• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Menyibak ‘Di Balik Frekuensi’ Bersama @PersFE

IMG_20130429_093350LPM Perspektif Fakultas Ekonomi Unsyiah bekerjasama dengan DETaK Unsyiah  mengadakan pemutaran film dokumenter ‘Di Balik Frekuensi’ di Balai Sidang Fakultas Ekonomi Unsyiah, Senin (29/4).

Pemutaran film ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Film yang berdurasi 144 menit ini menceritakan tentang konglomerasi media yang menjadi corak industri media di Indonesia kini.

“Film ini berisikan tentang Luviana karyawan Metro TV yang dipecat, konglomerasi media dan media sebagai alat politik, serta bagaimana mahasiswa terjun ke dunia jurnalistik,” kata Rizki Alfi dari komunitas Tikar Pandan.

Rizki Alfi kembali juga mengatakan adanya kegiatan ini diharapkan pesan film ini tersebut bisa sampai ke khalayak bagaimana ketika media dimiliki segelintir orang yang memonopoli kebenaran.

Tak hanya pemutaran film, acara ini juga diisi dengan seminar yang bertemakan “Memahami Media, Konglomerasi Media, dan Pekerja Media” yang dihadiri oleh narasumber seperti Liza Dayani selaku Komisi Informasi Aceh, Maimun Saleh dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Yuswardi dari media Atjehpost. Mahasiswa terlihat cukup antusias mengikuti jalannya pemutaran film dan seminar. Hingga berakhir sekitar pukul 13.00 WIB. (mag)

Panitia Acara

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2017 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie