• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Menduniakan @Ija_Kroeng Made in Aceh

Khairul Fajri memperkerjakan satu pegawai untuk menjahit ija kroeng / ILACrewKain sarung dalam bahasa Aceh disebut dengan ija kroeng. Sebutan ija kroeng sudah sangat familiar di masyarakat Aceh, tapi apa yang unik dengan kata tersebut?

Produk buatan tangan alias hand made yang digawangi oleh anak muda Aceh bernama Khairul Fajri ini terbilang menarik untuk disimak kisahnya membangun brand yang begitu mudah diingat.

Ija kroeng ini memang Aceh sekali, kita bisa lihat berapa banyak anak muda di Aceh yang pakai kain sarung dalam keseharian, biasanya sering dibilang kain sarung udah gak fashion,” ujarnya kepada #ILAwetwet saat berkunjung ke Workshop di bilangan Residen Danu Broto, Banda Aceh.

Khairul menyebutkan, produk yang dibranding dengan nama Ija Kroeng ini dianggapnya begitu simpel untuk diingat dan dipakai.

“Kalau kita sebut ija kroeng, semua orang pasti sudah tahu itu kain sarung. Mau dibilang bahasa Aceh, Inggris, tetap ija kroeng,” sebutnya sembari senyum.

Selain itu, uniknya lagi produk yang asli buatan Aceh ini hanya memiliki dua warna. Suami dari @cienacien ini mengatakan, Ija Kroeng hanya tersedia warna hitam dan putih.

“Putih mungkin sudah umum, sementara hitam itu identik sekali dengan pakaian orang Aceh dulu. Kita bisa lihat sejarah dan foto-foto orang Aceh jaman dulu, pasti didominasi oleh warna hitam, mau baju, celana, atau selendang,” sebut Khairul yang sempat mengecap pendidikan di Berlin.

Sekedar info, pakaian adat Aceh yang digunakan laki-laki berwarna hitam, karena warna ini bagi masyarakat Aceh mengandung makna warna kebesaran. Jika seseorang mengenakan baju dan celana berwarna hitam berarti orang itu dalam pandangan masyarakat Aceh sedang memakai pakaian kebesarannya.

Khairul dan Istri pemilik usaha Ija Kroeng / ILACrew

Usaha ija kroeng yang masih seumuran jagung ini terbilang cepat dikenal luas masyarakat, buktinya produk yang memiliki akun jejaring sosial Twitter, Faceboo, dan Instagram tersebut telah ramai dipesan oleh berbagai kalangan di Aceh dan luar Aceh.

“Walau masih hitungan minggu, alhamdulillah sejumlah pelanggan sangat puas dengan kain sarung kita. Rafly Kande misalnya asal ke Banda Aceh pasti sempatkan diri mampir ke workshop Ija Kroeng, karena beliau penyuka kain sarung,” ujar Ayah satu anak tersebut.

Soal harga sendiri, Ija Kroeng dibrandol dibawah 100 ribu. “Kebetulan ini masih bulan promo (Maret, red), untuk kain sarung dewasa berkisar diharga 97 ribu, sementara buat anak-anak 60 ribu,” jelas sang istri yang kini menjadi owner @Ija Kroeng. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie