Dari Teatrikal Sampai Ngamen, Demi Untuk Palestina / ILA

Dari Teatrikal Sampai Ngamen, Demi Untuk Palestina

IMG-20140713-02099Beberapa komunitas teater di Aceh, Minggu (13/7/2014) menggelar aksi kemanusian peduli Palestina. Acara di mulai dengan berjalan kaki dari Taman Sari menuju jalan Mohammad Jam dan Pasar Atjeh, mengingat di sana sangat strategis untuk meminta sumbangan dari pengunjung yang sedang berbelanja.

Dalam penggalangan dana untuk Palestina ini, para seniman yang tergabung dalam beberapa komunitas teater yang ada di Aceh menggalang dana dengan cara yang berbeda.

“Kami menggalang dana sambil menghibur masyarakat dengan seni body painting. Mungkin ini memang tidak seberapa, tapi kami ingin menunjukkan bahwa kehidupan berkesenian juga memiliki rasa kepedulian antar sesama manusia. Terlebih itu Palestina, bangsa yang memiliki garis keimanan yang sama dengan masyarakat Aceh yaitu Islam,” sebut Resmal Dody,  selaku koordinator aksi.

Ia melanjutkan, “kami ingin secepatnya dunia menanggapi dan menghentikan apa yang sedang berkecamuk di jalur Gaza sana. Negara-negara yang mayoritas penduduknya memiliki keyakinan agama yang sama dengan Palestina, kami juga berharap ikut tergerak saling membantu. Jangan hanya diam, mereka semua (Palestina) saudara-saudara kita yang se-iman,” imbuhnya.

Dari hasil turun ke jalan yang dilakukan oleh puluhan komunitas teater ini berhasil terkumpul dana sebanyak 6 juta lebih. Nantinya akan ada aksi lebih lanjut.

BEM Teknik Unsyiah Galang Dana dari Warkop ke Warkop

Sementara itu, dengan bermodal alat-alat bekas dan beberapa instrumen musik seperti gitar, drum mini, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Unsyiah menggalang dana untuk Palestina dari warung kopi ke warung kopi, Sabtu (12/7/2014).

“Kami sengaja menggelarnya malam karena pasti ramai orang di warung kopi sehabis  shalat tarawih. Ini yang bisa kami lakukan, jihad dengan cara ngamen. mengumpulkan dana bagi saudara-saudara di Palestina yang terus saja di landa konflik berkepanjangan dengan kaum yahudi Israel,” sebut Hasri Ifanda selaku Ketua BEM Fakultas Teknik Unsyiah.

Mereka ngamen dari satu warkop ke warkop lain sambil bermain musik hingga menarik perhatian para pengunjung warkop.

“Ini kan lagi perebutan juara ke tiga piala dunia 2014, pasti ramai pengunjung warung kopi. Moment yang seperti ini harus bisa kita manfaatkan. Kalau hanya turun di jalan dengan kotak-kotak sumbangan saja, kawan-kawan dari organisasi yang lain sudah banyak. Kita ingin buat yang unik,” tambahnya.

Kedepan aksi penggalangan dana oleh BEM FT Unsyaih untuk Palestina ini akan di buat lebih besar lagi. “Kita ingin buat aksi kemanusiaan yang lebih besar lagi dalam minggu ini. perizinanannya pada pihak rektorat sedang kita usahakan.  Rencana akan kita gelar di AAC Dayan Dawood,” tutupnya. (alf)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Unsyiah menggalang dana untuk Palestina dari warung kopi ke warung kopi