• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Mantan Sekneg Aceh Merdeka Luncurkan Buku “Dari Rimba Aceh ke Stockholm”

Batavia Publishing buku Dari Rimba Aceh ke StockholmBuku yang berjudul “Dari Rimba Aceh ke Stockholm” dijadwalkan Kamis (29/1/2015) malam ini akan diluncurkan dalam acara launching di Hotel Borobudur, Jakarta.

Buku yang ditulis oleh Dr. Husaini M. Hasan Sp.OG merupakan pengalaman penulis selama bergerilya bersama deklarator Aceh Merdeka Tengku Hasan Tiro di rimba Aceh hingga ke Stockholm.

CEO Batavia Publishing, Buchari Yahya menyebutkan bahwa, Batavia Publishing mendapat kehormatan menerbitkan buku setebal 536 halaman yang ditulis oleh mantan Sekretaris Negara dan Menteri Pendidikan Aceh Merdeka. Buku yang telah lama ditulis oleh dokter spesialis kandungan ini, mengungkapkan hal-hal yang selama ini tersimpan rapi di guci sejarah dan belum pernah dipublikasikan.

“Abu [Husaini Hasan] masih menyimpan surat yang ditulis tangan oleh Tengku Hasan Tiro ketika di Gunung Halimon yang ditujukan kepada istrinya Dora di Amerika. Ini dokumen yang sangat berharga,” puji Buchari dalam rilisnya kepada @iloveaceh.

Sementara itu, CTO Batavia Publishing Aida, M.A juga menambahkan, setelah buku ini diluncurkan di Jakarta akan berlanjut bedah buku di beberapa universitas, termasuk di Aceh dan Medan.

Aida menyebutkan, buku yang memaparkan perjalanan Abu sejak hijrah dari Medan Sumatera Utara ke rimba Aceh yang ditulis secara detil berdasarkan tanggal dan bulan. Menurutnya, di usia Abu sekitar 70-an, ingatannya masih kuat dalam menguraikan perjalanan dari Aceh, berlayar ke Malaysia lalu mendapat suaka politik di Eropa.

“Abu dan Shaiman Abdullah adalah orang Aceh Merdeka pertama yang mendapat suaka politik di Swedia. Suka duka Abu semua ditulis di buku ini,: ungkap Aida yang juga seorang writing coach dan trainer therapy menulis.

Tan Sri Dato’ Seri Sanusi bin Junid dalam sambutan buku bersampul biru itu mengucap tahniah atas penerbitan buku ‘Dari Rimba Aceh ke Stockholm’ dengan gaya penulisan yang mudah dan jelas untuk dibaca oleh segenap lapisan masyarakat di Aceh dan Indonesia. Ianya boleh menjadi sumber pengajaran dan inspirasi untuk generasi akan datang.

“Lebih banyak buku sedemikian patut ditulis oleh pejuang-pejuang untuk kemerdekaan Aceh di period sebelum Tsunami. Saya dapati, di antara kandungan buku ini ialah fakta-fakta yang jelas mengenai perkara-perkara penting yang masih kabur di waktu saya berbincang dengan Yahcik Wali Teungku Hasan Di Tiro seperti rencana menubuhkan Universiti Aceh,” ucap cucu Cut Manyak binti Teungku Sulaiman Tiro Di Lambada.

Tan Sri mengutip pembicaraan dengan Yahcik Teungku Hasan yang selalu mengingatkan dirinya bahwa pemimpin dan rakyat Aceh hendaklah bersatu pada setiap masa untuk membolehkan pengisian yang bermakna sebagai hasil perjuangan, dan mewarnakan wajah Aceh sebagai bumi yang boleh dicontohi ummat.

Pendek kata, kita bolehlah mewarnai tempayan yang berharga dengan apa saja warna yang kita kehendaki, dan mengisikan tempayan itu dengan apa saja yang diperlukan, asalkan tempayan itu tidak pecah,’ pinta Tan Sri yang berdarah Aceh kelahiran Malaysia. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie