Foto-foto di Event ‘Boh Gaca’ Massal

Inilah beberapa foto dari sejumlah inong Aceh yang mengikuti boh gaca (memakai inai) massal di Museum Tsunami Banda Aceh dalam rangka pecahkan rekor MURI yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Minggu (9/6/2013).

Antusiasme inong Aceh di acara 'Boh Gaca' Massal / @iloveaceh

Antusiasme inong Aceh di acara ‘Boh Gaca’ Massal / @iloveaceh

Peserta 'Boh Gaca' Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Peserta ‘Boh Gaca’ Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Pembukaan 'Boh Gaca' Massal / @iloveaceh

Pembukaan ‘Boh Gaca’ Massal / @iloveaceh

Salah satu warga asing menjadi peserta 'Boh Gaca' Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Salah satu warga asing menjadi peserta ‘Boh Gaca’ Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Putroe Bungong 2013 'Afla Nadya'

Putroe Bungong 2013 ‘Afla Nadya’ ikut serta dalam acara boh gaca massal / @iloveaceh

Ribuan Inong Pecahkan Rekor MURI di ‘Boh Gaca’ Massal

Penyerahan Sertifikat oleh MURI kepada Disbudpar Aceh / @iloveaceh

Penyerahan Sertifikat oleh MURI kepada Disbudpar Aceh / @iloveaceh

Dalam rangka program tahun kunjungan Visit Aceh 2013, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi (Disbudpar) Aceh kembali menggelar event yang kali ini bertajuk ‘Boh Gaca’ Massal di Museum Tsunami Banda Aceh, Minggu (9/6/2013).

Sekitar 1300 inong (wanita) di kota Banda Aceh turut hadir dan berpartisipasi dalam acara pemakaian inai (boh gaca) massal yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Peserta yang hadir baik pengukir maupun model diseragamkan dengan balutan kaos ungu.

Ribuan peserta berkreasi mengukir motif aceh di tangan menggunakan inai pasta yang telah disediakan. Sebelumnya acara ini dibuka oleh bapak Adami selaku kepala Disbudpar Aceh dan penyerahan sertifikat MURI.

“Event ini diadakan untuk kembali mengingatkan kita akan kearifan lokal yang menandakan akan dilepas seorang wanita sebagai calon istri. Ini adalah kewajiban kita semua dalam membina dan melestarikan kearifan lokal yang mulai pudar,” sebut Kepala Disbudpar Provinsi Aceh, Adami Umar. (ed/mag)

Belajar Bahasa Aceh dari Buku ‘Geunta’

Ini menjadi kali pertama untuk setiap akhir pekan (Jum’at atau Sabtu) di situs @iloveaceh akan diarsipkan program #bahasaAceh sebagai bentuk tulisan dari Tweet yang telah diupdate. Jika sebelumnya dipakai lewat aplikasi atau situs chirpstory.com, maka kali ini sedikit beda.

Tema malam ini masih umum, seputar belajar bahasa Aceh dari berbagai kata-kata atau pembendaharaan kata yang mulai langka. Dikutip dari buku yang berjudul ‘Geunta’, yakni salah satu buku pelajaran bahasa Aceh tahun 1969 untuk tingkat sekolah dasar. Tidak hanya itu, beberapa padanan (tambahan/pertanyaan) kata lainnya yang datang dari #ATwitLovers juga dibubuhkan disini, sebagai bentuk pengingat berbagai dialek dan jenis kata dari sejumlah bahasa di Aceh.

Ini dia beberap Tweet yang berhasil kami himpun di hari Sabtu (9/6/2013) dengan tagar #bahasaAceh. Selamat membaca kembali.

Demikian belajar bahasa Aceh yang kami rangkum, besar harapan rakan bisa ikut berperan serta untuk setiap akhir pekan dengan cara memberikan topik atau tema yang ingin dibahas dan juga saran-saran yang membangun serta ide untuk program #bahasaAceh ini sangat kami butuhkan. (ed)