop akan diputar selama tiga malam mulai tanggal 6,7 dan 8 September pada pukul 20.05 Wib, dan pada tanggal 8 September , setelah pemutaran film akan ada diskusi dengan media nasional dan lokal yang difasilitasi oleh KPID Aceh. Diskusi seputar dunia perfilman di Aceh serta arah perfilman yang sedang digerakkan oleh sineas-sineas Aceh. (rel)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie