• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) Siap di Gelar

timeIbukota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, tahun ini akan menjadi tuan rumah Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) atau Pasar Wisata Indonesia yang akan berlangsung pada tanggal 23–26 Oktober 2014 bertempat di Hermes Palace Hotel.

TIME merupakan satu-satunya ajang pertemuan business to business antara industri pariwisata Indonesia dan mancanegara. Dengan demikian, dalam acara tersebut, pelaku pariwisata Indonesia menjadi penjual (seller) yang mempromosikan produk dan jasa wisata di Indonesia kepada industri pariwisata mancanegara yang bertindak sebagai pembeli (buyer).

Selama tiga tahun terakhir penyelenggaraan TIME dilaksanakan di pulau Sumatera, yaitu Padang tahun lalu dan sebelumnya di Lampung selama dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, selama kurun 18 tahun, TIME diselenggarakan di pulau Jawa dan kawasan Indonesia bagian timur (Makasar dan Lombok).

“Kami menyambut gembira Banda Aceh akan menjadi tuan rumah TIME tahun ini” sebut Chairperson TIME 2014, Meity Robot.

Papar meity, dipilihnya Banda Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaraan TIME kali ini supaya dapat menarik minat kedatangan wisatawan mancanegara. Aceh menjadi destinasi yang strategis di Indonesia tak hanya karena akses, tetapi juga ketersediaan sarana seperti beragam pilihan akomodasi serta atraksi dan obyek wisata yang menarik.

“Dengan menjadi tuan rumah TIME maka para pebisnis wisata dari mancanegara dapat melihat potensi pasar dan mempromosikan produk wisata yang baru di pasarnya masing-masing. Sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku wisata lokal untuk menjual produk mereka di luar negeri,” lanjut Meity.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, “Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk mempromosikan obyek wisata di Aceh ke dunia international dan tentunya dengan berlangsungnya TIME di Aceh diharapkan akan memperluas jaringan kerjasama pelaku industri pariwisata di Aceh dengan para pelaku industri pariwisata international,” katanya. (alf)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie