• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Sebuah Pesan Mendalam dari Yachtist untuk Pariwisata Sabang

HAWA panas Sabang siang itu begitu terasa menyengat, namun suasana city tour dalam agenda Sabang Marine Festival (SMF) tidak menyurutkan semangat yachtist untuk mengeksplor Pesona Sabang.

Selain objek wisata alam dan bahari, panitia SMF yang dikomandoi oleh Fauzi Umar selaku ketua pantia juga mengajak sejumlah pelayar dari berbagai negara ini mengunjungi sekolah dan berinteraksi dengan murid-murid yang notabene warga asli Kota Sabang.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa, wisatawan mancanegara ini pun sangat merasakan keramahtamahan saat berada di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Sabang.

“Bayi kecil Jonathan asal Australia pun jadi incaran murid-murid karena begitu gemas melihat kelucuannya saat digendong oleh sang ibunya,” ujar Fauzi disela-sela memperkenalkan yachtist ke pihak sekolah.

Tanpa disadari dari rombongan peserta tersebut, dua yachtist yang berasal dari New Zealand, Alan Correst (captain) dan Anne Gough dari Australia memperhatikan betul interaksi dan seluruh rangkain festival yang mereka ikuti saat city tour, terlebih begitu tiba di SDN 2 Sabang tersebut.

Pada hari ketiga kegiatan SMF, Sabtu (23/4/2017), pihak panitia baru mengetahui ada sebuah kardus yang bertuliskan dengan tulisan hitam spidol yang begitu kontras terbaca “TIME TO GIVE A LITTLE BACK!” serta tertanda dua nama yachtist “Alan and Anne”.

Sontak saja, kardus tersebut ternyata telah berpindah-pindah dari satu peserta ke peserta lainnya ibarat kotak sumbangan dan yang lebih mendalam lagi adalah pesan di atas kardus tersebut tertera dengan tulisan kecil dengan pulpen yang berisi pesan yang begitu mendalam bagi sesama peserta SMF tersebut untuk membantu menjaga lingkungan danlaut agar terus bersih.

“Waktunya Untuk Memberi Walaupun Sedikit. Pengumpulan dana ini untuk sekolah yang kita kunjungi kemarin dan akan diberikan kepada Kepala Sekolah dengan harapan murid sekolah akan belajar tentang menjaga lingkungan terutama plastik yang ada di lautan. Kita telah diberi cukup banyak di festival ini dan memberikan sedikit kepada komunitas bukanlah hal yang memberatkan. Silahkan donasikan apa yang Anda dapat lakukan, centang nama boat Anda dan edarkan list ini pada boat lain yang belum. Setelah itu kembalikan ke “KIWI DREAM” tertanda Alan and Anne,” begitulah pesan yang diakui Fauzi Umar baru tahun ini mendapatkan kejutan emosional diantara peserta SMF dengan warga Sabang yang begitu mendalam.

Di kesempatan farewell sebagai penutup dari rangkaian SMF, Minggu (23/4/2017) malam Alan pun angkat bicara soal kardus yang mereka iniasiasi bersama Anne.

Alan pun dipersilahkan naik panggung kecil, dalam pidato kecilnya, Alan mewakili dari peserta dan yachtist lainnya mengungkapnya rasa senang berlayar hingga berminggu-minggu hingga bisa sampai ke Sabang.

“Kami senang bisa berlayar berminggu-minggu dan akhirnya bisa mencapai ke tempat ini, berlayar selama itu bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan kepuasan kami berada ditempat sebagus ini, kami senang dengan rangkaian aktifitasnya, sangat mengagumkan dan diluar ekspektasi kami, kami sangat senang,” ujarnya.

Kami terkesima, sambung Alan, dengan keramahan dan kearifan lokal di Sabang dan Sabang Marine Festival telah memberikan kami kesempatan untuk melakukan semua ini. Pengalaman bisa berbaur dengan masyarakat disini merupakan hal yg sangat kami senangi dari festival ini.

“Sebagai sebuah komunitas, kami mendapatkan banyak pengalaman dari berbagai macam kebudayaannya, mulai dari musik, tarian, persahabatan dan lain-lain. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk panitia dan aliansi terkait, terutama Bapak Fauzi Umar. Kami juga memohon maaf atas masalah yang mungkin juga datang dari kami, kesusahan dalam berkomunikasi, masalah semacam ini sama halnya dengan menghadapi seekor kucing, tidak mudah, tapi kita masih dapat dipahami satu sama lain, jadi terima kasih banyak untuk kerja keras semua pihak disini, kerja yang sangat bagus,” urainya sembari sesekali melempar senyum kecil kepada tamu yang hadir.

Alan juga berharap pengalaman dan foto-foto yang mereka abadikan bisa menjadi bahan promosi saat mereka balik ke negara masing-masing.

“Kami sudah melihat dan menerima pesan dari kalian tentang harapan, mimpi, dan aspirasi kalian tentang Sabang agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat dunia, juga menjadi harapan kami, dan sebagai fotografer kami sudah menulis dan mengirim artikel tentang Sabang untuk media di New Zealand, dan kami juga berharap akan ada publikasi yang besar,” harapnya.

Soal “kotak sumbangan” dengan pesan emosional tersebut juga diutarakan oleh Alan yang mewakili dari tim “KIWI DREAM”.

“Sebagai bentuk kecil dari apresiasi kami untuk masyarakat disini, kami sudah menyerahkan donasi dalam rupiah kepada kepala sekolah untuk anak-anak di SDN 2 Sabang, dan barang siapa yang hendak menyumbang, kotak amalnya masih terbuka lebar. Harapan kami agar anak-anak di sekolah dapat menjaga lingkungan dan laut demi masa depan yang lebih baik,” pungkas yang disambut tepuk tangan.

Dan sebagai penutup, Alan pun memberikan dukungan untuk kesuksesan seluruh masyarakat di Sabang. “Sukses juga untuk acara Sail Sabang pada bulan Desember mendatang, kami yakin planning kalian akan berjalan dengan lancar dan kami berharap dapat berkontribusi didalamnya,” harapnya.

Alan pun turun panggung, Fauzi Umar selaku Ketua Panitia SMF juga mengambil alih panggung untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta (yachtist) dan berharap mereka juga bisa ikut serta dalam kegiatan Sail Sabang tahun ini.

“Kami berharap kalian dalam keadaan sehat walafiat selama berada di Sabang, kami juga berharap kalian menikmati dan bisa lebih lama lagi berada disini. Kami sangat senang atas kehadiran kalian dalam acara ini dan mengunjungi pulau ini, kalian sudah hadir dan ikut dalam rangkaian kegiatan komunitas ini, termasuk tsunami tour besok di Banda Aceh,” jelas Fauzi malam itu.

Fauzi juga memohon mohon maaf, pada malam penutupan SMF yang seharusnya dihadiri oleh Kepala BPKS Fauzi Husin, namun beliau berhalangan.

“Beliau meminta maaf kepada kita semua berhubung tidak bisa hadir, beliau sedang mempersiapkan pertemuan dengan delegasi dari Kementerian Pariwisata Indonesia dan Kementerian Pariwisata Thailand di Bangkok, untuk mengembangkan rute pelayaran kapal yacht Phuket, Sabang dan Langkawi agar dapat ditempuh dalam waktu singkat. Tujuan Kemenpar Indonesia berada di Bangkok juga dalam rangka mempromosikan Sail Sabang 2017 pada Desember mendatang,” tuturnya.

Malam pun semakin larut, malam penutupan SMF pun diakhir dengan pembagian hadiah untuk sejumlah pemenang berbagai lomba yang telah digelar. Semua berakhir dengan senyum dan foto bersama. (ed)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2017 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie