• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

#SuaraWarga | Aceh Harus Mandiri Tangani Krisis Listrik

Suasana mati lampu di Banda Aceh salah satu rumah #ATwitLovers, gelap sangatkan / IstBeberaha hari terakhir ini, di linimasa bermunculan banyak pertanyaan yang masuk lewat mention ke @iloveaceh dengan drastis mendadak ramai soal pemadaman listrik, baik siang atau pun malam hari.

Pemadaman listrik yang terjadi berjam-jam bahkan setengah hari di Aceh ini seakan-akan telah menjadi hal yang biasa, namun kondisi ini tidak bisa dilihat sebelah mata.

Pasokan listrik dari Sumatera Utara (Sumut) ke Aceh sampai saat ini masih belum teratasi. Hal tersebut diakui oleh PT PLN (Persero) yang terus melakukan cara untuk menangulanginya, namun tidak sedikit rintangan juga untuk mengatasi defisit listrik ini.

“Banyak kendala yang di luar kewenangan kami, mulai dari pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai, sehingga membuat pengerjaan proyek pembangkit listrik terhambat, si kontraktor yang mengerjakan pembangkit telat selesai membangun pembangkit, tanah sudah dibebaskan muncul masalah-masalah sosial di sana, sudah ada pembangkit ditolak masyarakat dan lain sebagainya yang terjadi di lapangan,” ungkap Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, Senin (24/2/2014) lalu.

Bambang menyebutkan, PLN terus melakukan langkah darurat untuk menangani krisis listrik tersebut dengan melakukan sewa genset berkapasitas total 150 MW.

“Tapi tentu itu masih belum cukup, karena seharusnya kelistrikan di Sumatera Utara sudah direncanakan dipasok dari PLTU-PLTU seperti Nagan Raya berkapasitas 2 x 110 MW di Meulaboh, Aceh, PLTU Pangkalan Susu 2 x 200 MW di Sumatera Utara dan PLTU Teluk Sirih 2 x 112 MW di Sumatera Barat. Namun PLTU-PLTU tersebut molor pengerjaanya sesuai target yang ditentukan. Terlambatnya proyek tersebut di luar kuasa PLN, karena yang mengerjakan proyek tersebut adalah kontraktor dari China,” ungkapnya Bambang.

Ia menegaskan, PLN akan berusaha mengurangi dampak defisit listrik ini dan akan mulai terlihat antara Maret-April.

“Pasalnya PLTU Nagan Raya 2 x 110 MW unit 1 sudah mulai tes dan sudah menghasilkan listrik, tidak lama lagi bisa segera mengalir listriknya ke masyarakat, apalagi PLTU Labuan Angin 2 x 115 MW akan segera selesai perbaikkannya dan mulai beroperasi kembali minggu depan, ini akan menambah pasokan listrik sekitar 200 MW,” tandasnya.

Apa Pendapat Mereka

Lewat linimasa kita pun memulai dengan #suarawarga dari sejumlah #ATwitLovers, padaΒ Rabu (26/2/2014) malam jelang pagi hari. Kami pun mulai menanyakan sejumlah pendapat, opini, serta ide-ide dari sejumlah #ATwitLovers terkait seringnya pemadaman listrik di beberapa daerah.

Berikut ini yang kami rangkum, #suarawarga dari #ATwitLovers agar Aceh juga mampu dan bisa menjadi mandiri dalam menangani krisis listrik ini.

Demikianlah #suarawarga dari raka-rakan, memang 140 karakter ini tidak akan berarti apa-apa jika tanpa solusi nyata. Namun, apa yang telah dikatakan warga ini menjadi poin penting bagi pengambilan kebijakan untuk menyikapi apa yang diperlukan masyarakat saat ini. Infrastruktur, SDA, dan juga SDM yang tidak kalah penting juga bagian yang perlu disorot lagi.

Semoga saja, kemandirian Aceh dalam soal listrik bisa terus dewasa seiring dengan sejumlah perkembangan sarana dan prasana yang kelak bisa mensejahterakan rakyat. Do’a kita bersama untuk Aceh tercinta.Β (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie