• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Sang Penyelamat Penyu di Lampuuk

Penangkaran penyu di Lampuuk / @IndieGem

Penangkaran penyu di Lampuuk / @IndieGem

Oleh Danurfan*

Kamis (11/4) malam ini menjadi pengalaman yang menarik bagi saya selepas bertemu dengan Yudi, dia adalah salah satu orang yang fokus pada isu pelestarian penyu. Sangat menarik.

Yudi mengatakan bahwa masih banyak pemburu telur penyu di daerahnya. “Ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Namun Yudi bersama teman-temannya sangat antusias untuk tetap konsisten dalam menjaga keberlangsungan hidupan penyu dipenangkaran pantai Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Ada cara unik yang dilakukan Yudi bersama teman-temannya untuk menyelamatkan hewan ini. Mereka membeli telur penyu dari pemburu dengan uang seadanya, seberapa besar yang mereka sanggupi untuk mendapatkan telur-telur penyu tersebut. Biasanya mereka membeli dengan mengikat kontrak dengan pemburu dan membayar sarang penyu yang disetujui.

Adapun kisaran atau harga sarang penyu itu bisa 300 ribu hingga 500 ribu rupiah, dan kisaran telur yang dijual pun mulai 60-180 butir per sarangnya. Yudi menyebutkan bahwa semakin banyak telur penyu dalam sarang, berarti semakin besar kemungkinan penetasan sempurna.

Berdasarkan pengalaman Yudi dan teman-temannya yang tergabung dalam komunitas Kawasan Bina Bahari (KABARI), biasanya telur-telur penyu yang berhasil menetas dari hasil penangkaran mereka mecapai 98%, dan tentu ini membanggakan.

Sementara harga telur penyu yang dijual perbutir sekarang mencapai Rp3.000 untuk ukuran yang kecil dan yang besar dihargai Rp.5000. “Kita tidak bisa menghentikan pemburuan telur penyu, karena masyarakat juga butuh uang, kita hanya mengedukasikan,” jelasnya.

Kini, Yudi beserta teman-temannya menggalang sistem orang tua asuh untuk penyelematan telur penyu, dan ini sangat menarik. Karena ke depan tentu akan banyak yang peduli dengan kondisi hewan langka ini. Cara menjadi orang tua asuh pun sangat mudah, hanya dengan membeli telur penyu dari pemburu, kemudian Yudi akan membantu merawatnya.

Biasanya penetasan telur penyu itu mencapai lebih kurang 50 hari, kemudian orang tua asuh yang akan melepaskan langsung ke bibir pantai atau laut. Ini menarik bagi orang-orang yang sadar untuk membantu pelestarian penyu di Aceh, cara ini hebat.

Saya patut memberikan apresiasi kepada Yudi dan teman-temannya atas komitmennya dalam pelestarian penyu yang sangat terancam populasinya saat ini. Mungkin kita berpikir, tidak mungkin bisa menyelamatkan telur penyu dengan membeli dari pemburu, dan perlu diingat, mereka juga manusia.

Mereka memburu telur penyu dengan alasan sangat kuat, marilah membagi rezeki kita sedikit untuk mereka. Ini adalah bagaimana cara kita mengedukasikan secara perlahan dan baik untuk tidak memburu telur penyu lagi. Mari kita saling berkontribusi untuk melakukan pelestarian penyu dan menjadi orang tua asuh pada telur penyu hingga menetas. Satu langkah besar, tentu berawal dari langkah kecil, seperti Yudi dan teman-temannya ini lakukan.[]

*Anggota Divisi Komunitas di ILATeam

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie