• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Rock Fever Competition, Siap Lahirkan Rocker Islami

backdrop miniSetelah lebih sepuluh tahun tidak terdengar, kompetisi musik rock kembali hadir di Aceh. Event bertajuk “Rock Fever Competition” ini akan di ikuti puluhan grup musik rock dari Aceh. Kegiatan ini digelar Jumat dan Sabtu, 5-6 September 2014 mendatang di Open Stage Taman Budaya, Banda Aceh.

Salah satu ketua panitia, Vira D Liesmana kepada @iloveaceh, Sabtu (23/8/2014) menyebutkan, kompetisi ini dilaksanakan untuk mengakomodir minat dan bakat generasi muda yang tertarik menggeluti musik rock.

“Sebanyak 40 grup rock sudah memastikan diri mengikuti festival ini. Kami masih membuka pendaftaran grup band rock yang ingin berpartisipasi di ajang ini hingga sampai 3 september 2014 mendatang. untuk pendaftaran bisa langsung menghubungi (Imam. cp; 085277122650). Kami hanya membatasi 60 grup yang ingin berkompetisi,” ujar Vira.

Kompetisi ini memperebutkan hadiah jutaan rupiah. Selain grup band, ajang ini juga memilih the best player seperti drummer, gitaris, bassis, dan keyboardis. Selain itu, penonton juga berpeluang membawa pulang doorprize dengan berbagai macam hadiah.

sementara itu, harga tiket untuk menyaksikan festival ini di bandrol dengan harga 10 ribu rupiah.

“Nantinya, penonton diberikan tiket berbentuk gelang yang akan dipakai selama kompetisi. Gelang ini hanya berlaku untuk satu hari,” sebutnya.

Menurut vira, kompetisi musik rock ini juga bertujuan untuk menjunjung tinggi pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kreativitas generasi muda ke arah positif yang bebas narkoba dan alkohol. Kami mengikis anggapan bahwa musik rock itu identik dengan narkoba dan alkohol. Di ajang ini diharapkan lahir rocker-rocker Islami,” tutupnya. (alf)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie