• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Yuk, Nobar Tausyiah Cinta di Lhokseumawe

Salah satu film box office Indonesia, Tausyiah Cinta akan ditayangkan Sabtu dan Minggu (16-17/4/2016) di Aula RM Ayam Penyet Pak Ulis, Kota Lhokseumawe.

Pemutaran Film Tausyiah Cinta yang dimotori oleh Aceh Guides Event Organizer ini didasari oleh kurangnya wadah dakwah melalui media digital yang lebih kreatif terhadap kawula muda di Kota Lhokseumawe.

Kegiatan yang bertajuk “Event Nonton Bareng Film Tausyiah Cinta” ini mendapatkan dukungan dari beberapa pihak terkait yang didaulat menjadi pihak sponsor.

“Ticket Counter dibuka pada tiga titik, yaitu RM Kana Dapu Kupi, RM Ayam penyet Pak Ulis dan Sekretariat UKM Fordima Politeknik Negeri Lhokseumawe,” jelas Sheila Mutia selaku penyelenggara acara.

Sinopsi Film Tausyiah Cinta

Film Tausyiah Cinta merupakan sebuah film religi yang disutradarai oleh Humar Hadi melalui proses produksi BedaSinema Pictures. Film ini bercerita tentang Sebuah Kebencian Lefan (Rendy Herpy) pada ayahnya menguak sebuah perjalanan batinnya yang kering. Jiwanya kosong. Dia harus kehilangan ibu yang terdzolimi oleh ayahnya sendiri. Dia berjuang membuktikan pada ayahnya bagaimana caranya memuliakan perempuan. Lefan mengalami katarsis (berkali-kali merasakan pergulatan batin), layaknya seorang yang kehausan di padang pasir.

Dia tahu bahwa ia haus, tetapi terus menemui jalan buntu untuk mencari jalan yang lebih baik. Sampai akhirnya dia bertemu seorang pemuda bernama Azka (Hamas Syahid Izzuddin), sosok arsitek sholeh, tampan, dan hafidz Qur’an. Diamnya menyejukkan. Azka adalah sosok yang nyaris sempurna. Lefan menemukan kharisma dan apa yang tidak dia dapatkan dari sosok ayahnya. Lefan kenal dengan Azka dalam satu project.

Persahabatan pun dimulai. Lefan dan Azka sama-sama dibesarkan dalam keluarga islam yang taat namun Lefan sungguh berbanding terbalik dengan Azka. Lefan terus mencari jawaban pergulatan-pergulatan batin yang dialaminya kepada Azka. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari Lefan terus menyerang Azka satu demi satu. Tidak hanya menjadi arsitek pembangun gedung, Azka terus belajar menjadi arsitek pembangun iman untuk dirinya dan lingkungannya.

Project di kantor mempertemukan dua pemuda tampan ini dengan Rein (Ressa Rere), gadis cantik yang juga hafal qur’an, senang memanah dan lincah membuat gambar siluet. Rein bekerja freelance di perusahaan iklan. Waktu berjalan efektif, persahabatan Azka dan Lefan makin sinergis. Sesuatu hal terjadi. Lefan merasakan konflik batin, dia kehilangan. Lefan mendapatkan sesuatu pada diri Rein yang tidak ada pada diri almarhumah kakaknya, Elfa (Hidayatur Rahmi).

Ternyata, ada sosok sholehah yang membuat hati Lefan merasakan sesuatu yang menyentuh. Ada sebuah keputusan yang tidak wajar yang membuat Lefan makin terpukul. Keputusan apakah itu?? Lefan meneteskan air mata. Puisi Tausiyah Cinta yang ditulisnya sebagai bukti proses ikhtiar pencarian untuk dekat kepadanya.

Mau tahu keseruan dan kisah film ini, jangan lupa pesan segara tiketnya ya. (ed)

Yuk, Nobar Tausyiah Cinta di Lhokseumawe

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie