• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

AWPF Peringati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) atau Yayasan Perempuan Aceh untuk Perdamaian sebagai Organisasi Masyarakat Sipil di Aceh yang memiliki perhatian terhadap Hak Azasi Perempuan dan Perdamaian, Sabtu (5/12/2015) besok gelar Kampanye Akbar Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) 2015 yang di Aula Balai Kota Banda Aceh.

“Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini terbuka untuk umum, dengan menghelat Diskusi Publik bertema “Mendorong Negara untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Penuhi hak-hak Korban Kekerasan” yang akan di buka oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh dan menghadirkan sejumlah narasumber,” jelas Direktur AWPF, Irma Sari.

Irma menambahkan, sejumlah narasumber yang akan hadir, yakni Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A), Anggota Legislatif Aceh, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) dan Kepala unit Pelayanan Perempuan dan Anak Kepolisian Daerah Aceh.

Sementara pada malam harinya, pada hari yang sama juga akan digelar Pertunjukan Seni Dan Budaya yang dibuka oleh Anggota Legislatif Aceh, Darwati A Gani dan turut dimeriahkan oleh Amoba Band, Lisa Andria, Pantomim, Teather Nol Unsyiah, Musikalisasi Puisi oleh Sahabat Disabilitas, StandUp Comedy oleh Syukurdi Mukhlis, serta launching jingle Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, dan pembacaan puisi oleh Celia Cinta.

“Kegiatan Kampanye Akbar Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Banda Aceh ini bertujuan menggalang solidaritas masyarakat untuk berkomitmen menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, serta membangun gerakan anti kekerasan terhadap perempuan, guna memperkuat tekanan terhadap Pemerintah dalam melaksanakan dan mengupayakan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,” jelas Irma.

Kegiatan puncak AWPF ini juga bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh, serta didukung juga oleh I Love Aceh (ILATeam Management), Aceh Vidgram, Djati FM, AJNN dan Percetakan Page Grafika. (ed)

ILA_Desember_Flyer AWPF

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie