• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Populasi Ikan Keureling di Aceh Menurun Drastis

Ikan Keureling di Aceh / @TanzilMurdha:Salah satu spesies ikan lokal Aceh, keureling kini mulai langka dijumpai disejumlah perairan di Aceh. Salah satu rakan #ATwitLovers menyebutkan hal tersebut kepada @iloveaceh, Rabu (30/7/2014).

Menurut Tanzil Murdha, ikan keureling yang memiliki nilai ekonomis tinggi mulai banyak diburu oleh masyarakat yang keberadaannya pun sudah mulai langka ditemukan. “Ikan keureling memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga banyak diburu oleh masyarakat,” sebutnya.

Dalam kicauannya lewat tagar #SaveKeureling, Tanzil menyebutkan, ikan yang masuk dalam genus tor spp (bahasa latin) ini juga mulai terancam punah di salah satu perairan di Nagan Raya.

“Ikan keureling salah satu ikan lokal yang terancam punah saat ini,” sebut pemilik akun @TanzilMurdha ini.

Sementara itu, sebuah penelitian yang pernah dipaparkan oleh peneliti dari Universitas Syiah Kuala, Nur Fadli dan Muchlisin ZA di tahun 2012 lalu menyebutkan populasi ikan keureling di perairan Aceh sudah menurun drastis akibat penangkapan yang berlebihan dan kerusakan lingkungan.

The International Union for Conservation of Nature (IUCN) juga menyebutkan, ikan keureling Aceh sudah tergolong pada tingkat terancam punah (threatened species), maka dari itu penangkapannya di alam perlu dikendalikan dan nelayan perlu diarahkan kepada usaha pembudidayakan.

“Untuk mendukung pengembangan usaha budidaya ikan keureling dimasa depan perlu dikembangkan teknologi pembenihan dan pembuatan pakan yang sesuai baik untuk larva maupun pembesaran,” sebut peneliti Unsyiah tersebut.

Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti Unsyiah ini bertujuan sebagai informasi awal terhadap beberapa aspek biologi dan ekologi ikan keureling yang nanti bisa difokuskan pada pengumpulan data awal terhadap informasi biologi reproduksi, kebiasaan makanan dan habitat ikan keureling yang terdapat di beberapa sungai di kawasan Aceh Barat dan Nagan Raya.

Pengembangan Ikan Keureling

Menurut para peneliti ini, selain fokus pada aspek biologi dan ekologi, penelitian yang membutuhkan waktu tiga tahun tersebut nantinya akan difokuskan pada kajian genetika serta dilanjutkan pada kegiatan domestifikasi calon induk, pematangan gonad dan pemijahannya.

“Hasil penelitian pada tahun pertama ini adalah sebagai berikut bahwa ikan sampel yang ditangkap selama penelitian belum ada yang matang kelamin, nisbah kelamin ikan jantan lebih berbanding ikan betina pada populasi sungai Nagan dan sungai Sikundo, sedangkan di sungai Geumpang ikan betina lebih dominan tertangkap,” jelas hasil penelitian yang diterbitkan tahun 2012 oleh  Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI).

Hasil dari analisis isi lambung keureling menunjukkan bahwa tersebut menyukai cacing dan lumut sebagai makanan utamanya, sehingga dapat dikatakan memiliki sifat makan omnivora, hal ini diperkuat oleh data panjang ususnya sedikit lebih panjang berbanding panjang badannya.

Sedangkan dari hasil analisis dengan metode truss network menunjukkan bahwa populasi ikan keureling di sungai Nagan memiliki kasamaan karakter lebih tinggi dengan populasi ikan keureling dari Geumpang, dan pola pertumbuhan ikan keureling cenderung allometrik negatif.

Lewat analisis faktor ini menunjukkan bahwa perairan sungai Nagao, sungai Sikondu dan sungai Geumpang masih sesuai untuk ikan keureling, dimana ketersediaan makan masih mencukupi dan keberadaan predator masih berimbang serta kualitas air juga menunjukkan taraf yang masih sesuai untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

Semoga saja keberadaan dan populasi dari ikan keureling ini bisa mendapatkan banyak perhatian dan dukungan dari masyarakat serta dinas terkait dalam upaya melestarikan habitat ikan lokal yang mulai terancam punah. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie