Tari Saman Gayo oleh Perwakilan Gayo Lues Jakarta / @piasannanggroe

Video Saman Massal 5057 Penari di Gayo Lues

Suasana riuh dan peluh begitu terasa, Senin (24/11/2014) lalu di Stadion Seribu Bukit Blangkejeran, Kabupaten Gayo Lues, memukau ribuan mata masyarakat yang hadir untuk menonton 5057 lelaki yang menarikan tari Saman secara serentak.

Tari Saman disahkan oleh UNESCO di Pulau Dewata, Bali, pada tanggal 24 November 2011 silam dan masuk pada salah satu kategori Warisan Budaya Tak Benda Milik Dunia dengan nomor registrasi 01.01.01.001.

Indonesia sendiri baru mendapatkan enam pengakuan dari Unesco untuk warisan budaya kategori tak benda, yaitu Wayang, Keris, kain Batik, Angklung, Subak di Bali dan Tari Saman yang merupakan tarian rakyat dari Tanah Gayo.

Seperti yang telah kita ketahui, sejarah Tari Saman sangat erat kaitannya dengan sejarah penyebaran agama Islam di Aceh. Tari ini disebut Tari Saman karena diciptakan seorang Ulama bernama Syekh Saman pada abad 14 Masehi.

Awalnya tarian ini merupakan permainan rakyat yang kerap ditampilkan dalam pesta adat dan budaya di tanah Gayo. Karena sangat menarik, tari ini kemudian dikembangkan oleh penciptnya dengan diperkaya syair dan pujian kepada Allah SWT dan kemudian digunakan sebagai media syiar Islam.

Seiring perkembangan zaman, Tari Saman kini menjadi salah satu seni budaya yang banyak dipelajari di sekolah-sekolah. Bukan hanya di Aceh, tapi juga di luar Aceh dan bahkan di luar negeri. Begitu menariknya, sehingga Tari Saman kerap menjadi ikon Indonesia dalam berbagai festival seni budaya dunia. (ed)

  • Share on Tumblr