Ini Dia Aplikasi Android untuk Pemandu Wisata di Aceh

Berawal dari sebuah tugas kuliah dan kecintaannya untuk mempromosikan Aceh, Yusrizal Surya akhirnya membuat sebuah aplikasi destinasi wisata yang bernama “Navigasi Pariwisata Aceh” bagi smartphone dengan sistem operasi Android.

Aplikasi yang dirintisnya sejak beberapa bulan lalu ini memang terbilang sederhana, tujuannya pun ingin menjadi salah satu media untuk menunjang sektor pariwisata di Aceh. “Aplikasi ini saya buat sebagai salah satu penunjang kemajuan sektor pariwisata di Aceh,” jelasnya singkat kepada @iloveaceh.

Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Jakarta ini setiap hari terus mencari data dan informasi wisata untuk pengembangan aplikasinya tersebut, mulai dari foto-foto, tempat kuliner, hingga berbagai informasi menarik lainnya di Aceh.

Yusrizal menuturkan, adanya perkembangan teknologi yang kini begitu gencar dibagian mobile membuat tidak mau melewatkan kesempatan tersebut.

“Kita bergerak memanfaatkan perkembangan teknologi mobile. Dengan hadirnya aplikasi ini Disbudpar Aceh dan pengembang berharap dapat mendukung dan mencukupi bekal informasi calon wisatawan, sehingga tidak akan ragu-ragu untuk berkunjung ke Aceh,” jelas pemilik akun @yusrizalgreen7.

Lebih lanjut, pria asal Bakongan Aceh Selatan juga mengharapkan dengan adanya aplikasi ini ke depan bisa terus membantu meningkat jumlah wisatan ke Aceh.

“Tujuan akhir aplikasi ini ingin meningkatkan pertumbuhan jumlah wisatawan ke Aceh, dan nantinya akan membantu sektor ekonomi demi kesejahteraan masyarakat Aceh” tutupnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba aplikasi ini di Android, bisa mengunduhnya di Play Store yang tersedia free alias gratis. Selamat datang di Aceh, “Where the Amazing Indonesia Starts From”. (ed)

Yuk, Bantu Gajah Bayi Raju di Gerakan #1000untukRaju

Sejumlah komunitas pecinta satwa di Banda Aceh dan Animal Lovers di Jakarta membuat aksi donasi yang mereka sebut “Gerakan Seribu untuk Raju”. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mereka untuk menyelamatkan Raju, anak gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) yang saat ini dalam pemeliharaan warga Desa Blang Pante Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara.

Menurut koordinator aksi, Nurjannah Husien di Banda Aceh, Rabu (26/6/2013) menyatakan aksi kepedulian untuk menyelamatkan Raju dilakukan setelah salah satu anak gajah lainnya bernama Raja, yang juga dipelihara warga, mati Minggu 23 Maret 2013. Saat ini mereka khawatir dengan kesehatan Raju yang juga semakin menurun. Ia dilaporkan diare dan mal nutrisi.

“Kami ingin menyelamatkan nyawa Raju, memastikan ia bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan secepatannya dari tim medis. Sehari sebelum Raja mati, tim dokter dari BKSDA Aceh dan Veswicc baru berkunjung memastikan Raja sehat, dan Raju diobati dengan memberinya infus selama 8 botol,” sebutnya.

Raja yang berumur 2 tahun ditemukan warga tanpa induk di sekitar kebun pada akhir April 2013. Ia dipelihara warga hampir 3 bulan lamanya sebelum akhirnya mati mendadak. Kemungkinan karena ketidakpahaman warga yang mengasuh dalam pemberian makanan. Sementara Raju ditemukan warga sekitar 10 hari lalu. Tampaknya ia baru beberapa hari dilahirkan. Dia ditemukan warga sendiri di kebun. Induknya tak tahu kemana, menurut warga kemungkinan induknya telah mati kena racun.

Sejumlah anak-anak muda di Banda Aceh yang peduli Raju menggalang dana untuk biaya perawatan Raju. “Kami mengetuk hati semua orang untuk menyisihkan uang Rp 1000 untuk Raju. Dana ini kami akan serahkan ke tim medis untuk dipakai merawat Raju sesegera mungkin,” kata Nurjannah.

Kebutuhan darurat untuk Raju adalah susu non laktosa 4 kotak per hari juga obat-obatan. Saat ini komunitas Animal Lovers di Jakarta juga menyatakan akan menggalang dana untuk Raju. Gerakan kepedulian Raju ini merupakan semangat untuk menyelamatkan gajah sumatera dari kepunahan. Tahun 2011 IUCN mengumumkan penurunan status gajah sumatera menjadi kritis, satu langkah lagi menunju kepunahan. Selama kurun 10 tahun jumlah gajah sumatera menurun 50 persen akibat hilangnya hutan sebagai habitat mereka. Jumlahnya di hutan Sumatera saat ini hanya berkisar 2.400 – 2.800 ekor saja.

Gerakan ini sudah mulai melalui media sosial dengan tagar #1000untukRaju. Untuk donasi bisa langsung ke kotak2 yang akan disediakan atau ke BRI Cab Banda Aceh No rek 0037-01-009153-53-6 a.n Darah Untuk Aceh. Informasi lanjut bisa menghubungi Nuu Husien 082364621699 atau Chikrini 08116803191. (ed)

#CeritaKKN Cara Mudah Berbagi Inspirasi di Tempat Pengabdian

kkn-unsyiahMenjadi seorang mahasiswa tentu banyak kisah-kisah yang tidak bisa terlewatkan, apalagi jika memasuki masa-masa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tepatnya Senin (25/6/2013) lalu, mahasiswa dan mahasiswi Universitas Syiah Kuala pun melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini selama satu bulan ke depan yang ditempatkan di Kabupaten Aceh Besar.

Cerita-cerita menarik teman-teman mahasiswa ini ternyata tidak terlewatkan begitu saja, lewat situs jejaring sosial mereka pun berbagi kisah dan pengalaman disela-sela menunaikan pengabdian bersama masyawarakat. Dengan tagar #CeritaKKN menjadi saksi perjalanan kecil mereka mengarungi kehidupan di gampong-gampong, beraktivitas bersama masyarakat, dan mendapatkan keluarga baru.

Menariknya lagi, Twitter sebagai salah satu sarana berbagi yang mudah bisa memudahkan seluruh mahasiswa di Indonesia untuk bisa saling terhubung lewat tagar tersebut. Akun @kkn4unsyiah pun hadir meramaikan di linimassa, tidak ketinggalan juga ada @KKNSipilDurian yang saling melengkapi.

Dan pastinya cerita ini masih berlanjut, rakan-rakan juga merasakan hal yang sama dengan KKN ini. Silahkan berbagi cerita inspirasi di tagar #CeritaKKN yang bisa juga menjadi aspirasi #suarawarga masyarakat di gampong-gampong. (ed)

Peduli dengan Lagu Anak, Yuk Gabung di #BerbagiCD

#berbagiCD Lagu Anak

Semakin minimnya lagu anak-anak di Indonesia, membuat anak Indonesia dilanda krisis lagu anak. Berkembangnya musik pop dengan lirik dewasa, tentu tidak cocok dengan dikonsumsi oleh anak-anak, dan akan mempengaruhi proses tumbuh kembang anak.

Agar semakin banyak anak Indonesia yang kembali menyanyikan lagu anak, salah satu komunitas MariNyanyi berusaha menciptakan lagu anak-anak yang dapat diunduh gratis di situsnya, yakni www.marinyanyi.com, berdasarkan request dari para orang tua dan guru TK/PAUD.

Untuk memperluas persebaran lagu anak-anak ini, MariNyanyi membuat gerakan “Berbagi CD Nusantara”. Gerakan Berbagi CD Nusantara ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi membuat lebih banyak anak Indonesia nyanyi lagu anak lagi.

Materi dalam CD yang akan disebarkan berisi lagu-lagu anak pilihan yang paling sering diunduh di www.marinyanyi.com, dengan video lirik sebagai sarana belajar untuk anak. Konten lagu yang disebarkan merupakan konten-konten yang dibuat oleh guru dan orang tua, yang berisikan ilmu pengetahuan untuk anak.

Cara berpartisipasi dalam gerakan Berbagi CD Nusantara ini, adalah dengan berdonasi dalam bentuk uang atau CD kosong, yang nantinya akan dikonversi menjadi CD berisi lagu anak-anak, yang akan disebarluaskan ke berbagai daerah di Indonesia. Masa pengumpulan donasi adalah dari tanggal 17 Juni – 17 Juli, dan hasil donasi akan dibagikan pada 23 Juli 2013, bertepatan dengan Hari Anak Nasional.

Yuk, berbagi bersama untuk anak Indonesia! Khusus di Aceh bisa mengumpulkan donasi uang atau CD ke nomor kontak Komunitas @iloveaceh 087895530479 atau ke 085761353789. Selain itu bagi Anda yang ingin menyumbangkan donasi dengan cara transfer juga bisa dikirimkan ke BCA 037 3343 088 (Natalia Eka Jiwanggi) atau BRI 7675 01 001260 53 4 (Natalia Eka Jiwanggi) dengan mengkonfirmasi ke 0878 3931 9080.

Bagi Anda yang punya referensi sekolah / panti asuhan / komunitas yang membutuhkan CD lagu anak-anak hasil donasi Berbagi CD Nusantara? bisa isikan di form yang tersedia di laman http://marinyanyi.com/berbagicd. Mari berkolaborasi untuk anak Indonesia demi mendapatkan lagu yang layak! (ed)

berbagi cd nusantara Aceh

Ini Dia Spot Diving dan Snorkeling di Pulau Weh

Berlibur ke Pulau Weh di Sabang tidak lengkap jika belum memanjakan mata dengan keindahan laut, apalagi kalau bukan melihat aquarium besar yang begitu banyak menyimpan kekayaan alam, mulai dari biota laut yang unik dan aneh-aneh hingga dengan terumbung karang.

Keindahan bawah laut di pantai Sabang bukan rahasia umum lagi, divers alias mereka yang suka menyelam pasti setuju kalau Pulau Weh salah satu situs diving yang paling direkomendasikan tidak saja nasional, tapi juga tingkat internasional.

Dimana saja sih titik diving yang menarik di pulau ujung Sumatera ini, nah ini dia beberapa tempat yang kita rekomendasikan. Yuk disimak tweet-nya.

Bagaimana perasaan Anda setelah melihat beberapa spot di atas, mau menyebur atau mau berlibur ke Pulau Weh? Pastinya seru lho. Sekian dulu informasi tentang titik diving dan snorkeling, pastinya akan ada beberapa tempat yang belum terjamah di pantai Aceh yang menyimpan harta karun kekayaan bawah laut, beri tahu kami ya. (Foto koleksi pulauwehnow.com dan indonesia.travel/ed).

Finally, Salaam Fan Video Release!

Salaam Fan Video is a project of music video which directed by Sami Yusuf fans all around the world, including Aceh has finally released on social media such as YouTube and Vimeo, Tuesday June 11, 2013.

Person in charge of Salaam Fan Video Aceh, Fitriyani apreciated the Aceh youth for their great contribution for introducing Aceh culture through this video.

“The long waiting has finally paid off, the Salaam album has finally released. Thanks for all the support and contribution,” she said.

Fitri is so proud to be given a chance in introducing the Aceh culture, tradition and dancing that has been showed on the video which was directed by Sami Yusuf fans all around the world.

Referring the previous news about the video, the involment of Aceh youth in it gave a great contribution in conveying the message of peace (salaam) all around the world.

The 8 minutes 52 seconds video shot the scenes in 7 different countries, Indonesia, Canada, Germany, Iran, Jordania, Rumania, dan USA which showed us how our world will became a betted place with peace and also the value of unity n peace.

Person in charge of the SYO members music Canada, Amir Tavassoly said by releasing the video, people need to share the same goal that is to create peace, helping and respect each other. (ed/Nurlaila)