• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Festival Film ‘Europe on Screen’ 2014 Kembali Hadir di Aceh

Festival Film EropaKomunitas Tikar Pandan menjadi mitra lokal di Aceh untuk penyelenggaraan Festival Film Eropa ke-14, “Europe on Screen” (EOS) 2014 yang akan berlangsung 9-10 Mei mendatang.

Untuk di Aceh, program EOS ini akan menayangkan 18 film pilihan dari beragam genre, mulai dari film misteri, fiksi ilmiah, thriller, documenter sejarah, drama, film keluarga, film pendek, dan film lingkungan.

Program ini secara nasional akan memutar 71 film dari 26 negara Eropa, yaitu 22 dari 28 negara anggota Uni Eropa (Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Luksemburg, Polandia, Portugal, Rumania, Slowakia, Spanyol, Swedia, Belanda dan Inggris) dan 4 negara Eropa lainnya (Islandia, Norwegia, Serbia dan Swiss).

Film yang akan diputar adalah The Arrival of Wang (Italia), Breath of Freedom (Jerman), The Shooter (Denmark), The Ice Dragon (Swedia), The Past (Perancis), Alfie the Little Werewolf (Belanda), More Than Honey (Swiss), dan Wadjda (Jerman), serta 10 film finalis kompetisi film pendek.

“Film-film ini dibagi berdasarkan beberapa segmen yaitu segmen discovery, ekstra, dokumenter, anak-anak, dan segmen film pendek,” sebut Putra Hidayatullah, salah seorang panitia.

Lebih lanjut, Putra menuturkan bahwa penonton film di Aceh juga mesti berbangga, karena film penutup festival tahun ini, The Shooter, juga akan diputar di Aceh pada tanggal 9 Mei 2014.

Festival Film Eropa (Europe on Screen) ini merupakan inisiatif bersama dari para kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia. Festival ini diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1990, kemudian yang kedua pada tahun 1999. Sejak 2003, Festival ini mulai diselenggarakan setiap tahunnya di bawah slogan “Europe on Screen”. Untuk di Aceh sendiri, EOS pertama kali dilaksanakan sejak tahun 2007 di Episentrum Ulee Kareng (Komunitas Tikar Pandan).

Festival ini dilaksanakan sejak tanggal 2-11 Mei 2014 yang diselenggarakan di sembilan kota di Indonesia: Banda Aceh, Bandung, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Rizki, mewakili Tim Kurator Film Episentrum yang hadir di malam pembukaan EOS 2014 di Jakarta mengatakan bahwa film-film Eropa menjadi tidak begitu dikenal di Indonesia karena jalur distribusinya yang sedikit, padahal dari segi kualitas film, ada beberapa film Eropa yang bahkan lebih bagus kualitasnya daripada produksi arus utama Hollywood. Beberapa festival film ternama ada di Eropa seperti Cannes dan Berlinale.

“Program ini tentu saja akan membuka wacana penonton film di Aceh”, imbuhnya.

Dalam rangka Festival ini, Bapak Olof Skoog, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, mengatakan, “Film‐film ini tidak hanya ekspresi menakjubkan dari keragaman budaya kami, tetapi juga cara yang ampuh untuk mengkomunikasikan ide‐ide lintas batas. Film‐film ini bukan merupakan hasil perhitungan pasar yang rumit dan tidak pula disertai dengan biaya promosi besar‐besaran. Tetapi seperti semua karya yang bagus, film‐film ini kemungkinan besar akan meninggalkan jejak yang tetap bertahan terus dan tidak sekedar diingat semalam saja. Sebagian dari film‐film ini akan menghibur ‐ lainnya akan memprovokasi”.

Bapak Orlow Seunke, Direktur Festival EOS 2014 mengatakan: “Selamat menikmati film‐film serta festivalnya”.

Semua film diputar gratis, namun terbatas hanya untuk 45 kursi setiap filmnya. Saat ini tiket dapat diambil di Episentrum Ulee Kareng atau melalui Putra Hidayatullah (085262673007).

Bagi bagi para penonton yang telah mengambil tiket diharapkan untuk dapat hadir ke tempat pemutaran satu jam sebelum pemutaran berlangsung untuk registrasi ulang. Jika saat pemutaran sudah dimulai dan para penonton yang bersangkutan tidak hadir atau tempat duduk sudah terisi penuh, maka tiket akan dialihkan ke penonton cadangan dan pintu akan segera ditutup.

Pemutaran berlangsung di Episentrum Ulee Kareng: Jl. Tgk. Meunara VIII, No. 8. Garot. Aceh Besar (masuk melalui jalan depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh).

Jadwal pemutaran di Aceh yaitu:

  • Jumat (9/5), pukul 14:00 WIB, The Arrival of Wang (Italia); pukul 16:30 WIB, Breath of Freedom (Jerman), dan pada pukul 19:00 WIB, The Shooter (Denmark).
  • Sabtu (10/5), pukul 14:00 WIB, The Ice Dragon (Swedia); pukul 16:30 WIB, film finalis kompetisi film pendek; dan pukul 19:00 WIB, The Past (Perancis).
  • Minggu (11/5), pukul 14:00 WIB, Alfie the Little Werewolf (Belanda), pukul 16:30 WIB, More Than Honey (Swiss), dan pada pukul 19:00, Wadjda (Jerman).

Acara ini merupakan kerja sama antara Uni Eropa, Indonesian Film Center (IdFilmCenter), dan khusus di Aceh, bermitra dengan Komunitas Tikar Pandan, Episentrum Ulee Kareng, Aneuk Mulieng Publishing, Sekolah Menulis Dokarim, Kedai Buku Dokarim, Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment, Komunitas Kanot Bu, Banda Aceh Membaca, LPM Perspektif Unsyiah, Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College, Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Syiah Kuala, English Department Student Association (EDSA) UIN Ar-Raniry, Komunitas Kamera Lubang Jarum Aceh (Mata Nanggroe), Suara Komunikasi.com, ruangrupa, IloveAceh, Banda Aceh Info, Aceh Women for Peace Foundation, Radio Flamboyant FM, dan Liberty Language Center.

Untuk informasi program dapat menghubungi Putra (085262673007) dan melihat lini massa @pustakaTP, situs www.tikarpandan.org, dan laman Facebook Liga Kebudayaan Tikar pandan. (rel/ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie