• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Festival Film German Cinema 2014 Hadir di Aceh

Festival Film German CinemaAceh yang berada paling ujung pulau Sumatera menjadi yang pertama kalinya untuk tahun ini dengan digelarnya pemutaran Festival Film German Cinema 2014.

Selain Aceh, Goethe-Institut selalu penyelenggara di Indonesia juga menggelar acara di delapan kota besar lainnya, seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palu dan Balikpapan.

Dalam rilisnya kepada @iloveaceh, Rabu (20/8/2014), pihak panitia dari Goethe-Institut di Indonesia akan membawa film-film terbaik berbahasa Jerman ke layar-layar besar untuk penonton di Indonesia yang akan tayang mulai 22 hingga 31 Agustus mendatang.

Yang menarik dari festival yang sudah memasuki tahun ketiga ini akan kedatangan tiga orang tamu kehormatan yaitu dua bintang perfilman dari Jerman, Nina Hoss dan Fritzi Haberlandt serta Noėl Dernesch, sutradara film dokumenter “Journey to Jah” yang yang telah mendapat banyak penghargaan di festival internasional.

“Program tahun ini terdiri dari 14 film yang telah diseleksi dengan cermat dan merupakan produksi-produksi baru yang sudah diakui kualitasnya di tingkat internasional,” sebut Katrin Sohns, Kepala Bagian Program Budaya, Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru.

Katrin berharap dengan adanya Festival Film German Cinema 2014, penonton Indonesia dapat mengapresiasi emosi-emosi kontras yang ditampilkan dalam film-film ini. Untuk program tahun ini, German Cinema bertujuan untuk menggambarkan lanskap perfilman Jerman saat ini selain tentunya berusaha untuk menginspirasi penonton Indonesia dan membangkitkan minat terhadap film-film Jerman.

“Kami yakin film Jerman masa kini memiliki begitu banyak perkembangan yang menggembirakan antara lain perspektif yang segar, sutradara-sutradara muda dan aktris serta aktor berbakat. Kami berharap semua film akan dapat diakses oleh khalayak luas dengan adanya teks terjemahan bahasa Inggris,” ujar Katrin.

German Cinema di Aceh

Sementara itu, pemutaran film-film terbaik Jerman di Aceh akan dilaksanakan pada Minggu, (24/8/2014) dengan menggandeng mitra lokal yaitu Komunitas Tikar Pandan dan Episentrum Ulee Kareng.

Ada tiga film cerita dari Jerman yang akan diputar di Aceh yaitu Kaddisch für einen Freund (pukul 14.00 WIB), Das merkwürdige Kätzchen (The Strange Little Cat) (pukul 16.30 WIB), dan Was bleibt (Home for the Weekend) (pukul 20.00 WIB).

Putra Hidayatullah, dari Komunitas Tikar Pandan (KTP), mengatakan bahwa program Festival Film GERMAN CINEMA 2014, adalah momen penting untuk menonton film Jerman berkualitas dalam rentang waktu produksi yang relatif masih baru.

“Sejak tahun 2013 hingga sekarang, KTP dan Goethe-Institut juga telah bekerja sama melaksanakan pemutaran film Jerman tiap bulannya di Aceh,” tambah Putra.

Seluruh pemutaran film terbuka untuk umum dan gratis yang berlangsung di Episentrum Ulee Kareng: Jl. Tgk. Meunara VIII, No. 8. Garot. Aceh Besar (masuk melalui jalan depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh). Khusus bagi penonton di Aceh, bagi yang tertarik menonton untuk dapat mendaftarkan diri di formulir pendaftaran online di situs www.tikarpandan.org karena tempat terbatas.

“Bagi yang sudah mendaftar dan dikonfirmasi panitia, tiket nantinya dapat diambil sejak satu jam sebelum pemutaran. Tiket on the spot hanya disediakan dan dibuka jika masih tersedia kursi penonton. Semua film dalam terjemahan bahasa Inggris, kategori Dewasa (D,” sebut Putra.

Acara ini terlaksana berkat kerja sama Komunitas Tikar Pandan, Goethe-Institut Jakarta, Episentrum Ulee Kareng, dan mitra pendukung lokal yaitu Sekolah Menulis Dokarim, Polyglot Indonesia Chapter Aceh, LPM Perspektif Unsyiah, Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College, IloveAceh, Banda Aceh Info, Suarakomunikasi.com, dan AJNN.net

Untuk informasi program dapat menghubungi Putra (085262673007) dan melihat lini massa @pustakaTP. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie