• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Berbagi Lewat Pengabdian, Menginspirasi Lewat Hasil Karya

Sirup Jamblang_ISTTim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat yang terdiri 4 mahasiswa dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan pengabdian di Gampong Baroe, Aceh Besar yang disambut antusias warga setempat, Kamis (28/4/2016) siang.

Kegiatan pengabdian dari tim yang diketuai Maulidiya Izzati ini mendapatkan dana hibah dari DIKTI melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat, dimana mereka mengenalkan cara pembuatan produk sirup dengan memanfaatkan limbah air kelapa kepada ibu-ibu di Gampong Baroe.

“Kegiatan kita kali ini disambut baik dan hangat oleh Hj. Abd Rani Daud selaku Kepala Desa setempat khusunya ibu-ibu di Gampong Baroe,” sebut Maulidiya.

Gampoeng Baroe adalah sebuah kampung di kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Tsunami 11 tahun lalu yang melanda Aceh tidak hanya merenggut nyawa dan harta, juga kampung. Kampung ini hanya terdiri dari 55 Kepala Keluarga, dimana hanya ada 78 wanita dan 107 laki-laki.

“Sambil menunggu buah jamblang yang sebentar lagi akan berbuah melimpah, kami memberikan pengetahuan awal bagaimana cara mengolah bahan pangan yang hanya bernilai rendah, menjadi produk yang bernilai ekonomi yang baik seperti dengan memanfaatkan limbah air kelapa yang diolah menjadi sirup kelapa,” ungkap Maulidiya.

Khasnya desa ini, sambung Maulidiya memiliki luas wilayah yang kecil sehingga menjadikan desa ini unik untuk dikembangkan. Selain dengan mengolah bahan pangan menjadi produk-produk yang layak untuk dipasarkan seperti mengolah buah jamblang menjadi sirup.

Foto dari Kiri ke Kanan : Bambang Aji Nagan, Weny, Maulidiya Izzati, Muhammad Faiz

“Saat ini kami juga berkeinginan membangun wisata berbasis pertanian (EduPark) di kampung ini, dikarenakan ada hal menarik yang patut untuk dieksplor. Selain itu, kami juga membutuhkan orang yang mampu dibidang landscape agar dapat membantu kami memajukan desa ini, jika ada yang berminat bergabung di tim kami di email diyaaizzati19@gmail.com,” sambungnya.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, tim PKM yang beranggotakan Yeni Chandra Dewi, Rizki Febriani, Bambang Aji Nagan, dan Muhammad Haris pernah sukses mengenalkan Sirup Jamblang pada Pekan Ilmiah Nasional yang di adakan di Kendari tahun 2015 (baca Sirup Jamblang Siap Dikenalkan di Pekan Ilmiah Nasional).

“Kegiatan ini sangat bagus dan membangun, karena kami sebelumnya tidak pernah ada dibuat kegiatan seperti ini. Dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan kami dan harapannya kegiatan ini dapat berlanjut hingga menjadi usaha yang dapat membantu perekonomian masyarakat,” sebut Darmawati, salah satu masyarakat Gampong Baroe.

Tim PKM dibawah dibimbingan Novi Safriani S.TP, M.Sc ini berharap dapat memberikan energi positif kepada masyarakat Gampong Baroe sehingga dapat meningkatkan taraf hidup serta menjadikan potensi gampong lebih baik lagi dari segi perekonomian serta dapat diperkenalkan kembali di ajang nasional PIMNAS 29 yang diadakan di IPB Bogor Agustus mendatang.

Sementara itu, hal menarik dari Gampong Baroe tersebut terdapat sejarah awal mulanya Jepang datang ke Indonesia pertama sekali yang mendarat disana dengan bukti sejarah dengan didirikannya Tugu Jepang yang saat ini berdiri kokoh di kampung tersebut. (ed)

Berbagi Lewat Pengabdian, menginspirasi lewat hasil karya

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie