• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Ust. @felixsiauw Sirami Bumi Serambi Mekkah dengan Seminar Inspiratif

Seminar Felix SiauwAcara seminar inspiratif bersama Ustadz Felix Siauw yang digelar di Amel Convention Hall pada Sabtu (25/1/2014), berlangsung dengan lancar.

Seminar yang bertemakan “Konsistensi Syariat Islam di Aceh Pada Era Globalisasi”, mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat, mahasiswa, dan tokoh-tokoh akademisi di kampus.

Felix Siauw tiba di tempat acara pada pukul 9 pagi. Banyak diantara pengunjung yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan paparan dari ustadz yang juga berkarya lewat buku-bukunya, diantaranya berjudul ‘Yaudah Putusin Aja’ dan ‘Yuk Berhijab’.

“Saya baru pertama sekali menginjakkan kaki di Banda Aceh. Tetapi saya sudah pernah ke Aceh tahun 2009, tepatnya di blangkejeren. Itu Aceh juga kan?,” tanya ustadz Felix yang disambut anggukkan “iya” dan gelak tawa singkat dari hadirin.

Ustadz Felix membuka seminarnya dengan menceritakan awal sejarah Agama Islam. Dari sejarah Kenabian, Khilafah, sampai bagaimana eksistensi Agama Islam itu sendiri di masa kini.

Masuk pada sejarah keIslaman di Aceh, ustadz yang juga seorang mualaf itu menuturkan tentang sejarah Aceh.

“Aceh ini daerah benteng keislaman bagi Nusantara. Dulu rakyat Aceh berjuang mengusir penjajah dengan semangat Islam, penjajah itu kebingungan dengan semangat juang rakyat Aceh, hingga Aceh menjadi daerah yang terakhir mampu ditaklukkan dan paling cepat pula keluar dari cengkraman penjajah. itu semua rakyat Aceh jalani dengan semangat keislaman,” ucap ustadz bermata sipit ini.

Lalu lanjut ustadz Felix, pada era globalisasi ancaman-ancaman yang hendak bermaksud menggerogoti Syariat Islam kian gencar terjadi dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Syariat Islam itu ada. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana cara untuk menjaga kerberlangsungan Syariat Islam di Aceh harus terus berlangsung hingga menjadi contoh untuk daerah-derah yang lain. Rakyat Aceh musti menyadari dan paham bahwasanya Syariat Islamlah yang sebenarnya pembawa keberkahan dan kesejateraan bagi rakyat Aceh.

Disamping itu, Ketua BEM FISIP Unsyiah Reza Maulana mengatakan kepada @iloveaceh usai acara, “Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar. Kita berharap para peserta yang baru saja mengikuti acara ini semakin yakin dan bangga untuk terus konsisten dengan Syariat Islam. Kita juga berharap kedepan Aceh terus menjadi contoh untuk daerah-daerah lain yang ingin melaksanakan sistem Syariat Islam terhadap daerahnya”.

Para peserta pun banyak yang merasa senang dengan mengikuti acara seminar bersama ustadz Felix. Salah satunya Muhammad Yasir, mahasiswa Fisip jurusan Sosiologi ini merasa sangat bahagia bisa mengikuti acara ini. “Bangga sekali bisa mengikuti acara yang luar biasa bersama ustadz Felix. Saya semakin banyak dapat ilmu-ilmu tentang sejarah keislaman, dan ilmu-ilmu yang perlu saya terapkan setelah pulang dari acara ini,” tutup yasir.

Di Akhir acara, ustadz yang dulunya beragama Khatolik ini berpesan untuk seluruh perserta seminar. “Penetapan Aceh sebagai daerah Syariat Islam ini haruslah menjadikan seluruh rakyat Aceh berbangga diri. bagi yang hadir mengikuti acara ini saya harap setelah pulang nanti semakin kuat keImanannya, semakin teguh pendiriannya untuk berjalan dalam koridor Syariat Islam,” tutup pemilik akun @felixsiauw. (@alfaaaath/ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie