• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

@AurezMusic Luncurkan Instrumental “Aceh Lon Sayang”

Hadir ditengah-tengah belantika musik dengan format duo grup, ternyata mampu membuat dua musisi muda berbakat asal Aceh ini bisa diterima kehadirannya.

Sejak terbentuk dan mulai sering tampil dari panggung ke panggung, membuat Auwi Hidayat dan Teuku Reza Fahlevi kini semakin menyatu lewat duo grup yang mereka beri nama Aurez.

Diakhir tahun 2014 lalu, Aurez membuat satu gebrakan baru dengan meluncurkan instrumental “Aceh Lon Sayang” yang khusus diputar pada puncak peringatan 10 tahun tsunami.

Musik instrumental Aceh Lon Sayang tersebut dirampungkan oleh Aurez dalam tampo 10 hari. Dari penuturan mereka, penggarapan musik instrumental tersebut tidak banyak mengalami kendala.

“Awalnya sempat kesulitan juga karena baru kali ini dapat pengalaman membuat musik instrumental. Apalagi yang digarap ini musik Aceh yang sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat. Kalau ditanya kesulitannya, paling intensitas untuk bertemu saja, berhubung Auwi sama saya kan rumahnya agak jauh,” sebut Reza.

Tak Pesimis untuk Berkarya

Untuk menggarap instrumental ini Reza dan Auwi menggunakan beberapa alat musik, diantaranya gitar, piano, dan orkestra. Penggabungan tiga alat musik ini untuk menambah nuansa berbeda dari instrumental “Aceh Lon Sayang”.

Dua musisi berkacamata ini mengakui, tidak mudah memang untuk membuat banyak orang menyukai musik bernuansa akustik dan orkestra, terlebih bagi musisi yang belum cukup terkenal. Namun mereka tak pesimis dengan karya yang sudah berhasil dirampungkan ini.

“Musik instrumental belum cukup banyak penikmatnya di Aceh. Tapi dengan hadirnya musik instrumental Aceh Lon Sayang yang kami garap dengan perpaduan musik akustik dan orkestra ini, semoga bisa diterima masyarakat. Musik ini kan sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat,” tambah Auwi.

Untuk menggarap instrumental ini Reza dan Auwi menggunakan beberapa alat musik, diantaranya gitar, piano, dan orkestra. Penggabungan tiga alat musik ini untuk menambah nuansa berbeda dari instrumental Aceh lon Sayang.

“Kami coba mengkolaborasikan musik akustik dan musik orkestra. Inginnya agar instrumental ini terdengar lebih mewah,” tambah Reza.

Disamping itu Manajer Aurez, Dara Elvia RS mengatakan musik instrumental yang telah berhasil digarap ini tujuan awalnya adalah untuk mengasah kemampuan merek berkarya dan bertepatan juga dengan momen peringatan 10 tahun tsunami Aceh.

“Ini bentuk kecintaan Aurez kepada Aceh. Musik instrumental ini juga sempat diperdengarkan versi full kepada sejumlah tamu-tamu dari berbagai negara yang hadir pada hari peringatan 10 tahun tsunami di Banda Aceh,” katanya.

Sepaham dengan dua musisi yang dimanajerinya, Darapun mengakui untuk saat ini musik instrumental memang belum begitu familiar ditengah-tengah masyarakat Aceh. Namun ia tetap menamkankan rasa percaya diri kepada Aurez untuk merampungkan project ini. (ed/alf)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie