Foskadja Gelar Ramadhan Menulis di Jeumala Amal Meureudu

Liza Fathiariani sedang memberikan penjelasan tentang menulis di blog / Dok. PanitiaForum Silaturrahmi dan Komunikasi Alumni Dayah Jeumala Amal (Foskadja) menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Menulis bagi murid Dayah Jeumala Amal di Lueng Putu, Pidie Jaya. Pelatihan menulis bertema “Melalui Tinta Kita Bicara” tersebut berlangsung selama dua hari Sabtu dan Minggu 27-28 Juli 2013.

Ketua Panitia Ramadhan Menulis, Khalid Dahlan, menyebutkan pelatihan menulis diikuti oleh 80 murid Dayah Jeumala Amal. “Untuk materinya kami menghadirkan tiga pemateri yang ahli di bidangnya,” ujarnya, Minggu (28/7/2013) lalu.

Dalam siaran pers disebutkan ketiga pemateri yang dihadirkan oleh panitia yakni Fakhrurradzie Gade jurnalis dari acehkita.com untuk materi Jurnalistik, Husaini Nurdin penulis lepas menyampaikan materi Menulis Fiksi dan blogger Aceh Liza Fathiariani yang memberikan materi tentang Menulis di Blog.

Khalid menyebutkan, kegiatan Ramadhan Menulis digelar untuk menggali potensi menulis di tengah-tengah murid Dayah Jeumala Amal.

“Lewat pelatihan ini kami sebagai alumni ingin memberikan wawasan yang luas tentang dunia tulis-menulis bagi murid Jeumala Amal untuk mengembangkan bakat-bakat menulis yang dimiliki setiap murid,” jelasnya.

Direktur Dayah Jeumala Amal, Tgk M Daud Hasbi saat membuka pelatihan pada Sabtu (27/7/2013) menyebutkan pelatihan menulis yang digelar oleh Foskadja mesti dimanfaatkan secara maksimal oleh murid Dayah Jeumala Amal sebagai pesertanya.

“Dengan menulis akan terus hidup dan tidak akan tenggelam ditelan zaman. Lihat bagaimana tokoh Aceh dulu Ali Hasymy, beliau begitu dikenang sampai sekarang meski sudah tiada. Itu semua berkat dia tekun menulis semasa hidupnya sehingga sampai sekarang pemikiran-pemikiran dan karya-karya beliau masih bisa dibaca oleh siapa pun,” pungkas Daud Hasbi. (rilis)

PIARA Aceh Kunjungi Warga Rohingya di Aceh Jaya

PIARAPusat Informasi dan Advokasi Rohingya Arakan (PIARA) Aceh mengunjungi “Manusia Perahu” yang terdampar di perairan Aceh Jaya Sabtu, (28/7/2013) lalu. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai investigasi awal menyangkut penyebab keberadaan mereka di Aceh.

Dalam kunjungan tersebut PIARA Aceh menyerahkan bantuan berupa makanan, perlengkapan mandi, kebutuhan ibu hamil dan anak-anak yang diserahkan oleh Direktur PIARA Aceh, Yenny Sriwahyuni S.H M.H kepada Syarkawi dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Jaya sebagai penanggung jawab posko penampungan di Panti Asuhan.

Setelah mengamati dan melakukan interview dengan beberapa perwakilan Rohingya di penampungan, diketahui bahwa sebenarnya mereka berangkat dari Malasyia dengan tujuan Australia, bukan dari Myanmar seperti etnis Rohingya yang terdampar di Lhokseumawe, AcehTimur dan Aceh Besar beberapa waktu yang lalu. Bahkan beberapa diantaranya sudah memegang Kartu Pengungsi Internasional dari UNHCR. jadi mereka sudah lama keluar dari Myanmar.

Sebagai informasi, Rohingya Arakan adalah umat muslim yang tinggal di bagian utara Arakan atau negara bagian Rakhine yang merupakan bagian dari negara Myanmar atau Burma, tetapi Myanmar tidak mengakui mereka sebagai warga negara sejak tahun 1982 dengan mengeluarkan Undang-Undang Kewarganegaraan Burma yang tidak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar, mereka hanya dianggap imigran gelap dari Bangladesh.

Tidak adanya pengakuan sebagai warga negara sangat tidak menguntungkan bagi warga Rohingya. Mereka diperlakukan sangat tidak manusiawi, sering mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak keamanan, tidak diperkenankan keluar dari wilayah mereka (penjara kota), tahun 2005 anak-anak Muslim yang lahir tidak boleh mendapatkan akta kelahiran, diskriminasi di bidang pendidikan dan pekerjaan, dan banyak hal buruk lainnya yang tidak pantas mereka terima sebagai manusia, yang menyebabkan mereka memilih untuk meninggalkan tempat kelahirannya sebagai “Manusia perahu”.

Terdamparnya mereka di Aceh sebenarnya telah sering terjadi, namun pengungsi Rohingya kali ini tidak berangkat dari wilayah Rakhine Arakan tetapi mereka yang telah lama tinggal di negara Malaysia, bahkan diantara 64 orang warga Rohingya, terdapat 10 Orang yang telah mendapat pengakuan sebagai Pengungsi Internasional dari badan Internasional yang berwenang yaitu UNHCR. Untuk itulah investigasi yang dilakukan PIARA Aceh agar dapat memberikan Advokasi yang tepat menyangkut status mereka yang berbeda. (rilis)

PIK Ransel Hibur Anak-anak Korban Gempa

DSCF9445Sekitar 250 anak korban gempa Aceh Tengah berkumpul di Masjid Sementara yang terletak di tempat pengungsian Lukup Sabun-Tengah dan Lukup Sabun-Bawah, Kabupaten AcehTengah, selama dua hari, 27-28 Juli 2013, larut dalam canda dan tawa dalam kegiatan trauma healing yang digelar Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Rumah Anak Sehat dan Selamat (Ransel).
Kegiatan yang mengusung  tema “We Care, We Do,We Get”  ini juga berkerjasama dengan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Aceh, dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Bungong Jeumpa yang difasilitasi oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BkkbN) Provinsi Aceh.
“Kegiatan pertama kali yang diusung PIK-Ransel ini dipusatkan di dua titik yang masing-masing titik terdiri dari tiga desa,” ujar Ketua Panitia kegiatan yang juga Duta Mahasiswa Generasi Berencana (GenRe) BkkbN Aceh 2013, Pinka Satria Aqsa.
Pinka menjelaskan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan terhadap bencana.  Untuk itu, pasca bencana gempa bumi pada 2 Juli lalu yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah, bukan hanya penanganan dalam masa tanggap darurat. Tetapi juga perlu penanganan psikososial yang  perlu dilakukan secara khusus.
“Penanganan pasca bencana harusnya difokuskan pada pemulihan trauma. Kemudian ditambah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat  yang diharapkan dapat membantu meringankan beban setelah mengalami musibah tersebut,” sebut Pinka.
Pada trauma healing tersebut, sekitar 250 anak usia 2-12 tahun tidak saja terlibat  berbagai game-game menarik yang dipandu motivator Zarkasi Yusren dan Rahmat Nazillah. Mereka juga mengikuti lomba mewarnai gambar dengan hadiah yang menarik.
“Kami ingin membuat anak-anak di sini ceria. Mereka terhibur dan kita berharap anak-anak Gayo ini bisa sedikit melupakan rasa takut mereka terhadap bencana yang menimpa  orangtua mereka,” sambung Rahmat yang didampingi Zarkasi.
Dari amatan media ini ratusan anak di Kamp Pengungsian Pos 1 Lukup Sabun-Tengah, setelah mengikuti lomba mengambar, larut dalam canda dan tawa saat menonton film kartun berjudul Madagaskar 3. Mereka juga mampu menceritakan kembali kecerian di dalam film kartun yang mereka tonton di depan ratusan anak-anak lainnya.
Di akhir kegiatan psikososial tersebut ditutup dengan serah terima bantuan yang dihimpun organisasi ini selama beberapa pekan terakhir. (Rilis)

Festival Rapa’i Tunang Akan Digelar di Banda Aceh

Imam-Saleuem-GroupSalah satu perhelatan seni terbesar di Kota Banda Aceh akan segera dimulai. Acara yang bertajuk Piasan Seni Banda Aceh 2013 ini akan kembali memeriahkan kota wisata dan budaya pada tanggal 21-24 Agustus mendatang.

Dalam acara ini nantinya akan ditampilkan berbagai kesenian Aceh yang akan dilakoni oleh para pelaku seni dan seniman yang ada di Banda Aceh. Dari beberapa talent yang akan memeriahkan acara ini adalah Komunitas Saleuem Group yang akan menggelar Festival Rapa’i Tunang.

Festival yang akan berlangsung sejak 20-21 Agustus mendatang ini nantinya akan menjadi titik balik kemajuan rapa’i di Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Imam Juaini selaku koordinator acara.

“Festival rapai’i ini digelar sebagai bentuk penghargaan terhadap nila-nilai seni lokal yang telah ditinggalkan oleh indatu untuk terus menjadi ikon Aceh dimata dunia,” ujar Imam kepada @iloveaceh, Senin (29/7/2013).

Festival ini nantinya juga akan menjadi salah satu bentuk ikon pada perhelatan Piasan Seni mendatang. “Kesenian rapa’i yang sempat tergerus oleh musik-musik modern ini diharapkan bisa kembali menjadi suatu ikon budaya khas Aceh yang terus dikembangkan,” tambah Imam yang juga Ketua Komunitas Saleuem Group.

Sementara itu, sampai saat ini sudah ada beberapa komunitas yang berkembang dibagian rapa’i dan mulai digalakkannya kembali. Namun sayangnya saat ini masih sangat minim panggung apresiasi untuk masyarakat/komunitas untuk perform.

“Jika dilihat dari perkembangannya selama ini, rapa’i masih perlu pendalaman dan perkembangan lagi, karena dalam konteks Aceh rapa’i memiliki power yang cukup besar. Rapa’i merupakan ciri khas Aceh yang tidak kita temui di daerah lain, walaupun ada persamaan dengan timur tengah namun rapa’i memiliki nilai dan ciri khas sendiri, oleh karenanya rapa’i perlu diangkat sebagai sebuah menjadi ciri khas ke-Acehan”, tambahnya.

Imam juga menambahkan, kedepan acara rapa’i yang akan digelar ini tidak hanya menjadi agenda musimam atau event tahunan. “Semoga acara ini bukan hanya event yang musiman, namun ada tindak lanjutan kedepannya. Kita harap agar seni rapai’i ini dijaga dan diwarisi untuk generasi kedepan, karena jika tidak maka musik etnik ini akan terus tergerus oleh musik-musik modern”, tutup Imam. (pry)

Tiket Pesawat Promo Hanya di @SaudagarTicket

Tidur dalam pesawatMudik lebaran atau diwaktu-waktu hari besar sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia, terlebih pada bulan puasa seperti saat-saat hendak menjelang Idul Fitri akan membludak.

Sarana transportasi pun menjadi bagian yang tidak bisa lepas disaat kita akan mudik, baik jalur darat, laut, ataupun udara. Kini khusunya untuk jalur transportasi seperti pesawat ternyata juga banyak diburu orang, terlebih bagi mereka yang ingin lebih hemat dalam waktu perjalanan.

Tidak ayal, berburu tiket pesawat murah atau pun promo menjadi kebiasaan lazim yang ditawarkan oleh maskapai hingga pada agen travel. Kemudahan teknologi informasi dan sosial media juga menjadi salah satu alat untuk kita mencari informasi tiket-tiket murah.

Saudagar Ticket salah satu member dari Basmalah SC, yang juga partner Komunitas @iloveaceh juga menawarkan hal yang sama kepada pelanggannya untuk mendapatkan tiket promo dan murah.

Lewat akun Twitter @SaudagarTicket, informasi tiket pesawat dengan harga khusus (potongan harga) secara rutin dibagikan kepada warga Aceh yang berada di seluruh tanah air. Khusus bagi Anda masyarakat Aceh, Saudagar Ticket juga menawarkan sistem verifikasi untuk memudahkan dalam mendapatkan tiket dengan potongan harga khusus.

“Kita terapkan teknis verified system, maksudnya sebelum mendapatkan harga khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat Aceh, calon penumpang bisa terlebih dahulu melakukan scan KTP lalu dikirimkan ke email saudagarticket@gmail.com, setelah itu kami akan melakukan re-check lalu status berubah menjadi Verified Success (VS). Saat status VS, maka mereka sudah berhak mendapatkan potongan harga khusus,” ungkap terperinci Muhammad Teguh yakni pemilik Saudagar Ticket.

Menurut Teguh, keunggulan yang ditawarkan @SaudagarTicket kepada penumpang adalah menyediakan harga khusus atau potongan harga tiket pesawat untuk semua tujuan rute domestik di Indonesia. “Tujuan kita memberlakukan sistem seperti ini untuk meringankan beban transportasi anak-anak (mahasiswa, red) Aceh yang ingin pulang kampung atau mudik,” sebutnya.

Tertarik untuk mendapatkan tiket promo murah dengan potongan khusus untuk perjalanan mudik atau wisata, follow saja akun @SaudagarTicket untuk informasi lebih lanjut bisa juga hubungi 085260408066. (ed)

Gerakan #BerbagiCD Warnai Hari Anak Nasional

Berbagi CD di TK Desa Piji, Kec. Bagelen, Kab. Purworejo / @Lagu_AnakHari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli menjadi momen tersendiri bagi gerakan berbagi CD Nusantara yang dipelopori oleh Komunitas Marinyanyi.com yang telah digagas sejak 17 Juni lalu hingga 19 Juli.

Gerakan yang ditandai dengan tagar #BerbagiCD ini akhirnya berhasil mengumpulkan 2.457 keping CD yang siap dibagi kepada anak-anak seluruh Indonesia. “Ternyata masih ada donasi yang masuk nih kak! Jadi total CD yang akan dibagikan menjadi 2.457 keping CD. aaaaak senangnyaaaa,” tulis di akun @Lagu_Anak.

Di Aceh sendiri, yang diwakili oleh Komunitas @iloveaceh yang ikut sebagai partner juga berhasil mengumpulkan 100 keping CD dan Rp100.00,- hasil sumbangan dari berbagai pihak dan juga mahasiswa.

“Alhamdulillah untuk di Aceh kita berhasil mengumpulkan 100 CD dan 100 ribu, donasi ini kita kumpulkan dari teman-teman mahasiswa dan masyarakat yang peduli dengan kondisi lagu anak,” ujar Putra Rizki selaku koordinator berbagi CD di Aceh.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan HAN di Gedung Smesco UKM di Jakarta, Selasa (23/7/2013) juga menyampaikan beberapa pesan untuk anak-anak terus belajar, rajin beribadah, dan berolahraga.

“Kepada anak-anakku yang berusia praremaja dan remaja, Pak SBY berpesan kalian menjauhi narkoba dan menghindarkan diri dari berbagai aktivitas tidak baik dan tidak bermanfaat. Di era keterbukaan informasi dan majunya teknologi media, Pak SBY berpesan agar kalian tidak terpengaruh dan tergiur oleh materi media yang negatif serta hiruk pikuk budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai dan kepribadian bangsa,” kata Presiden.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak. Mereka diminta terus memperhatikan anak-anak. Sekali lagi selamat Hari Anak Nasional dan juga terima kasih kepada Marinyanyi.com. (ed)