• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Nong Niken: Galeri Nasional yang Tidak Nasionalis

Perhelatan akbar tahunan Jakarta Melayu Festival (JMF) yang rencana digelar Agustus 2016 mendatang, mulai kini terus dipersiapkan.

Even yang dipromotori oleh Gita Cinta Production tersebut, beberapa waktu lalu ditimpa kabar tidak sedap setelah sempat ditolak oleh Galeri Nasional karena dinilai tidak relevan dijadikan pentas kegiatan tersebut.

“Tahun-tahun sebelumnya perhelatan JMF ini diadakan di Crown Plaza, The Sultan Hotel, dan Taman Ismail Marzuki. Tahun ini, kegiatan yang sudah direncanakan digelar Agustus mendatang, memilih Galeri Nasional sebagai tempat apresiasi insan musik Melayu. Sayang, Galeri Nasional menolak kegiatan ini,” ujar Nong Niken yang juga salah satu pengisi Jakarta Melayu Festival, Senin (23/5/2016).

Berita tidak sedap tersebut, dibeberkan oleh penyanyi asal Aceh ini saat mengetahui surat balasan resmi dari pihak manajemen Galeri Nasional per tanggal 17 Mei 2016 lalu.

“Galeri Nasional menolak dengan alasan kegiatan ini kurang relevan diadakan disana karena tidak sesuai kriteria. Anehnya, pihak Galeri Nasional yang berada di bilangan Gambir, Jakarta tersebut sempat memberikan ijin untuk pentas musik rock pada bulan April 2016,” sebutnya.

Niken juga mempertanyakan, sikap dari pengelola gedung yang berada dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang terkesan membeda-bedakan antara pentas musik Rock dan dan pagelaran budaya Melayu.

“Kenapa Melayu ditolak oleh tempat yang punya embel-embel ‘nasional’ didalamnya. Tidakkah musik Melayu merupakan identitas bangsa Indonesia. Inikah diskriminasi yang dilakukan oleh bangsa sendiri terhadap penggerak musik Melayu?” ujar pelantun OST Laskar Pelangi 2 tersebut.

Menariknya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan dalam sejumlah pertemuan dengan pihak Gita Cinta Production selalu memberikan dukungan terhadap acara-acara budaya yang mengangkat tema Melayu.

“Dalam setiap acara pentas Melayu yang digelar oleh Gita Cinta Production, Pak Anies Baswedan kerap menjadi undangan bahkan tamu spesial yang secara langsung memberikan dukungan kepada insan dan seniman Melayu di Indonesia. Justru tindakan dari Galeri Nasional kali ini malah menjadi bentuk penghinaan terhadap kami,” sebut Niken.

Niken juga menambahkan, sebagai penggerak musik Melayu dirinya konsisten untuk mempertahankan silogisme “tak kan Melayu hilang di bumi’. Dirinya bangga terhadap musik melayu meski sebagian orang masih belum bisa mengapresiasi musik tertua di Indonesia.

“Aliran musik itu persis pilihan hidup, tergantung nyamannya dimana. Saya nyaman dengan musik Melayu yang jelas masih sangat santun dan menjaga moral bangsa,” tutur alumni UI ini. (ed)

Nong Niken: Galeri Nasional yang Tidak Nasionalis

Foto Galeri Nasional Indonesia yang berada di Gambir, Jakarta.

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie