• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Hari Ini, Ada Cang-pilem! “Pendek dan Bagus” di Ulee Kareng

cang pilem pendek dan bagusKomunitas Tikar Pandar seri pemutaran film Jerman di bulan April ini, kembali menggelar Cang-pilem!–pemutaran dan diskusi film–bertema Pendek dan Bagus yang akan memutarkan tiga film pendek Jerman dengan judul Spielzeugland, Rabbit A La Berlin (Mauerhase), dan Raju.

Film-film pendek Jerman ini akan diputar pada Sabtu (26/14/2014), pukul 16.15 WIB dan akan diikuti dengan diskusi tentang “Bahasa Jerman”. Pemantik diskusi adalah Farah Diba, lulusan dari Charite Medical School Berlin dan Instruktur Bahasa Jerman di Liberty Language Center. Pemutaran film ini bertempat di Episentrum Ulee Kareng, Jl. Tgk. Menara VIII, No. 8, Garot, Aceh Besar (depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh). Acara ini tanpa karcis.

Putra mewakili panitia KTP mengatakan bahwa film-film pendek ini merupakan film pilihan dan sudah terbukti kualitasnya jika dilihat dari capaiannya di beberapa penghargaan film dunia.

“Pemutaran film Pendek dan Bagus ini juga untuk menambah wacana dan wawasan tentang contoh film yang durasinya pendek dan berbeda dengan beberapa film panjang Jerman yang diputar di pemutaran-pemutaran sebelumnya”, tambah Putra.

Untuk registrasi dan informasi dapat menghubungi Putra (0852 6267 3007).

Acara ini merupakan kerja sama antara Komunitas Tikar Pandan, Goethe-Institut Indonesia, Polyglot Indonesia-Chapter Aceh, ruangrupa, Liberty Language Center, Aneuk Mulieng Publishing, Episentrum Ulee Kareng, Sekolah Menulis Dokarim, Kedai Buku Dokarim, Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment, Komunitas Kanot Bu, Banda Aceh Membaca, Aceh Women for Peace Foundation, LPM Perspektif Unsyiah, Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College, Himpunan Mahasiswa Komunikasi Unsyiah, IloveAceh, Banda Aceh Info, Radio Flamboyant FM.

Sinopsi Film

Film Spielzeugland disutradarai oleh Jochen Alexander Freydank dengan durasi 14 menit. Cerita bermula ketika seorang bocah 6 tahun, Heinrich Meissner bermain piano dengan temannya David Silberstein. Ibu Heinrich kemudian memberitahu bahwa keluarga David harus meninggalkan rumah menuju“Daerah mainan“ (Spielzeugland). Heinrich tidak ingin kehilangan temannya. Diam-diam bocah itu ikut bersama keluarga David. Dengan rasa putus asa, ibunya mencari-cari Heinrich dan tiba di kereta api yang siap untuk berangkat menuju kamp konsentrasi. Film ini memenangi piala Oscar pada tahun 2009 dengan katagori film pendek terbaik.

Film Rabbit A La Berlin (Mauerhase) disutradarai oleh Bartek Konopka dan berdurasi 39 menit. Film ini berkisah tentang kelinci yang hidup di antara tembok yang dibangun untuk membentengi Berlin. Kelinci-kelinci itu berkembang biak dengan sangat cepat. Kehidupan tanpa musuh berjalan dalam damai, tetapi penuh keterbatasan; semua itu berhenti dengan runtuhnya tembok Berlin. Dan kelinci-kelinci itu tidak siap menyambut kebebasan yang baru. Film ini memenangi Academy Awards 2010, nominasi untuk kategori “Best Documentary Short“

Film Raju berdurasi 24 menit dan bercerita tentang sepasang suami istri Jerman, Jan dan Sarah Fischer menjemput anak adopsi mereka di satu rumah yatim piatu di Kalkutta, India. Tak lama kemudian anak itu menghilang. Mereka tidak menduga ternyata Raju masih punya orang tua, dan mereka juga kehilangan Raju, sehingga Raju masuk dalam daftar “Anak hilang“ di satu kantor yang mengurus anak-anak yang hilang dari keluarga mereka.

Tak lama kemudian polisi berhasil menemukan Raju. Sarah tetap ingin mempertahankan Raju tetapi Jan ingin menemukan solusi yang lain. Film ini disutradarai oleh Max Zähle dan memenangi Academy Awards 2012: nominasi untuk kategori “Best Live Action Short Film” dan Student Academy Awards 2011: pemenang untuk kategori “Foreign Film Award (Bronze Medal)”. (rel)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie