• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Sebuah Video Berjudul “Once Upon a Time in Aceh”

Jika kita pernah mengunjungi acara Piasan Seni Banda Aceh beberapa waktu lalu, tentu nama-nama semisal Udin Pelor, Agus Nur Akmal, Muda Belia, Apa Kaoy dan lainnya telah familiar kita lihat bersama.

Mereka adalah seniman Aceh yang hingga kini masih terus aktif dalam berbagi kisah, melestarikan nilai-nilai budaya serta ikut serta dalam menjaga kearifan Aceh untuk masa mendatang.

Dalam sebuah video yang berjudul Once Upon a Time in Aceh alias dahulu kala di Aceh yang menarik untuk disimak. Video dari Delegasi Uni Eropa ini merupakan salah satu program yang mengajak seniman lokal yang ada di Aceh untuk turun ke gampong (desa) dengan menampilkan sejumlah aksi tradisional semisal seni tutur hikayat yang dulu pernah sangat populer semasa hidup Tgk Adnan PMTOH.

Video yang berdurasi 8 menit 35 detik tersebut, setidaknya menjadi titik balik bagi masa depan dan juga generasi mendatang untuk tetap menghargai setiap kesenian dan budaya Aceh yang dulu sarat akan nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Setidaknya, video dari pihak Uni Eropa pasca damai Aceh ini menjadi sebuah sentuhan positif dimana kita, baik sebagai seniman, pegiatan seni, serta komunitas harus terus menggerakkan dan menghidupkan kembali, apakah dengan layar TV Eng Ong atau pun sejenisnya yang mampu menghibur dan khususnya memberikan bekal edukasi, sehingga menipis akan alasan masyarakat yang akan haus hiburan.

Jika lewat kegiatan sederhana seperti seniman saweu gampong atau lebih kerennya road to Aceh village ini bisa terus dilaksanakan rutin minimal dalam setahun sekali, yakinlah potensi hikayat, seni tutur, standup komedi Aceh, dan masih banyak lainnya tidak akan pernah hilang dalam ingatan generasi masa sekarang. Kalau bukan kita siapa lagi, #positifkanAceh bisa berawal dari hal-hal kecil disekitar kita. (ed)

Video ini hanyalah sedikit refleksi untuk melihat bagaimana Aceh yang begitu kaya akan keberagaman seni budaya yang menyimpan mahakarya untuk tetap kita jaga serta lestarikan (lagi).

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie