• Salah satu ikon Aceh, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh
  • Taman Kuliner Ulee LheuePusat jajanan dan wisata di Taman Kuliner Ulee Lheue Banda Aceh
  • Kuala BubonJembatan Kuala Bubon Aceh Barat menjadi salah satu daya tarik wisata
  • Sate MatangSalah satu kuliner "Sate Matang" yang berasal dari Matangglumpangdua, Bireuen
  • Tari SeudatiTari Seudati yang merupakan tarian yang begitu populer di Aceh
Slider 11 Slider 22 Slider 33 Slider 44 Slider 55
NSP Single Prang Sabi - Niken

Museum Aceh Gelar Pameran Pesona Bungong Kalimah

Pameran Pesona Kamilah / @iloveacehDinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh melalui Museum Aceh kembali menggelar pameran temporer tahunan, sejak tanggal 1-7 Mei di Museum Aceh. Acara tahunan ini dilakukan dalam rangka menyambut Visit Aceh 2013 yang telah dicanangkan sebagai ajang kunjungan tahunan di provinsi Aceh.

“Setelah tahun lalu Pameran Tenun, kali ini kita menghadirkan pameran bertajuk Pesona Bungong Kalimah,” ujar Koordinator Bimbingan Edukasi Museum Aceh Muchlis kepada @iloveaceh, Selasa (7/5).

Pameran yang memamerkan berbagai hasil karya anak bangsa ini sangat menarik, pasalnya kaligrafi-kaligrafi yang terpajang tersebut merupakan kaligrafi-kaligrafi yang terbaik dari Maestro Indonesia yang bernilai jual tinggi. “Karya-karya yang ditampilkan pada pameran ini merupakan hasil karya Maestro Indonesia dan juga merupakan Hibah dari Panitia MTQ Nasional Tahun 80-an yang berlangsung di Aceh,” tegas lulusan Akademi Pariwisata Universitas Muhammaddyah tersebut.

Karya yang ditampilkan ditampilkan tidak hanya sebatas kaligrafi disebuah lukisan, namun juga termasuk beberapa benda sejarah seperti batu nisan, bendera, Al-Qur’an, cawan, keramik serta ukiran-ukiran yang berada pada bagian masjid yang telah lama lalu dibongkar.

Hanifah, salah seorang pengunjung yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa dirinya sangat antusias dengan pameran ini. “Saya cukup senang bisa hadir disini, karena bisa menambah wawasan saya dan siswa-siswi saya mengenai kaligrafi. Namun, saya harap panitia bisa menambah koleksi-koleksi pamerannya agar lebih tercapai unsur-unsur estetikanya,” katanya.

Dari pantauan @iloveaceh, pengunjung yang hadir di pameran kali ini kebanyakan para guru dan siswa-siswi dari tingkat SMP hingga SMA di kota Banda Aceh yang memang sengaja diundang oleh pihak panitia secara bergilir.

Untuk masuk ke pameran ini tidak dipungut biaya oleh panitia, hanya mengisi daftar kunjungan. Dan untuk guru diberikan sertifikat kenang-kenangan oleh Museum Aceh. “Kita beharap dengan adanya pameran semacam ini akan membawa nilai-nilai positif untuk membangkitkan kembali pekerja-pekerja seni khususnya di bidang kaligrafi di Aceh, agar dapat bersaing dengan para seniman diluar sana,” tegas Muchlis. (rma/pry)

  • Share on Tumblr

Share This Post

Related Articles

© 2016 I Love Aceh. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie