• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Dari Lampulo Terjun ke Layar Lebar

Teuku Khaiqal / ISTSiang itu udara agak sedikit mendung. Cahaya matahari tampak seakan enggan memunculkan diri. Saya sedang menjalani rutinitas mencuci pakaian kotor. Sebagai mahasiswa perantauan, saya harus mengerjakan sendiri-sendiri pekerjaan itu. Tidak peduli matahari tidak menyala dengan terik, sebab tak ada waktu lain nantinya jika pekerjaan mencuci pakaian ini ditunda-tunda. Rutinitas kuliah dan pekerjaan sampingan saya sangat memakan banyak waktu.

Tiba-tiba handphone blackberry yang sedang tergeletak diatas meja belajar mengeluarkan suara. Saya berlari-lari kecil dari dapur ke kamar tidur untuk melihatnya.

“Gak ada yang hubungi tadi malam, padahal aku tunggu. Hari ini aku nggak sibuk lho”. Demikianlah isi pesan di direct messengger Twitter yang baru saja saya lihat.

Orang yang mengirimiku pesan via twitter itu adalah putra Aceh. Kini ia sedang menjalani peran sebagai pesepakbola di dunia perfilman Indonesia. Semalam, saat akun twitter @ILAcrew menshare ke saya akun twitter pemuda ini, saya langsung menghubunginya dan membuat janji ingin mewancarai. Namun karena susah sekali untuk dihubungi, mungkin sedang shooting, saya mengurungkan niat untuk menelponnya. Baru pada hari ini, ia menghubungiku menanyakan perihal wawancara.

Saya langsung mengambil Hp, mengetik nomer pemuda itu, meneleponnya segera. Beruntung, saat perkenalan di dunia maya malam itu ia juga memberikan nomer Hpnya via DM twitter. Cucian yang masih tergeletak dikamar mandi, saya tinggalkan begitu saja.

“Assalamualaikum… hallo, ini benar dengan teuku? Teuku, pemeran Zulfiandi dalam film timnas U19 itu?” sebut saya dengan sedikit gugup.

“Wa’alaikumsalam… nyoe rakan. Ulon tuan Teuku (wa’alaikumsalam… iya saudara. Ini saya Teuku),” sambutnya dengan bahasa Aceh yang kental.

Pemuda yang sedang saya telpon ini bernama lengkap Teuku Zulqaini Khaiqal. Ia adalah pemuda Aceh yang tengah menjalani peran disalah satu film “Timnas U19 Semangat Membatu”. Film yang disutradarai oleh Andi Bactiar Yusuf, atau yang lebih akrab disapa ucup ini, mengangkat kisah gemilang dari anak-anak muda yang tergabung dalam timnas U19. Para pemuda dengan umur 19 tahun kebawah, yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas sepakbola dunia.

Foto Ocil

Dalam film ini, Teuku Zulqaini Khaiqal yang sewaktu tinggal di Aceh akrab dipanggil Ikal ini mendapatkan peran sebagai Zulfiandi. Pemain timnas U19 asal Bireun, Aceh.

“Awal aku mendapat peran menjadi Zulfiandi ini bermula saat temanku Rendy, ngajak main futsal bareng om Ucup. Rendy adalah temanku ngeband. Ia sudah sering bermain film, salah satunya film tetralogi laskar pelangi yang mengambil gambar di pulau Belitong,” sebut Ikal, mengawali cerita kisahnya yang bisa menjadi pemain film.

Lalu lanjutnya “saat bermain futsal itulah, om Ucup menawariku untuk menjadi salah satu pemain dalam film yang akan digarapnya. Namun tetap terlebih dahulu harus melewati tahapan casting,” kenang pemuda yang dulu sebelum Tsunami melanda Aceh, pernah tinggal di Lampulo.

Pemuda yang berumur 23 tahun ini dulu sempat bersekolah di Aceh hingga kelas 2 SMP, sebelum akhirnya pindah ke Medan. Anak dari pasangan Alm. T. Khairul Azhar dan Nurhayani ini memiliki hobi bermusik.

“Aku memiliki band. Dan alhamdulillah, Maret kemarin baru merilis album. Aku tergabung dalam dua band, satu namanya Aeros dan satu lagi Simponi. Bersama simponi aku baru merilis album,” katanya.

Ocil juga pintar bermain band

Kini, pemuda yang sedang duduk di bangku kuliah di Universitas Tama Jagakarsa jurusan komunikasi ini, terus mendalami peran menjadi Zulfiandi. selama menjalani peran sebagai Zulfiandi, ia mengaku banyak mendapat pengetahuan tentang si pemuda kebanggan Aceh tersebut di sosial media.

“Aku belum pernah ketemu sama Zulfiandi. Mungkin karena jadwal latihannya terlalu padat kali ya, susah dihubungi. Nggak mungkin jugakan kita ganggu. Tapi aku nggak kehabisan ide, Sekarangkan udah ada sosial media, aku tinggal mendalami karakter seorang Zulfiandi disitu aja. Kadang aku stalking twitternya, kadang juga lihat di youtube,” sebutnya.

Lalu ia melanjutkan “saya ini kan orang Aceh. Agak terbantukan lah saat mendapat peran sebagai Zulfiandi yang juga asalnya dari Aceh. selain mempelajari karakternya di youtobe, dan twitter, aku juga sering tanya-tanya sama teman-temanku yang kebetulan tinggal di Bireun. Bahasa kesehariannya Zulfiandi pun aku juga bisa, bahkan mudok-mudoknya juga bisa,” sebutnya sambil melepaskan tawa.

Setelah bercakap-cakap panjang lebar via telpon tentang film yang sedang dijalaninya, saya menanyakan pada Ikal tentang apa yang paling dia rindui jika tiba-tiba mengingat Aceh.

“Saya selalu merindui Aceh. Terutama pada keindahan alamnya, pada masyarakatnya, pada kopinya, dan terlebih pada makanannya. Bikin kangen banget deh,” kata pemuda yang lahir pada 16 Mei 1991 ini.

Ia mengatakan, makanan khas Aceh yang paling digemarinya adalah Plik U. “Aku suka banget sama plik U. Di Jakarta susah sekali mencari gulai khas Aceh ini. Selain plik U aku juga suka Ungkot Keumamah, Sie Kameng dan makanan lain-lainnya. Kalau kue aku doyan banget sama timphan. Aduh, bikin laper. Hahahahaha…..,” ceritanya sambil cekekikan tertawa.

Pemuda yang masa kecilnya banyak dihabiskan di Lampulo, Banda Aceh ini, mengakui sangat bahagia mendapatkan kesempatan bermain film “Garuda 19 Semangat Membatu” yang akan tayang perdana di bioskop 9 Oktober 2014. Film yang dibintanginya ini mengisahkan perjalanan timnas U-19 yang digadang-gadangkan menjadi tumpuan harapan dari olahraga sepakbola Indonesia di masa depan.

“Aku patut bersyukur dan berterima kasih kepada Allah swt atas nikmat yang aku dapat sekarang ini. Dan pada kedua orang tua serta keluarga, atas berkat mereka aku bisa seperti sekarang ini. Dan kepada teman-teman ngeband, Simponi, Aeros, dan teman-teman kuliah. Terima kasih atas dukungannya selama ini.

Ia melanjutkan “Aku ingin film ini bisa menjadi motivasi untuk teman-teman timnas U-19 agar terus mengharumkan nama Indonesia. Dan bagi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak muda pecinta sepakbola, menjadi lecutan semangat agar terus berlatih dan berlatih agar bisa masuk menjadi pemain timnas,” katanya.

Pemuda yang sering berkicau di akun twitter @Ocil_Khaiqal ini pun juga menaruh harapan besar pada persepakbolaan Aceh. ia berharap semakin banyak pemuda-pemuda Aceh yang memiliki bakat di dunia sepakbola bisa masuk menjadi pemain timnas.

“Aku yakin di Aceh banyak pesepakbola yang handal. namun karena tidak terekspos saja makanya jarang ada anak-anak Aceh bisa masuk timnas. Aku bangga banget sama pelatih timnas U-19, Indra Syafri. Beliau mau turun ke daerah-daerah mencari bibit-bibit unggul pesepakbola milik bangsa ini. Yang model-model gini baru namanya pelatih,” sebutnya dengan nada senang.

Hari ini saya dapat pengalaman berharga bisa mewawancarai seorang anak Aceh yang penuh bakat. Bisa bermain musik dan berakting di depan kamera, mungkin tak banyak orang yang mampu melakukan ini. Tapi Ikal membuktikan kepada kita semua, tak ada yang tak mampu dilakukan selagi memiliki kemauan dan usaha yang keras, disertai rasa syukur yang tak berkesudahan pada sang pencipta.

 

Penulis: Alfath Asmunda (@alfaaaath)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie