• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Kearifan Lokal Simeulue: Smong Bukan Sekedar Tsunami

Smong menjadi penelitian oleh sejumlah ilmuwan dan pihak UNESCOSuatu gejala alam memiliki hubungan kausalitas dengan dengan masalah-masalah lain yang muncul dalam kehidupan manusia sebagai penghuni alam.

Begitulah sebuah kalimat yang kami kutip dari tulisan lawas dalam mengenal gejala Smong dari kepulauan Simeulue, salah satu kabupaten yang berada di Aceh.

Hubungan kausalitas itu sendiri berupa makna tertentu bagi manusia. Dimana masyarakat adat memiliki pengetahuan tentang gejala-gejala alam. Masyarakat Aceh, misalnya, memiliki pengetahuan tentang gejala alam yang khas dan tidak sama dengan masyarakat lain. Sekadar contoh, dalam jagat pengetahuan masyarakat Aceh, bila terlihat pelangi melingkari bulan menandakan musim kemarau akan menjelang. Sebaliknya, bila pelangi melingkari matahari itu berarti musim hujan akan tiba.

26 Desember memang sudah dekat, setiap hari itu sejak 2004 silam di Aceh kerap menjadi sebuah peringatan –#9thnTsunami, tagar resmi di Twitter– sebagai bentuk mengenang atas terjadi musibah gempa dan tsunami yang menyapu sebagian besar pesisir Aceh. Tsunami inilah yang juga dikenal dengan istilah Smong, salah satu kearifan lokal yang sudah ada sejak lama terkenal di Simeulue.

Kearifan lokal dari Simeulue ini memang telah menjadi kajian internasional, dimana Smong juga mendapatkan Sasakawa Award dari International Strategy for Disaster Reduction, sebuah lembaga yang berada di bawah badan Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, uniknya Smong yang diambil dari bahasa Devayan (Simeulue) tersebut bukan saja identik dengan bencana tsunami, melainkan juga dengan bencana alam. Hal ini yang diungkapkan oleh rakan Safrianto kepada @iloveaceh beberapa waktu lalu.

“Banyak yang mengatakan kata Semonga adalah terjemahan dari kata tsunami dalam Bahasa Devayan, Simeulue. Sebenarnya kata Smong mempunyai makna yang lebih luas,” sebut pemilik akun @SafriantoSML.

Safrianto juga menjelaskan bahwa, Smong bermakna kekacauan yang terjadi jika ada bencana alam semisal ombak besar di pantai, ada guntur, angin kencang, badai dan sebagainya juga disebut Smong. “Jadi Smong bukan sekedar tsunami, tapi juga kekacuan yang terjadi saat bencana alam,” sebut pria asli Simeulue ini.

Selain itu, mahasiswa Unsyiah ini juga memberikan contoh ucapan yang sering diucapkan oleh para orang tua sana untuk memperingati anaknya agar terhindar dari Smong. “Jangan main hujan, apalagi ke pantai. Nanti ada Smong,” ujarnya sembari meniru peringatan dari orang tua di Simeulue Ate Fulawan tersebut.

Intinya, saat hujan lebat dan menyebabkan banjir juga disebut dengan istilah Smong di Simeulue. Bagaimana sudah tahukan rakan apa itu Smong dengan kearifan lokal yang dimiliki oleh Simeulue? (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie