Aksi Donor Darah Ke-IV & Mini Expo SMK-SMTI 2013

380784_342223302571281_1974292992_nMengawali kegiatan rutin 3 bulanan, SMK-SMTI Negeri Banda Aceh bekerjasama dengan Ikatan Alumni Keluarga Besar (IKABA) STIMA-SMTI mengadakan aksi donor darah yang ke-4 kalinya dipelataran Sekolah SMK-SMTI Negeri Banda Aceh, Selasa (14/5).

Aksi donor darah kali ini yang bertemakan “Giving for Living, Setetes Darahmu Senyum untuk Mereka” terlihat antusias para guru, alumni dan masyarakat sekitar yang ingin melakukan donor darah dengan terbuktinya terkumpul sekitar 28 kantong darah yang akan diberikan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Selain aksi donor darah kali ini IKABA STIMA-SMTI juga mengadakan Mini Expo dihalaman depan sekolah antara lain produk-produk yang ditampilkan, seperti Yuyun Bordir, Keripik Pedas Ummi, MyCampus, Get Collections, dan produk IKABA. Usaha-usaha tersebut adalah milik para Alumni STIMA-SMTI Banda Aceh yang sudah merintis karier di dunia usaha kecil (IKM).

“Kegiatan expo ini sebagai langkah awal untuk melaksanakan expo yang lebih besar pada saat diesnatalis SMTI yang ke 43 tahun pada bulan September nanti,” ujar Chandra selaku ketua IKABA STIMA-SMTI Banda Aceh.

SMK-SMTI Negeri Banda Aceh yang merupakan sekolah berbasis kimia industri juga ikut andil dalam kegiatan sosial demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan juga membuktikan bahwa SMK-SMTI Negeri Banda Aceh juga dapat menciptakan alumni-alumni yang berkompeten di dunia usaha dengan terlaksananya kegiatan Expo Mini kali ini. (eza)

922842_342222989237979_1088096687_n

Teater Nol Peusijuek Anggota Baru Melalui Seni Teater

CIMG2359Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Univeritas Syiah Kuala yang membidangi wadah seni teater dan sastra Teater Nol mengadakan kegiatan yang bertemakan “Eksibisi 3 Teater Nol 2013” sekaligus pesijuek anggota baru tahun 2013 di Auditorium FKIP Unsyiah, Minggu (12/5).

Pementasan musikalisasi puisi menjadi acara pembuka yang dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Budi Aryanto selaku pembina UKM Teater Nol. “Seorang seniman bukan hanya orang yang berambut gondrong, bukan juga orang yang menggunakan celana sobek-sobek tapi seorang senima adalah orang yang mampu menciptakan suatu karya yang dapat bermanfaat untuk bisa dinikmati oleh semua orang,” ujar beliau disela-sela kata sambutannya.

Acara ini tidak hanya pementasan seni teater tapi ada juga seni tutur dan pembacaan puisi dari para alumni Teater Nol oleh bung Apit dari Teater Rajut Langsa yang berjudul “Mengejar Mimpi” ciptaan Fredy Alam Sujaya. Pementasan teater ini juga diperankan oleh anggota baru dari Teater Nol angkatan 2013 dengan membawakan berjudul “Orang Asing”.

“Diharapkan teater bisa hidup kembali di Unsyiah, seharusnya Teater Nol sering mengadakan acara setiap mingguan sebagai saran hiburan bagi mahasiswa Unsyiah yang sepi akan hiburan ditengah kampus”, ujar Dayat salah satu penonton.

Dalam sesi terakhir, Teater Nol juga lakukan pesijuek anggota angkatan 2013 dengan menggunakan tradisi mereka sendiri yang diresmikan langsung oleh para alumni dan Ketua Teater Nol Kurniawan. “Saya berharap kepada anggota baru dapat berperan aktif dalam mebangun kembali taeter di tanah Unsyiah,” ujarnya. (eza)

Konser Hari Bumi “Bumi Kita Hanya Satu”

21166_367380186715542_178626147_nApresiasi  luar biasa dari masyarakat pada hari Minggu (28/4) lalu dalam aksi sosialisasi Hutan Kota BNI Tibang dan menyambut Hari Bumi 2013. Sahabat-sahabat dari Tropical Society dan Aceh Komunika berkerja sama dengan Hutan Kota BNI mengadakan konser bumi di Hutan Kota BNI Tibang yang bertemakan “Bumi Kita Hanya Satu”.

Acara yang di mulai pukul 10.00 WIB  dihadiri oleh Sekdes Gampong Tibang dan Irzan dari Bank BNI lalu yang buka secara resmi oleh perwakilan Pemkot Banda Aceh.

Kegiatan ini pertama kali dilakukan di Aceh untuk sebagai bentuk sosialisasi penyadaran kepada masyarakat bahwasanya bumi kita hanya satu dan apa yang terjadi bila bumi ini rusak.

Aceh salah satu provisi hijau yang ada di Indonesia sudah seharusnya terlibat dalam menyelamatkan bumi mengingat populasi dan pola konsumsi yang tidak terkontrol belum lagi kerusakan hutan, pencemaran, peningkatan suhu udara, dan efek rumah kaca atau yang biasa kita sebut Global Warming, sudah waktunya kita mengajak masyarakat  berkontribusi dalam menyelamatkan bumi kita (Save Our Earth) berawal dari aksi Koser Bumi.

Konser bumi ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan dance dari kawan-kawan Rencong Floor Riders, Beat box dari NBC, puisi teaterikal dari Rangkang Sastra Bireun, juga penampilan menggemaskan dari adik-adik Home School yang membawakan musik barang bekas, dan band etnik asal Aceh, yakni Tangke Band yang akhirnya ditutup oleh lagu reggae bersama Seuramoe Reggae.

Pada konser bumi tersebut juga sekaligus di deklarasikan Sahabat Hutan Kota yang peduli akan lingkungan dan hutan yang ada di Aceh. (eza)

Penampilan Seuramoe Reggae

RAKER Perdana Association Football Fans Club

dokumen AFFCAssociation Football Fans Club Aceh atau yang dikenal dengan AFFC Aceh (@Aceh_FansClub) merupakan sebuah wadah perkumpulan fans club yang berada di Aceh terbentuk pada tanggal 16 April 2013 di Banda Aceh yang disahkan pada saat Rapat Kerja (Raker) perdana di Vi Ai Pi Coffee Banda Aceh, Senin  (29/4).

Raker perdana ini membahas tentang AD/ART yang diikuti oleh perwakilan setiap fansclub di Banda Aceh, yaitu dari SKULL Persiraja, IndoManutd, United Army, United Indonesia, CICS, Bigred’s, AIS, Juventini, Milanisti, Romanisti, Internisti, Laziale, Indobarca, Madridista, dan FCBFC.

Raker perdana tersebut dipimpin langsung oleh ketua AFFC Aceh Teuku Muffri (@ponpicabax) yang telah ditetapkan pada rapat sebelumnya.

AFFC Aceh berdiri secara independen tanpa campur tangan pemerintah, namun bukan berarti tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan pemerintah Aceh dalam hal membangun hubungan demi kemajuan Aceh. Anggota AFFC sendiri merupakan member fansclub yang tergabung dalam AFFC Aceh kurang lebih 160 orang.

Seketaris AFFC, Lutfan (@vanluthfan) menyebutkan, hingga kini sudah ada 16 fans club yang tergabung dalam AFFC.

“Saat ini hanya 16 fansclub yang tergabung dalam AFFC Aceh dan diharapkan kedepan semakin bertambah bagi fansclub-fanclub di Aceh yang belum tergabung, karena kedepan akan banyak event dan tunamen yang dibuat dan melibatkan fans club yang tergabung dalam AFFC Aceh,” ujarnya. (eza)