• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Lintas Komunitas di Aceh, Gelar Aksi Damai Peduli Gajah Sumatera

(foto by: @SumatraSOS)

Lintas komunitas di Aceh yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Sahabat Gajah menyerukan pemerintah dan masyarakat tidak hanya di Aceh, untuk bahu membahu menghentikan pembunuhan gajah sumatera.

Aksi damai di depan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Jumat, (12/9/2014) yang melibatkan puluhan anak-anak muda Aceh yang punya kepedulian terhadap lingkungan hidup dan satwa.

Terbunuhnya 3 ekor gajah sumatera secara brutal di kabupaten Aceh Jaya dan kabupaten Aceh Timur dalam kondisi kehilangan gading cukup membuat miris banyak kalangan. Selama 3 tahun terakhir Aceh telah kehilangan 30 ekor gajah yang sebagian besar mati karena di bunuh.

”Kami khawatir gajah-gajah sumatera di Aceh sudah menjadi target para pemburu gading, dan ini dibiarkan begitu saja terjadi. Ini jadi tanggung jawab dan kepedulian bersama, tetapi kami meminta kepada otoritas yang berwenang untuk mengambil tindakan tegas dan menghukum para pembunuh gajah di Aceh,” kata M. Syafri Al Hayat selaku koordinator aksi.

Kejadian ini sesungguhnya sangat kontradiktif dan cukup memalukan Indonesia di mata dunia, mengingat pemerintah Indonesia selalu mendengungkan pentingnya menjaga kelestarian kehidupan hutan. Menurut WWF, di Indonesia kini gajah Sumatera di alam liar jumlahnya sekitar 1724 individu.

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan juga dukungan dari masyarakat Aceh bahwa sesungguhnya gajah sumatera adalah hewan yang mempunyai tempat di hati masyarakat Aceh. Sejak zaman Kerajaan Aceh Darussalam, gajah merupakan satwa kebanggaan dan di hormati. Kerajaan Aceh memiliki pasukan seribu gajah, Orang Aceh juga mempunyai nama penghormatan tersendiri untuk gajah yakni Po Meurah dan Teungku Rayeuk.

Sementara itu, lanjut Al Hayat dari Gerakan Indonesia Sahabat Gajah ini mendesak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan berakhir dalam waktu dekat ini, mau memberi perhatian dan juga instruksi yang tegas terhadap kebrutalan yang terjadi di hutan Aceh. Para Sahabat Gajah Aceh juga berharap kedepannya pada pasangan presiden pengganti SBY, Jokowi dan Yusuf Kalla, juga mempunyai komitmen melindungi gajah dan satwa langka lainnya yang ada di hutan-hutan Indonesia yang tersisa. Termasuk mengusut tuntas atas pembunuhan gajah di hutan Aceh, serta menghukum para pelakunya.

Aksi lintas komunitas ini juga menyerukan kepada semua pihak untuk dapat hidup berdampingan dengan gajah. Gajah dan manusia adalah sahabat sejak dulu, itu sudah di buktikan bahwa orang Aceh sangat menghormati gajah dan bisa hidup berdampingan sampai kapapun.

“Hutan Aceh kini merupakan benteng terakhir pertahanan gajah sumatera. Ini petanda bahwa Allah SWT telah mengamanahkan pada orang Aceh untuk menjadi penjaga gajah sumatera,” tutupnya. (alf)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie