• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Jelang Festival Kopi: Everyday is #SangerDay

Everyday is #SangerDay / @nh_nh_Sanger Day, mungkin dua kata tersebut atau yang disatukan dalam tagar #SangerDay menjadi sebuah kata yang aneh ditengah hiruk pikuknya bulan bahasa Oktober ini. Tapi tunggu dulu, kali ini bukan topik tentang bahasa, melainkan sebuah minuman yang saban hari mungkin kita pernah mendengar atau pun mencicipinya. Kopi!

Yap, tidak ada salahnya saat orang menyebutkan minuman Sanger dengan kopi plus susu, melainkan harus melengkapi dengan kata-kata kopi sanger yang mirip cappucino layaknya di negara Italia.

Aceh yang identik dengan kopi memang telah akrap dengan sebutan fenomenal, layaknya yang dikenal dengan “Negeri 1001 Warkop” karena hampir dimana-mana warung kopi sangat mudah ditemukan, apalagi jenis kopi di Aceh sudah sangat terkenal luas.

Kembali ke #SangerDay dan kenapa bukan #CoffeeDay? hal ini berawal dari rakan @FahmiYunus dalam salah satu tweetnya per tanggal 11 Oktober lalu yang menyebutkan seperti ini:

Kita tahu bahwa sejak tahun 2011 lalu, di Banda Aceh mulai diselenggarakan yang nama festival kopi. Nah, di tahun ketiga ini atau tepatnya 21-23 November mendatang juga akan dilaksanakan hal yang serupa “Banda Aceh Coffee Festival” dengan venue utama di Taman Sari. Beranjak dari informasi inilah, topik pembicaraan #SangerDay pun berlanjut di linimassa sampai berhari-hari dan kenapa tidak momen ini pun tentu menguatkan sebuah citra lokal yang (kelak) jadi brand internasional dalam memperkenalkan Aceh layaknya seperti negeri spagetti yang terkenal dengan cappucino.

Menurut rakan Fahmi, hari minum sanger alias #SangerDay dapat diperingati siapa saja, tanpa pandang usia, afiliasi politik, agama, ras dan lainnya. Karena Sanger mengunakan “bahasa” universal.

Dan tahukan Anda, bahwa di Italia sendiri minuman cappucino sudah menjadi aturan umum bahwa tidak boleh dikonsumsi lebih dari jam 10-11 pagi. Alasannya pun sederhana, karena tidak baik untuk lambung setelah jam makan dan juga mengikuti aturan dari warisan para leluhurnya, sampai-sampai disebut menjadi sebuah aturan “Cappuccino etiquette“, menarik bukan?

Tapi tidak berlaku halnya dengan sanger di Aceh yang bisa dikonsumsi dari pagi hingga malam bahkan sampai pagi lagi. Unik bukan?

Sanger adalah sejenis minuman yang hanya ada di Aceh. Sanger secara umum mirip dengan cappuccino, namun saja kenikmatannya jelas beda dari minuman kopi lainnya. Selain itu jika kita melihat sekilas maka sanger ini akan sangatlah tampak seperti kopi susu biasa, tetapi jika kita menilik dari rasanya, kopi sanger ini memiliki rasa yang sangat khas.

Aroma kopi kentalnya masih sangat terasa, membuat kopi sanger ini berbeda dengan kopi susu atau coffee latte biasa. Karena selain dibuat dengan takaran pas, setelah kopi diseduh lewat saringan yang mirip kaos kaki ini, akan ditambahkan dengan susu kental dan sedikit gula yang kemudian dikocok sampai berbuih. Untuk mendapatakan sanger yang mantap, campuran susu dan gulanya betul-betul disesuaikan.

Harga satu gelas sanger panas pun cukup terjangkau antara 5 ribu sampai 6 ribu. Sementara untuk sanger dingin antara 7 ribu sampai 8 ribu. Bagi Anda pecinta Kopi Nusantara, jangan pernah lewatkan jika berkunjung ke Aceh untuk mencicipi minuman “sama-sama ngerti” ini alias sanger.

Mau tahu apa kata #ATwitLovers tentang #SangerDay ini dia sajiannya untuk Anda.

Bagaimana, dengan sekilas #SangerDay ini? Semoga tidak bosan ya untuk temani hari-hari Anda bersama sahabat, beserta rakan-rakan untuk menikmati sanger. Ditunggu setiap harinya nih tagar #SangerDay dari Anda semua dan sampai jumpa nanti di Banda Aceh Coffee Festival 2013 ya. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie