• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

ILATeam Salurkan Donasi Peduli Nek Maneh

Penyerahan donasi #PeduliNekManeh / Dok. ILATeamPenantian panjang akhirnya tercapai juga, sosok Nek Maneh atau yang bernama lengkap Ainal Mardhiah (68) yang sebelumnya telah lama kami nanti untuk bertemu di Banda Aceh, mengantarkan tim dari Komunitas @iloveaceh untuk membesuknya dan bertemu langsung di kediamannya, Gampong Cot Lampise, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Rabu (15/1/2014).

Nek Maneh merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, kini beliau hanya tinggal sendiri dikarenakan kedua saudaranya adik dan abangnya sudah lebih dulu meninggal dunia, sedangkan suaminya juga telah meninggal dunia sebelum musibah tsunami 2004 silam.

Penyakit kanker payudara yang dialami Nek Maneh semenjak puluhan tahun silam yang membuat #ATwitLovers dan @iloveaceh untuk bergerak saling membantu dengan membuat penggalangan dana lewat tagar #PeduliNekManeh secara daring (online) beberapa waktu lalu di sosial media yang berhasil mengumpulkan donasi sejumlah Rp2.700.000.

Penyerahan donasi #PeduliNekManeh Cerita Nek Maneh

Sebelum menderita kanker yang telah menggerogori payudara kiri Nek Maneh, beliau tidak pernah menyangkal sakit yang terus dirasakan setiap waktu ini bisa separah ini.

“Dulu sebelum parah seperti ini beliau mengira hanya penyakit biasa saja karena hanya tonjolan kecil saja, kalau orang dulu pikirnya cuma “penyaket barah” kalau orang Aceh bilang,” sebut Nasrul salah satu perwakilan ILATeam yang sempat berbincang-bincang bersama Nek Maneh.

Namun, apa yang menimpa Nek Maneh ditubuhnya itu semakin lama tonjolan kecil tersebut semakin membesar dan puncaknya adalah pada tahun 2004 silam, sehari sebelum terjadinya musibah tsunami tonjolan tersebut pecah dan mengeluarkan darah dan cairan.

Kekurangan biaya ditambah lagi tidak ada sanak keluarga Nek Maneh untuk tempat berbagi dan bercerita keluh kesah, maka sakit yang dideritanya hanya bisa beliau tahan sendiri saja. Walaupun sakit, Nek Maneh tetap tabah dan kuat menghadapinya, tetap mencari nafkah untuk membiayai hidupnya.

Bantuan

Beberapa waktu silam memang ada sejumlah bantuan dari pemerintah dan dinas terkait untuk Nek Maneh, seperti dari Dinas Sosial Aceh Barat sebesar 1 juta, ada juga Baitul Mal 1 juta dan terakhir kalinya bantuan dari Kabag Kesra Kantor Bupati Aceh Barat sebesar 1 juta. Sejumlah bantuan tersebut diterima langsung oleh Geuchik Gampong Cot Lampise, Azhar yang tak lain adalah tetangga dekat Nek Maneh yang kerap membantu beliau sehari-hari.

“Yang cukup menarik sekaligus mengeluarkan air mata saya ketika pertama kali melihat kondisi Nek Maneh saat berjumpa tadi, yakni raut wajah dan badannya yang semakin kurus”, ujar Nasrul.

Nasrul menceritakan, matanya Nek Maneh pucat seperti orang kekurangan tidur yang terlihat lebam disekitar matanya. “Saya melihat kulit hitam seperti lebam akibat tidak bisa tidur, karena sakit yang Nek Maneh rasakan setiap hari bahkan setiap detik. Yang membuat saya tercengang adalah melihat kondisi rumahnya yang begitu rapi, bersih bahkan saya tidak melihat satu sampah pun di sekitar halaman pintu depan rumahnya,” sambung Nasrul.

Halaman rumah Nek Maneh di Gampong Cot LampiseNek Maneh terbilang begitu tegar menghadapi sakit yang dideritanya, Nasrul mengatakan untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya, Nek Maneh sengaja bekerja membersihkan rumah dan bahkan menyapu halaman rumahnya serta mengutip beberapa pinang yang jatuh di halaman rumahnya.

“Semuanya itu beliau lakukan demi mengurangi rasa sakit yang Nek Maneh rasakan setiap hari,” sambung pemilik akun @aroel_pm.

Dari sinar matanya, Nek Maneh tidak saja merasakan sakit karena penyakit yang dideritanya melainkan juga ditambah rasa sedih yang tak satu pun sanak saudara berada didekatnya.

“Pesan yang saya tangkap dari matanya, beliau sedih karena tidak ada satupun sanak saudara yang berada didekatnya saat ini diusianya yang sudah senja ditambah lagi penyakit yang Nek Maneh hadapi. Jika pun Nek Maneh suatu saat nanti dirawat di rumah sakit, beliau sangat berharap ada orang yang mendampinginya, cuma itu permintaan beliau. Beliau ingin, ada keluarga kecil yang selalu hadir dalam kesehariaannya,” ungkap Nasrul.

Tidak lupa, setelah menyerahkan donasi dari #ATwitLovers kepada Nek Maneh yang disaksikan langsung oleh keuchik, Nek Maneh juga mengucapkan terima kasih banyak kepada yang telah ikut peduli dan membantunya.

“Ucapan terima kasih dari Nek Maneh yang tidak terhingga buat rakan-rakan yang telah ikut membantunya,” ucap Nasrul seperti yang dititipkan pesan oleh Nek Maneh. (ed/nas)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie