• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Sanger Day, Wacana Dari Dunia Maya yang Lahir di Dunia Nyata

Siang itu puluhan anak muda yang mengenakan seragam hitam tampak sedang berkonsentrasi dengan pekerjaannya masing-masing. Bertempat disalah satu warung kopi di Banda Aceh, anak-anak muda tersebut sedang menyiapkan satu agenda acara yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang.

Mereka adalah sebuah komunitas yang bergerak dibidang sosial media. Mendengar kata sosial media, Anda jangan mengira mereka lebih “aktif” di dunia maya saja, sebab mereka punya slogan “social media to social movement”. Banyak sudah gerakan-gerakan sosial yang awal mulanya terwacana di media sosial Twitter, mampu diwujudkan oleh komunitas ini dikehidupan nyata.

Komunitas ini bernama @iloveaceh. Mereka tergerak melakukan gerakan sosial untuk mem-boom-ingkan Sanger, salah satu minuman yang kian populer di Aceh. Pertama sekali wacana ini muncul dari followers @iloveaceh yang akrab disapa #ATwitLovers tahun lalu, followers tersebut ngetweet tentang perlunya mengenalkan Sanger kepada dunia (baca Everyday is #SangerDay).

Layaknya capuccino milik negara Italy, Sanger yang terbuat dari campuran kopi, gula, dan susu ini pun diharapkan mampu menjadi minuman seperti capuccino yang telah mendunia tersebut. Berangkat dari kicauan followers itulah, @iloveaceh memberanikan diri menjadi “corong” untuk memperkenalkan Sanger ke mata dunia. Kegiatan yang bertemakan “Everyday is Sanger Day” tersebut berlangsung pada, Minggu (12/10/2014) di Solong Mini Lampineung, Banda Aceh.

“Hari Sanger ini memang awalnya kita gerakkan di sosial media Twitter @iloveaceh lewat tagar #SangerDay. Tujuannya untuk menjadikan #SangerDay sebagai peringatan rutin tahunan di Aceh dan memperkenalkan kopi Sanger sebagai salah satu minuman khas asal Aceh. ternyata antusias dari followers sangat luar biasa,” sebut Antonio Gayo selaku ketua panitia.

IMG_9027

foto by: ILACrew

Acara ini dihadiri oleh para penikmat kopi Sanger, turut pula hadir disana perwakilan dari lintas komunitas yang ada di Banda Aceh. Tidak hanya penikmat Sanger dari kalangan anak muda saja, tampak juga hadir disana General Manager Hermes Hotel, Octowandi, Putri Kopi Indonesia perwakilan Aceh, Cut Rita Kemala, sejumlah seniman Banda Aceh dan beberapa wartawan senior Aceh serta wartawan asing asal Berlin, Jerman.

Kegiatan yang diisi dengan diskusi santai sambil nyanger ini juga dihibur oleh beberapa penampilan musik akustik dan puisi yang terlihat sangat menarik, terlebih lagi ada talenta-talenta muda Aceh yang tampil segar didepan penikmat Sanger.

Diskusi yang berlangsung santai sambil menikmati segelas Sanger dan juga timphan asoe kaya ini, berbicara tentang bagaimana mewujudkan kopi Sanger menjadi ikon untuk daya tarik pariwisata di Aceh.

“Sangat baik sekali acara ini, bisa merangkul suatu ide yang awalnya dari media sosial. Ini bisa membantu daya tarik pariwisata di provinsi kita. Akan lebih baik lagi apabila Sanger ini dipatenkan menjadi minuman khas dari Aceh. Namun tentu itu semua perlu peran pemerintah juga,” sebut Octowandi.

IMG_9105

foto by: ILACrew

Sementara itu, sejak diluncurkannya tagar #SangerDay, respon dari netizen tentang perbincangan #SangerDay di Twitter sampai menembus angka 2700 kicauan (tweet). Hingga menjadikan #SangerDay trending topic (TT) untuk wilayah Aceh serta juga berhasil menduduki tangga TT untuk Sumatera beberapa saat.

Ribuan orang pengguna akun sosial media twitter dan Instagram di Aceh turut berkicau di hari #SangerDay. Tak hanya di Aceh, di Jakarta, Semarang, Jogyakarta, Balikpapan, hingga merambah ke sejumlah followers @iloveaceh yang ada di Turki, juga ikut saling berbagi tweet tentang #SangerDay.

Capture

foto by: ILACrew

“Kami tak menyangka acara yang sederhana begini mendapat respon positif dari followers,” cetus Anton.

Sebelumnya, dalam menyambut hari #SangerDay, pengelola @iloveaceh juga telah mengadakan lomba foto yang ditujukan kepada seluruh followers di akun Twitter dan Instagram-nya. Tak ayal, banyak dari followers yang semakin tertarik untuk berkicau tentang #SangerDay di akun sosial media.

Dari kegiatan yang sederhana ini, ada harapan besar yang terus ingin digerakkan oleh @iloveaceh dengan para followersnya. Keinginan itu tentu saja menjadikan Sanger sebanding dengan capuccino milik Italy yang telah lebih dulu mendunia. Terutama dengan cara memperingati hari Sanger di setiap tahunnya, dan memanfaatkan sosial media sebagai wadah “pemantik” untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Aceh, tentu saja untuk menikmati suguhan Sangernya.

Penulis : Alfath Asmunda (@Alfaaaath)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie