Film Gayo dan Jerman Diputar di Lajar Tantjap Taman Sari Malam Ini

Setelah sukses memutar film Desaku di Ufuk Barat dan Keumala pada Jum’at (23/8), malam ini akan ada seri pemutaran film lanjutan di rangkaian acara Piasan Seni Banda Aceh 2013. Acara yang dipusatkan di Halaman Selatan Taman Sari akan dimulai pada pukul 20:30 WIBA.

Kiki, mewakili pengelola Lajar Tantjap Taman Sari, mengatakan bahwa hari ini film yang diputar bertemakan “Identitas dan Tanah Air”. “Ada dua film yang nantinya akan diputar yaitu Ceh Kucak Gayo, karya Nan T. Achnas, tahun produksi 1996, dengan durasi 30 menit. Selanjutnya, adalah film Jerman berjudul Almanya Welcome to Germany (Willkommen in Deutschland), karya Yasemin Samdereli, tahun produksi 2011, dengan durasi 101 menit,” terang Kiki dalam rilisnya yang diterima @iloveaceh.

Pemutaran ini tanpa menggunakan karcis masuk. Penonton bebas menonton sembari duduk di kursi atau lesehan di rumput. Film pertama, Ceh Kucak Gayo, adalah film dokumenter berkisah tentang seorang ceh Didong cilik di tanah Gayo, yang memiliki bakat lahir bersuara indah lagi merdu untuk melantunkan syair-syair didong yang membuat namanya kian diperhitungkan oleh kelompok-kelompok Didong di Takengon.

Selanjutnya, atas dukungan Goethe Institute Jakarta, film yang diputar adalah film Jerman. Film berjudul Almanya Welcome to Germany (Willkommen in Deutschland) yang bersubteks bahasa Inggris ini adalah sebuah drama komedi lintas budaya yang menarik tentang tiga generasi Jerman-Turki. “Almanya” adalah kisah sebuah keluarga kelahiran Turki yang telah puluhan tahun menetap di Jerman yang berangkat bersama ke tanah air mereka. Bergerak di masa lalu dan sekarang, perjalanan penuh kenangan, argumen dan rekonsiliasi, sampai perjalanan keluarga ini mengambil yang tidak terduga. (rel)

Mahasiswa Sosiologi Unsyiah Gelar Sosialisasi Perdamaian

An Acehnese Man Rides His Bike Past Free Aceh Movement Rebels

Mahasiswa Sosiologi FISIP Unsyiah melakukan Program Perdamaian Pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Bekas Konflik di SDN Bueng Cala, Aceh Besar, Senin (19/08/2013). Program ini dilaksanakan atas hasil kerjasama Universitas Syiah Kuala dengan Direktorat  Jenderal Tinggi (Dikti) Kemendikbud melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M).

Program ini merupakan bentuk dari kepedulian mahasiswa terhadap perdamaian di Aceh khususnya dengan mengubah mindset masyarakat anak sekolah dasar dalam memaknai perdamaian.

“Kita mencoba membangun karakter yang paham dan cinta akan kedamaian pada diri setiap anak sejak usia belia dan melahirkan  generasi yang dapat mengkampanyekan pesan-pesan perdamaian pada anak-anak seusianya melalui program ini” ” Ujar Putra Rizki Youlan Radhianto, Ketua Pelaksana kepada @iloveaceh.

Seperti pantauan terlihat acara yang disambut antusias oleh ratusan siswa-siswi SDN Bueng Cala dimulai dengan pemberian materi seputar perbedaan dan perdamaian. Lalu dilanjutkan oleh Peace Edugames, menceritakan kembali sejarah panjang konflik Aceh dan pengenalan tokoh-tokoh perdamaian Aceh serta pemilihan Tunas Muda Perdamaian 2013.

“Dengan Adanya Pemilihan Tunas Muda Perdamaian diharapkan mereka akan menjadi role model bagi generasi Aceh selanjutnya” tambahnya.

Ryan dan Syiba Tunas Muda Perdamaian 2013

Setelah penilaian secara mendalam akhirnya dewan juri yang terdiri dari Meina Tursia, Dara Hilda Maisyita dan Putra Riski Youlan R menetapkan Ryan dan Syiba sebagai Tunas Muda Perdamaian 2013.

“Keduanya setelah dilakukan penilaian mampu menyerap dan menyampaikan materi-materi yang diberikan oleh Tim PKM. Kita juga melihat perilaku mereka selama menjadi nominator” Ujar Meina Tursia yang juga Ketua Dewan Juri.

Nantinya Tunas Muda Perdamaian ini akan dibawa ke sekolah-sekolah lainnya untuk dijadikan sebagai model perdamaian sehingga setiap siswa-siswi lainnya mempunyai kesempatan untuk mengeyam ilmu perdamaian dan negoisasi agar tercipta generasi Aceh tanpa konflik.

Kemudian acara ditutup dengan sesi foto bersama dan juga cap tangan sebagai bentuk garansi perdamaian di Aceh oleh seluruh peserta dan juga guru-guru SDN Bueng Cala.(rma)

Marwan Akan Launching Album Terbarunya “Layla”

Pada acara Piasan Seni Banda Aceh, Rabu (21/8/2013) mendatang, penyanyi Aceh Marwan L akan launching album slowrock alternatifnya di sela-sela kegiatan piasan seni yang dipusatkan di Taman Sari Kota Banda Aceh.

Marwan yang dijumpai @iloveaceh pada saat technical meeting bersama panitia piasan seni di rumah budaya Ibnu Sa’dan menyebutkan launching album terbarunya tersebut akan melibatkan juga penggemarnya Marwan Lovers.

“Pada saat piasan seni nanti akan ada launching album baru slowrock alternative, dan sekitar 200-an Marwan Lovers akan hadir memeriahkan launching album ini,” ujar Marwan.

Launching yang akan dilakukan dipanggung Apresias Seni tersebut juga akan ada penjualan perdana di stand pameran Diva Star Entreprise dengan harga yang terjangkau.

“Untuk CD-nya bisa didapatkan di Stand kami Diva Star Enterprise yang mulai dibuka pada tanggal 21 Agustus mendatang”, kata Elvira Arsyad produser Marwan L.

Marwan mengatakan, Piasan Seni mendatang bukan hanya menampilkan seni dan seniman, namun juga sebagai ajang promosi seni dan budaya Aceh yang selama ini cenderung stagnan tanpa perkembangan, oleh karenanya perlu diadakan event sekelas piasan seni demi keberlangsungan seni di Aceh yang sudah saatnya go Internasional.

“Semoga melalui ajang Piasan Seni ini dapat memperkenalkan keberagaman seni Aceh, dan juga menghantarkan seni Aceh ke mata dunia”, tutup Marwan. (pry/ed)

Moritza Thaher Akan Tampil Kolosal di Piasan Seni Banda Aceh

Musisi Aceh Moritza Taher akan ikut ambil bagian dalam gelaran acara Piasan Seni Banda Aceh 2013 mendatang di Taman Sari.

Lelaki yang akrab disapa Momo ini menjelaskan untuk tahun ini akan menampilkan penampilan yang berbeda dari tahun sebelumnya. “Kita akan tampil secara kolosal dengan beberapa materi lagu tradisi yang siap berkolaborasi dengan teman-teman musisi lainnya,” sebutnya kepada @iloveaceh, Rabu (14/8/2013).

Ditanya mengenai lagu-lagu apa yang dipersembahkan untuk pecinta musik di Aceh, Momo membeberkan sejumlah judul seperti lagu andalan Pho yang sudah dikenal luas, Piasan Raya, serta beberapa lagu lainnya.

“Ada sekitar 7 lagu yang akan kita bawa nantinya, seperti Pho, Piasan Raya, Saleuem, dan masih banyak lainnya. Tentunya semua penampilan ini akan kita kolaborasi dengan Combo Orkestra hanya khusus di Piasan Seni Banda Aceh nanti,” tambahnya.

Penasaran dengan penampilan dari Moritza Thaher bersama Combo Orkestra, jangan lupa hadir di Panggung Utama Piasan Seni Banda Aceh Taman Sari. (ed)

Yuk, Ikut Lomba Lukis dan Baca Puisi di Piasan Seni Banda Aceh

Piasan Seni Banda Aceh 2013Gelaran Piasan Seni Banda Aceh 2013 sebentar lagi akan berlangsung, tidak saja menampilkan sejumlah kesenian tradisional dan modern. Sejumlah aneka lomba juga akan ikut memeriahkan perhelatan ini yang akan dimulai sejak 21 hingga 24 Agustus 2013 mendatang di Taman Sari Banda Aceh.

Adapun lomba yang akan diperlombakan, yakni lomba lukis untuk anak-anak tingkat SD/MI dengan mengangkat tema “Keceriaan Kota Banda Aceh” serta lomba baca puisi tingkat pelajar SMA/sederajat yang nantinya mengambil tempat di Taman Sari, Sabtu (24/8/213) mulai dari pukul 09.45 WIB s.d. 11.30 WIB .

Untuk peserta lomba tidak dipungut biaya alias gratis, sementara untuk hadiah panitia menyediakan piala tetap, piagam, dan juga dana pembinaan. Bagi bapak/ibu guru yang ingin mendaftarkan anak-anak didiknya dan ketentuan lomba lukis bisa dilihat syarat dan ketentuan disini dan lomba baca puisi bisa dilihat disini.

Informasi lanjut dan pertanyaan bisa menghubungi Teuku Ilham (0852 7768 7621) atau Kurniawan (085260082391).

Menjemput Semangat Bersama Komunitas (2)

bukabareng12Oleh Aulia Fitri

Setelah melewati hari-hari indah di Jakarta bersama teman-teman komunitas, perjalanan sederhana ini pun berlanjut ke kota raja-raja, Banda Aceh. Masih dalam ritual sama, berkumpul, bercerita, melanjutkan apa-apa yang bisa digerakkan bersama. Momen Ramadhan setahun sekali memang menjadi waktu yang indah untuk bersilaturrahmi, agenda buka puasa bersama menjadi salah satu titik temu pegiat komunitas bersama anak-anak muda Banda Aceh.

Lalu lintas sore itu memang begitu padat, wajar saja setelah adzan Ashar suasana jalan di Aceh pada umumnya akan sedikit padat dari hari biasanya. Sabtu (27/7/2013) menjadi hari penantian bersama bagi teman-teman lintas komunitas di Banda Aceh untuk berkumpul di sebuah warkop Grand Aceh Kupi (New Rex Cafe) Batoh, Banda Aceh.

Sesi-sesi perkenalan kecil pun terjadi, mulai dari Orang Tua Asuh Penyu (OTAP) Aceh yang disampaikan oleh Ferzya secara sekilas. Komunitas yang dibentuk secara sukarela oleh berbagai kalangan ini pun begitu antusias terhadap populasi penyu di Aceh terlebih telur-telur penyu yang sering dikonsumsi bahkan hingga dalam perdagangan.

Uniknya, teman-teman OTAP Aceh bisa membuat solusi kreatif dengan cara menjadi orang tua asuh yang bekerjasama dengan petugas salah satu penangkaran penyu yang berada di Lampuuk, Aceh Besar.

“Siapa saja boleh jadi orang tua asuh penyu, modal kita bisa dengan membeli telur penyu sampai dengan investasi untuk merawatnya,” ujar si pemilik akun @ferzyaya.

Perkenalan pun terus berlanjut, dari satu komunitas ke komunitas lainnya. Tidak ketinggalan blogger pun ikut memperkenalkan diri secara personal. Ari Murdiyanto atau dikenal dengan @buzzerbeezz pun berbagi kisah singkatnya hingga jatuh cinta dengan Aceh, berkat hobi menulis di blog hingga gowes (trekking) dengan teman-temannya, anak muda asal Jawa Tengah ini pun sempat menjadi juara utama di lomba National Geographic Indonesia, keren tak!

Semangat mas Ari ini tentu patut ditiru, dimana tanah dipijak disitu pula langit dijunjung.

Tidak ketinggalan sesi hiburan juga muncul disela-sela sharing, Zarial Akbar alias Gegem tampil ke depan membuat suasana kocak. Kepopuleran Stand Up Comedy yang sedang ngetren saat ini pun bukan soal hiburan sebelah mata, Gegem yang ditemani Kassa Adhica selaku punggawa @StandUpIndoBNA juga berbagi kisah mereka dalam menyampaikan pesan-pesan lewat aksi “ngestand” alias berdiri.

“Ada banyak hal yang bisa kita sampaikan lewat jadi seorang komik, mulai dari semangat anak muda, hingga kritikan dalam membangun sesuatu yang lebih positif,” begitulah kira-kira pesan yang disampaikan Kassa saat sesi tanya jawab.

Waktu terus berlalu, suara riuh jalan pun begitu terasa. Namun, suasana akrab masih saja menyelimuti pertemuan sekitar 50 orang anak muda ini.

#BukaBarengILA Lintas Komunitas Banda Aceh / @iloveacehAda juga Teuku Farhan yang mewakili dari komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Indonesia berbagi ide-ide menarik seputar kegiatan-kegiatan MIT yang terus menyentuh dan bersosialisasi dengan masyarakat, terjun ke sekolah-sekolah, hingga membuat berbagai program edukasi untuk memelekkan teknologi warga di Banda Aceh dan sekitar.

“Hampir dari setiap komunitas yang ada di Aceh, kita bisa saling berkolaborasi dengan semangat yang saling sinergi. Contoh mudahnya seperti membaca buku-buku karya penulis di Aceh lalu mereview dan menulis di blog dan masih banyak cara-cara lain tentunya,” ujar Teuku Farhan yang kini juga dipercayakan sebagai koordinator MIT.

Masih begitu banyak kisah lainnya, seperti dari komunitas Banda Aceh Membaca yang terilhami dari pendirinya (Muhib) yang malas membaca, malah membuat gebrakan harus giat membaca. Ada juga dari Backpacker Aceh, jiwa petualang dengan sejuta kisah lika-liku menyusuri tempat-tempat yang tidak pernah dilalui orang berhasil mereka angkat ke permukaan (lewat media blog) yang tentunya sangat membantu dalam promosi wisata, tidak hanya itu tentu bisa membangkitkan perekonomian kampung setempat jika dikelola dengan baik.

Menarik, energik, itulah kata-kata yang bisa dilukiskan. Semangat #positifkanAceh memang begitu jelas terlihat, tidak saja omong kosong yang di-cet-langet-kan, melainkan bukti-bukti yang terus digarap. Terlebih dengan kehadiran komunitas Blogger Aceh, yang sudah lama saya geluti juga telah membawa dampak dimana sudut nanggroe ini kami raba dengan peninggalan-peninggalan yang ada.

Citra Rahman misalnya, blogger sekaligus backpacker ini tidak pernah surut semangat untuk menjangkau tempat-tempat menarik yang didatanginya dengan menulis di blog. Hasilnya pun mampu membuat dirinya pergi ke Malaysia, jalan-jalan di beberapa kota Indonesia dengan fasilitas gratis.

Kini, kehadiran akun publik selain @iloveaceh pun menggeliat bak jamur di musim hujan. Akun @iloveacehjaya dengan segelintir orang-orang yang peduli dengan kabupatennya ini menjadi bagian yang tak terpisahkan juga turut serta berbagi informasi. “Kita tahu di Lamno, Calang, dan beberapa daerah lainnya di Aceh Jaya penuh potensi, kita bisa mulai dari sosial media karena itu kami buat akun ini,” sebut Munizar salah satu adminya.

Foto bersama #BukaBarengILA Lintas Komunitas / @iloveacehYang tidak ketinggalan juga kehadiran komunitas Couchsurfing Aceh yang telah mendunia, dengan membawakan konsep jejaring sosial, anak-anak muda ini saling menghubungkan pertemanan antar sesama traveler atau wisatawan di seluruh dunia. Saling terhubung satu sama lain dengan mengenalkan sembari memberikan kemudahaan dalam bentuk hospitality, mereka ini juga membantu mengenalkan Aceh pada dunia, hal yang senada ini pula dilakukan oleh teman-teman Aceh Adventure dengan memberikan akses terbaru kalau Aceh tidak saja terkenal dengan keindahan pantai atau laut, tapi juga alam dan panorama yang begitu penuh tantangan untuk bisa dijelajahi.

Sekali lagi, mungkin tidak semua kisah teman-teman komunitas ini bisa saya tuliskan dengan baik disini. Tapi, dari sekian cerita singkat pertama hingga kedua ini, saya pun merenung kembali semangat bersama komunitas yang telah dilalui saat momen Ramadhan bukanlah awal atau pun akhir, melainkan proses untuk bisa terus terbina dengan berbagai cara, inovasi, kreativitas, bahkan hingga semangat yang bisa ditularkan kepada lainnya tidak saja di Banda Aceh, semoga saja tercipta kolaborasi di Aceh pada umumnya.

Sampai jumpa dilain kesempatan, menjemput semangat bersama teman-teman komunitas akan tetap kita lanjutkan. Untuk setiap generasi pasti ada masanya, semoga saja masa-masa muda bisa terus menghasilkan karya dengan kecintaian dan hasil nyata. Terima kasih untuk hari-hari indahnya. (selesai)

*Empunya blog OWL dan pelaku di akun @hack87