• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

US Embassy bersama Inmark Digital Gelar Workshop Social Media di Aceh

Workshop social media di Banda Aceh / @_ditaSetelah berhasil melakukan workshop di 4 kota besar di Indonesia, kali ini US Embassy  di Jakarta bersama Inmark Digital menggelar workshop  yang sama untuk kelimanya di Banda Aceh dengan mengangkat tema “Social Media for Tolerance and Change Campaign” yang bertempat di Aula ICT Taiwan Center Unsyiah, Sabtu (28/4).

Acara yang berlangsung luar biasa ini menghadirkan pembicara Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Ranirry, Dr. H. Syamsul Rizal, M.Ag dan juga co-founder @IDberkebun, Shafiq Pontoh (@SyafiqPontoh).

Ketua Panitia Acara Nanda dalam laporannya menyatakan bahwa antusiasme peserta di Aceh untuk mengikuti acara ini sangatlah besar. Ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 80 orang padahal kuota yang disediakan oleh panitia hanyalah untuk 30 peserta.

“Alhamdulillah, kami sangat senang melihat minat pemuda Aceh dalam mengikuti acara ini, sebenarnya panitia sampai sangat sulit dalam memilih 30 dari 80 peserta. Sehingga panita harus melakukan seleksi melalui CV peserta dan akhirnya kami menetapkan 30 peserta yang sangat luar biasa yang hadir pada hari ini,” ujar mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Unsyiah Angkatan 2009 ini.

Nanda juga menambahkan peserta yang hadir dalam workshop tersebut juga dibagi dalam kelompok-kelompok. “Sebelumnya peserta yang hadir pada hari ini telah dibagi dalam beberapa kelompok seperti, kelompok sosial, agama, etnik, ekonomi, dan budaya. Kelima kelompok ini nantinya mendisusikan isu-isu yang berkembang di Aceh saat ini dengan sesuai dengan materi yang diberikan nanti,” tegasnya.

Konsulat US Embassy perwakilan Medan, Kathryn A. Crockart yang hadir dalam workshop ini mengatakan bahwa peserta yang ikut serta hari ini masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda. “Peserta yang lulus seleksi ini disini memiliki suku yang berbeda seperti Aceh, Batak dan Papua dan memiliki latar agama yang berbeda seperti Islam dan Kristen yang nantinya diharapkan menjadi agen perubahan terhadap isu-isu yang berkembang saat ini seperti tentang toleransi dalam beragama,” sebutnya.

Pemilik @SyafiqPontoh dipenghujung acara sempat mengatakankan bahwa dari beberapa workshop yang dilakukan di 5 kota di Indonesia, Aceh merupakan kota terbaik.

“Setelah saya mendatangi beberapa kota, peserta dari Aceh langsung menunjukkan aksi yang nyata dengan mengimplementasikan materi-materi yang diberikan. Sehingga mampu membangun kampanye melalui social media, seperti @IDBeraniJujur, @IndonesiaDermawan, @Ethnic6, @ColorFullAceh, dan grup Care Movement di Facebook yang tidak saya dapatkan di kota lain dan ini sungguh luar biasa,” tutupnya. (rma/pry)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie