Halaman Resmi Komunitas @iloveaceh

Sunset in Weh Island: Harapan dan Cinta

1

Sunset in Weh depanJudul buku: Sunset in Weh Island
Pengarang: Aida M.A
Penerbit: Bentang Belia
Novel Review: Atin Ry

“Menurutmu di antara percaya, harapan, dan cinta, apa yang paling penting?”, penggalan kalimat tersebut terdapat dalam novel “Sunset in Weh Island” buku yang menjadikan keindahan alam Pulau Weh sebagai latar belakangnya ini menceritakan tentang bule berkebangsaan Jerman bernama Axel yang mengunjungi Pulau Weh tempat dimana pamannya, Mr. Alan, menjadi pelatih diving.

Kehadiran Axel di Sabang tidak hanya karena dia merindukan pamannya tersebut. Marcel, sahabat Axel, tega mengkhianati persahabatan mereka sehingga membuat Axel sangat kecewa dan memilih untuk melarikan diri sejenak dari tanah kelahirannya. Disinilah dia bertemu dengan Mala, seorang gadis yang digambarkan sebagai karakter yang unik didalam buku ini. Kecintaannya akan sunset yang mengingatkannya kepada mendiang ibunya yang telah tiada, menimbulkan tanya bagi sebagian orang, kapan dia akan merasa bosan dengan aktifitas yang sudah dilakukannya selama belasan tahun tersebut.

Tidak hanya itu, kepiawaiannya dalam memasak juga membuat orang-orang yang menempati resort “Bram” ayahnya, menunggu-nunggu akhir pekan untuk bisa menikmati lezatnya fettucini, macaroni meatloaf atau pun lasagna buatannya.

Gadis yang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Unsyiah ini rela bolak-balik Banda Aceh-Sabang setiap minggunya. Hal ini juga yang mempertemukannya dengan Axel, bule yang ditabraknya tanpa sengaja dan mengomel dalam bahasa jerman dengan santainya. Pertemuan tidak disangkanya dengan Mala yang juga mempunyai darah jerman dari ibunya ini membawa warna tersendiri dalam kunjungan Axel. Sama-sama idealis dan saling berselisih satu sama lain membuat mereka menjadi dekat pada akhirnya. Sayangnya, orang dari masa lalu mereka kembali hadir.

Bagaimana kisah terakhir dari novel karangan Aida M.A (@aida_aie) tersebut? Ikuti kuis yang diadakan oleh @iloveaceh di Twitter serta menangkan salah satu dari tiga buah novel yang disediakan untuk #ATwitLovers.***

1 Comment
  1. […] Sekitar 7 buku berderet di atas meja, ternyata itu semua karya seorang wanita Aceh yang telah 6 tahun lalu hijrah ke Jakarta. Luar biasa! Disaat menunggu anak-anak muda lainnya, saya pun bertanya-tanya seputar perjalanannya di Jakarta terlebih mengenai novel Sunset in Weh Island yang beberapa waktu lalu sempat di review di situs ini. […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.