• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Mahasiswa Biologi UIN Ar-Raniry Observasi ke TPA Gampong Jawa

Mahasiswa Biologi UIN Ar-Raniry Observasi ke TPA Gampong JawaSebanyak 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FITK UIN Ar-Raniry, Selasa (7/6/2014) mengadakan Observasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa tentang bagaimana proses pengelolaan sampah dan tinja yang berwawasan lingkungan, ujar Samsul Kamal selaku Dosen pembimbing Mata kuliah Ekologi dan Masalah Lingkungan kepada @iloveaceh, Selasa (17/6/2014).

Menurut Samsul, daerah TPA Gampong Jawa ini sangat berperan penting untuk kebersihan Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Sebagai masyarakat yang peduli lingkungan melalui mahasiswa inilah diharapkan timbul kesadaran akan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Bayangkan saja jika tidak ada petugas kebersihan sampah, kota Banda Aceh akan penuh dengan tumpukan sampah,” sebutnya.

Basrizal selaku Kasi Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh juga menjelaskan, hingga saat ini, truk yang masuk ke TPA Gampong Jawa setiap hari mencapai sekitar 100 unit dan sampah yang masuk sekitar 160 ton sampah.

“140 ton sampah dari masyarakat Banda Aceh dan 20 ton sampah masyarakat Aceh Besar. TPA Gampong Jawa Kota Banda Aceh ini mempunyai luas 7,5 ha. Tumpukan sampah yang sudah didaur ulang di TPA ini 14 meter dari permukaan laut (mdpl). Tumpukan sampah ini sudah mengandung gas metana yang jika dimanfaatkan dapat menjadi salah satu pembangkit tenaga listrik,” ujarnya. (ed/nur)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie