• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Indonesian International Coffee Symposium Digelar di Aceh

Opening ceremony Indonesian Internasional Coffee Symposium di Hermes Hotel Banda Aceh / ILAcrewUntuk pertama kalinya Provinsi Aceh menjadi tuan rumah penyelenggaran Indonesian Internasional Coffee Syposium (IICS) 2014 yang dibuka malam ini, Rabu (19/11/2014) di Hotel Hermes Banda Aceh.

Pada tahun ini, IICS mengangkat tema “Penguatan Peran Strategi Kopi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Regional Asia-Pasifik Secara berkelanjutan” yang turut mengundang sejumlah peneliti, praktisi, dan pemerhati kopi baik dari lokal maupun macanegara.

Adapun beberapa pemakalah yang dipastikan hadir di acara tersebut antara lain, Mr. Mauricio Galindo dari International Coffee Oganization, Dr. Jeff Neilson dari Sydney University, Mr. Matt Ross dari Sejahtera Coffee Harrosds London, serta Dr. Nguyen Van Toan dari Northern Mountainous Agriculture and Forestry Science Institute Vietnam.

Dalam IICS tersebut nantinya topik-topik yang terkait dengan hasil riset dan pengembangan komoditas kopi meliputi bidang-bidang pemuliaan, agronomi, kesuburan tanah, iklim, diversivikasi produk, pengolahan hasil, dan sosial ekonomi akan dipersentasikan oleh pemakalah.

Sementara itu salah peserta Expo IICS 2014 KP Gayo, Bardi Ali menyambut positif atas terselenggaranya acara IICS yang mengajak berbagai eleman untuk turut serta berperan dalam mengenalkan kopi dan varietasnya terlebih di Aceh sendiri.

“Kami menyambut positif acara IICS 2014 ini. Karena sangat membantu bagi Kebun Percobaan Gayo dalam memberikan pemahaman soal kopi dan varietasnya kepada masyarakat luas dan mancanegara dalam menjaga kualitas budidaya biji kopi Gayo bagi kedepannya,” sebutnya kepada @iloveaceh.

Kegiatan IICS terselenggara berkat kerjasama Pemerintah Aceh dengan Direktorat Jendral Perkebunan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PUSLITKOKA) Jawa Barat, dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. (alf/ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Recent Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie