• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Young Voices Indonesia Gelar Pementasan Teater di Aceh

panggung teater Young Voices Indonesia AcehYoung Voices Indonesia (YVI) Aceh bekerja sama dengan para relawan menggelar pementasan teater dalam rangka mengkampanyekan hak-hak penyandang disabilitas. Acara yang bertemakan “Karena Tuhan Tak Pernah Gagal” tersebut dihelat selama 2 hari, sejak 24-25 Desember mendatang di Aula RRI Banda Aceh.

Sementara itu untuk ide pementasan teater diangkat dari cerpen W.S. Rendra “Dua Jantan dan Hutan Itu” yang diadaptasikan oleh YVI Aceh dalam bentuk naskah lewat saduran dan sutradara Mirja Irwansyah.

Adapun pertunjukan teater ini dipersembahkan sebagai bahan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari yang dialami oleh masyarakat tanpa terkecuali penyandang disabilitas. Selain itu, dengan adanya pementasan ini diharapan bisa menjadi media untuk berbicara melalui kancah seni pertunjukan.

Anak-anak muda disabilitas yang tergabung dalam Young Voices Indonesia Aceh, hanya bisa memberikan apa yang bisa dilakukannya. Kegiatan dan cerita ini, berangkat dari pengalaman yang dialami oleh penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari. Lewat media sederhana dan ruang ekspresi ini, semoga menjadi media advokasi yang efektif. Kemauan yang keras dan semangat yang dimiliki sebagai bentuk pembuktian kepada masyarakat. Berbekal tekad dan keyakinan, “kami ada karena kami diterima, perubahan yang inklusi sangat kami nanti”.

Pementasan teater ini juga melibatkan sejumlah komunitas teater yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Yayasan Badan Upaya Kesejahteraan Para Cacat dan Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) BUKESRA, Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Aceh, Radio Republik Indonesia (RRI), Atjehlink.com, serta Komunitas I Love Aceh.

Sinopsis Hutan Itu

Penyair dan Gadis sedang berkasih-kasih di hutan itu. Penyair menggambarkan kisah kehidupan realita seorang penyair, tidak punya kantor, akan menggunakan hari-harinya di rumah, untuk suatu pekerjaan penyair hanya mendapatkan beberapa ratus ribu Rupiah, bahkan sesekali tidak mendapat Rupiah sama sekali. Lalu mereka berjalan melewati jalan setapak, jalan setapak yang mereka tempuh adalah jalan yang penuh ketentraman. Burung-burung dan pepohon bernyanyi untuk mereka. Sungai pun ikut merasakan bahagia sejoli ini.

Disaat sedang bahagia seperti ini Gadis sesekali genit memancing kecemburuannya sendiri. seperti bertanya kepada Penyairnya:
“Sebelum Aku, sudah kepada berapa gadis kau berikan bunga seperti ini”.
“Apakah gadismu sebelumnya lebih cantik daripada Aku”.

Setelah mendengar pertanyaan-pertanyaan ini mampukah Penyair mengendalikan suasana hati gadisnya. Akankah kisah indah mereka akan berlanjut selamanya sampai waktu memisahkan.

Sinopsis Dua Jantan

Ayah sering mengingatkan anaknya (Ajir) agar berprilaku baik kepada sesama manusia maupun kepada alam yang kita tampati ini. Ayah sering memisalkan kehidupan manusia ini sama saja halnya dengan pohon-pohon. Hidup dari kecil, tumbuh besar mulai berbuah dan akhirnya mati.

Setelah lama Ajir yang masih kelas lima sekolah dasar ini ingin sekali mendaki gunung, ingin melihat alam lebih dekat. Pada hari ini akhirnya Ayah membawa Ajir mendaki gunung.

Sebelum mencapai puncak ada halang rintang yang mereka jumpai, dan begitu bahagianya Ajir ketika mencapai puncak. Namun saat mereka hendak kembali pulang, sesuatu terjadi pada Ayah. Mampukah Ajir menyalamatkan Ayahnya. (ed)

Informasi lanjut pementasan teater klik disini

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie