• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Hari Musik Nasional Menurut Seniman Muda Aceh

Hari Musik NasionalDalam rangka Hari Musik Nasional yang jatuh setiap 9 Maret, sejumlah musisi Aceh juga memberikan harapan dan semangat untuk kemajuan musik Aceh pada khususnya.

Teuku Reza Fahlevi, musisi muda yang juga personil dari duo Aurez memberikan apresiasi atas hadirnya Hari Musik Nasional.

“Semoga dengan adanya Hari Musik Nasional, kita (musisi, red) selalu menjadi musisi yang rendah hati, saling berbagi dan yang paling penting jangan menganggap remeh pemula,” sebut pria kelahiran 1991.

Tere –sebutan akrabnya– menilai, musik bukan untuk saling adu skill melainkan juga sebagai bentuk bagian untuk dinikmati. “Menurut saya, musik itu bukan soal seberapa tinggi skill dan keahlian si pemusik, itu lebih pada kejujuran dalam menciptakan musik. Sejatinya musik itu untuk dinikmati, bukan untuk dijadikan ajang adu-adu kehebatan,” sebut pelantun single Tanpamu.

Sementara itu, Cut Nyak Niken atau akrab disebut Nong Niken, penyanyi asal Aceh yang dikenal lewat single terbaru “Hijrah” menyebutkan, Hari Musik Nasional diharapkan mampu memberikan semangat bagi musisi di Aceh untuk lebih kreatif.

“Untuk musisinya di Aceh harus lebih kreatif lagi, terlebih untuk karya khususnya di Aceh semoga bisa semakin dikenal baik dikancah nasional maupun internasional,” harap Niken.

Tidak hanya itu, vokali band etnik Aceh Tangke, Suburdani juga mengungkapkan harapannya di Hari Musik Nasional terlebih bagi Aceh yang harus menjadi tuan rumah bagi negeri sendiri.

“Musik Aceh khususnya etnik, harus menjadi tuan rumah di Aceh sendiri. Bukan musik ciplakan atau karya plagiat lainnya,” sebutnya.

Subur juga optimis, alat-alat musik Aceh juga kedepan harus terus bisa dilestarikan. “Jawa bangga dgn gamelan, Sunda bangga dengan gendang, Papua bangga dengan Tifa. Masak kita tidak bangga dengan alat musik Rapa-i dan Seurune Kale,” jelasnya kepada @iloveaceh yang saat ini sibuk mempersiapkan launching album perdana Tangke Band.

Hari Musik Nasional disahkan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono lewat Keppres Nomor 10 Tahun 2013 tentang penetapan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional.

Selain itu, pemilihan 9 Maret juga sebagai bentuk penghormatan kepada WR Soepratman, sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie