• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Peringatan Hari Aksara Internasional 2016 di Aceh

Dinas Pendidikan Pidie berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pidie mengadakan pameran besar-besaran di Kota Sigli sejak tanggal 17-20 November dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang ke-51.

Pameran yang meriah ini diikuti oleh puluhan stan dari beberbagai Kabupaten dan Instansi yang berjejer rapi di Lapangan Alun-Alun Kota Sigli.

Pembukaan pameran juga tidak kalah meriah. HAI yang dibuka di Lapangan Kuta Asan ini dihadiri oleh kontingen dari semua peserta pameran.

Berbagai kreativitas tersaji di pameran yang berlangsung selama empat hari ini, dari mulai tarian adat yang dipertontonkan setiap malam di panggung utama Alun-alun kota. Tariannya ada ranup lampuan dan tari kreasi lainnya. Peserta tari datang dari berbagai sekolah di Kabupaten Pidie.

hai_selamat-datang-dihari-aksara-internasional_rio

Yang menjadi pertunjukan utama adalah para peserta stan daerah, sekolah dan UPTD Kabupaten. Semua stan berlomba-lomba menunjukkan keindahannya. Dari desain stan yang menarik sampai yang paling penting isi stan yang bisa membius para pengunjung untuk berlama-lama didalamnya.

Dimualai dari stan yang paling megah, Stan Kabupaten Pidie yang menjadi tuan rumah. Di kabupaten yang terkenal dengan keripik melinjo (krupuk Mulieng) ini, tidak hanya menampilkan produk, tapi masyarakat bisa juga turut andil ikut dalam proses pembuatannya. Misalnya bisa mengetes cara membuat krupuk mulieng itu bagaimana caranya. Juga cara menjahit Kupiah Riman (peci salat dari pelepah aren) dan cara membuat tembikar seperti tikar, raga dan alas menaruh panci.

Belum lengkap ke pameran HAI ini kalau belum berfoto dengan manekin yang dipakaikan pakaian adat daerah masing-masing. Yang menjadi daya tarik pengunjung adalah pakaian adat Aceh Tenggara, Simeulue dan Gayo Lues. Pengunjung rela mengantri, demi bisa berdiri disamping menekin ini.

Stan Gayo Lues, Aceh Tengah dan Bener Meriah menarik animo masyarakat karena para pengunjung senang dengan kopinya, keramahan para penjaga stan dan bahasa mereka yang berbeda dan sangat suka didengar oleh pengunjung melalui pengeras suara.

hai_roasting-kopi-di-stand-aceh-tengah_hari-aksara-internasional_rio

Ngomong-ngomong soal pengeras suara, stan Aceh Selatan tak-henti henti mempromosikan stannya di mikrofon, yang menginformasikan tentang khasiat minyak pala dari daerahnya, katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit termasuk masuk angin. Karena dengungnya begitu besar orang-orang jadi berdatangan dan menghabiskan 1000 botol minyak pala juga dari pengeras suara terdengar mereka menyediakan madu asli dari hutan Buloh Seuma.

Berbagai kerajinan tangan bisa dibawa pulang dari stan, tentu saja dengan membayar sesuai harga. Kerajinan dari seluruh kabupaten di Aceh terpajang disini. Dari mulai tas, hasil alam –seperti di Simeulu ada sejenis bunga karang, Lobster yang sudah di awetkan dan makanan khas daerah. Demikian juga distan lain, makanan-makanan yang sudah dipacking dengan unik bisa kita bawa pulang dengan harga murah. Juga tersedia kerajinan dari kayu, rajutan benang, tempurung, barang-barang bekas sampai dari kartu perdana.

Acara yang dimulai dari jam 09.00 pagi sampai jam 11.00 malam ini dipadati pengunjung sampai memacetkan jalan disekitar, dari pusat kota sampai alun alun dipadati warga yang ingin ke pameran HAI yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie ini, pak polisi dibantu oleh pamong praja kewalahan mengatur jalur lalu-lintas dari sejak pertama hari acara.

Para pedagang lokal maupun luar daerah juga memamerkan dagangannya diluar dan di sekitar panggung utama, dari yang berjualan balon anak-anak sampai pelukis inai hadir disini. Juga tidak kalah para penjual makanan. Pameran HAI51 ini bisa memacu ekonomi para pedangan kecil.

Semoga kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Karena dengan adanya pameranlah, hasil karya seni dari berbagai daerah bisa ditampilkan. disamping menghasilkan pundi-pundi rupiah dari barang yang diperdagangkan, para pengrajin souvenir juga bisa tampil didepan masyarakat untuk menunjukkan hasil karya mereka. Siapa tahu bisa menjadi ajang promosi ajakan kerja sama dari pihak pengusaha untuk memperluas jaringan usaha atau meningkatkan pesanan kerajinan yang mereka buat.

hai_hasil-bumi-aceh-tengah_hari-aksara-internasional_rio

Disamping itu pameran HAI ini kembali mengingatkan kita tentang sejarah bagaimana perkembangan keberaksaraan bangsa Indonesia, kalau tahun 90-an masih banyak yang buta aksara, sampai-sampai pemerintah membuat program khusus bagi para orang-orang yang belum bisa membaca, bisa bersekolah lagi setelah anak sekolah pulang sekolah, hanya untuk kursus membaca dengan guru-guru SD.

Kini masyarakat tahun 2000-an sudah bisa membaca walaupun tidak 100%. Kita sudah melek ilmu pengetahuan dengan sekolah-sekolah yang sudah ada diseluruh pelosok propinsi. Bahkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Pidie sudah menghantarkan siswa-siswanya bersaing ditingkat nasional. Juga sudah ada banyak sekolah unggul di Kabupaten ini, termasuk didalamnya SMU Unggul Blang Galang, SMU Unggul 3 Sigli, Sukma Bangsa dan kelas unggul disekolah-sekolah lain. (rio)

hai_mayeum-tika_hari-aksara-internasional_rio

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie