• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Kisah Dara Aceh Evawani Efliza di World Muslimah 2013

evawani-eflizaSetelah berhasil lolos menjadi 20 besar World Muslimah 2013, Evawani Efliza dara asal Aceh yang saat ini masih mengikuti masa karantina hingga 17 September mendatang di Subang, Bandung berbagi kisahnya bersama @iloveaceh.

Dara yang akrab disapa Eva ini mengaku bersyukur bisa masuk dalam 20 besar finalis dan bertemu dengan sejumlah peserta lainnya dari berbagai negara, dan mereka pun diperkenalkan kepada publik dalam sebuah acara press conference oleh panitia World Muslimah Foundation (MWF) beberapa waktu lalu di FX Mall, Jakarta.

“Ini merupakan acara untuk mengenalkan para finalis World Muslimah kepada publick (public expose),” sebut mahasiswi Psikologi di Universitas Mount Royal Calgary, Kanada tersebut.

Selama masa karantina Eva juga menyebutkan aktivitas sehari-hari para finalis sangat berkesan, mulai dari pagi hingga malam digembleng dengan sejumlah kegiatan positif.

“Setelah melakukan press conference di Jakarta, sorenya para finalis langsung diberangkat ke Bandung untuk menjalani proses karantina di sana. Kami menghabiskan waktu tiga hari di sana. Setiap paginya kami diharuskan bangun malam pukul 3.30 WIB untuk melaksanakan shalat tahajud berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan shalat shubuh lalu aktivitas-aktivitas lainnya pun mengikuti,” cerita Eva yang saat ini masuk sebagai nominasi 5 besar leader pengajian Alquran, yang akan mengawali opening caremony Malam Grand Final nanti, Rabu (18/9) malam di Balai Sarbini, Jakarta.

Eva juga menambahkan, yang membuat terkagum dengan 3rd Annual Award of World Muslimah tahun ini adalah inspirasi dari founder dan CEO World Muslimah, Ms. Eka Shanty. “Beliau terus mengingatkan kepada para finalis, jika ingin terkenal, maka bukan di sini tempatnya. Ajang ini lebih berfokus pada perbaikan karakter, menambah pengetahuan tentang Islam”, sebutnya.

Lebih lanjut Eva juga senang bisa berinteraksi dengan sesama finalis yang betul-betul bisa merasakan akrabnya persaudaraan. “Selama masa karantina diantara sesama finalis tidak ada yang namanya jealousy dan cat fighting (pertengkaran dua orang wanita, red). Disini saya benar-benar terasa persaudaraannya,” jelasnya.

Jangan lupa untuk dukung Evawani Efliza di World Muslimah 2013 sebagai terfavorit, bisa klik disini, lalu vote dua kali sampai keluar kata sukses. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie