Bandara SIM, Salah Satu Bandara dengan Toilet Terbersih di Indonesia

foto mojourneyphoto.blogspot.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali merilis 20 bandara dengan toilet terbersih di Indonesia, Kamis (26/9) lalu. Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru dinobatkan sebagai bandara dengan toilet umum terbersih di Indonesia dan berhasil menyabet juara pertama penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Bandara Internasional/Nasional 2013. Sementara toilet Bandara Sultan Iskandar Muda yang berada di Blang Bintang, Aceh Besar menempati peringkat ke-8.

Bandara Sultan Syarif Kasim berhasil meraih nilai 89,62 itu mengalahkan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, yang harus puas berada di posisi ke dua, disusul oleh Bandara Juanda di Surabaya yang menempati posisi ketiga di nilai 79,82.

Mari Elka Pangestu mengatakan pemberian penghargaan tersebut dilakukan untuk menciptakan budaya bersih di masyarakat khususnya dalam membangun, mengelola dan menggunakan toilet umum sehingga menciptakan citra positif di mata wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Selain itu, juga menjadi bagian dari kampanye Sadar Wisata Sapta Pesona yang terdiri dari unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.

Penilaian dalam penghargaan ini dilakukan oleh tim juri dari Kementerian perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Pemerhati Toilet dan Media. Tim juri melaksanakan penilaian langsung dengan mendatangai 20 bandara yang masuk dalam kategori dalam minggu pertama bulan Mei sampai dengan awal Agustus 2013. (ed)

Inilah daftar bandara dengan toilet terbersih tersebut:

Peringkat

Nama Bandar Udara

Pengelola

Skor

Bintang

I

Sultan Syarif Kasim II-Pekanbaru

AP II

89,62

4

II

Soekarno-Hatta-Cengkareng

AP II

82,62

4

III

Juanda-Surabaya

AP I

72,92

3

IV

Sultan Hasanuddin-Makasar

AP I

77,23

3

V

Ngurah Rai-Denpasar

AP I

76,27

3

VI

Ahmad Yani-Semarang

AP I

76,18

3

VII

Sultan Mahmud Badaruddin II-Palembang

AP II

75,91

2

VIII

Sultan Iskandar Muda-Aceh

AP II

75,88

2

IX

Halim Perdanakusuma-Jakarta

AP II

75,74

2

X

Bandara Int’l Minangkabau-Padang

AP II

75,60

2

 

BEM FH Unsyiah dan PII Perguruan Tinggi Gelar Konferensi dan Seminar Internasional

logo-amylcBadan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Fakultas Hukum Unsyiah bekerja sama dengan PII Perguruan Tinggi kota Banda Aceh akan menggelar Aceh Malaysia Youth Leader Conference (AMYLC) dan Seminar Internasional pada tanggal 5-6 Oktober 2013 bertempat di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, yang dijadwalkan akan diikuti dua negara yaitu Aceh (Indonesia) dan Malaysia. Seminar ini sendiri mengambil tema “Mempersiapkan Daya Saing Pemimpin Muda Aceh Menuju ASEAN Community 2015”.

Pemateri pada seminar internasional ini adalah mantan presiden RI ke-3 yaitu bapak Prof. DR (HC).Ing. Dr. Sc. Mult. B.J. Habibie, Prof. Tan Sri Dato’ Zulkifli Abdul Razak (Presiden Persatuan Rektor Universitas Se-Dunia), turut hadir pula Prof. Dr. Abdul Razak Ahmad (Penasehat Kementerian Pendidikan Malaysia), dan Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng (Rektor Universitas Syiah Kuala).

Seminar Internasional ini merupakan salah satu paket acara dari Aceh-Malaysia Youth Leader Conference (AMYLC) 2013, dimana setelah dilaksanakan seminar internasional dilanjutkan lagi dengan konferensi mahasiswa dari dua negara yang nantinya akan dideklasrasikan AMYLC. Dua acara ini diselenggarakan pada tanggal 5-6 Oktober 2013.

Teuku Zulman Sangga Buana selaku ketua panitia acara mengungkapkan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk membuka wawasan masyarakat Aceh, khususnya generasi muda untuk sesegera mungkin mempersiapkan diri untuk menghadapai ASEAN Community 2015.

Peserta AMYLC sendiri yaitu perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Aceh dan Malaysia, juga diikuti oleh perwakilan Ormas dan OKP yang ada di Aceh.

Acara ini disponsori Kementerian Pendidikan Malaysia, Universiti Malaysia Terengganu, dan I Need A Coffee, serta didukung pula oleh IMAGE Adveritising dan Hom Hai.

Bagi masyarakat umum, siswa atau mahasiswa ingin mengikuti seminar internasional ini dapat mendaftarkan diri di sekretariat panitia AMYLC yaitu di sekretariat BEM Fakultas Hukum Unsyiah atau dapat menghubungi 0852 1101 1432 (Zul Fazli) dan follow @AMLYC_2013. Info lebih lanjut dapat mengunjungin website www.amylc.org. (rel/ed)

Banda Aceh Participate in all of Sixth Aceh Culture Festival Competition

Banda Aceh government has been fixed that Banda Aceh will take a part in all of Aceh Culture festival competition that will hold on September 20-29, in Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh. The statement was said by Head of Banda Aceh Public Relation, Mr. Marwan Jalil in banda Aceh.

Marwan said that the competition such as traditional fashion show, culture parade, saman dancing, kaligrafi, traditional marriage ceremonial, rapai geleng dancing, geunteut trieng game, galah game, guelayang tunang, suson ranup, jigsaw and chisel art, folksy theatre, choir, zikir maulid, rebana, seudati, and ranup lampuan dancing.

“Participant has prepared for two months. They improved their performance than before. We optimist we will get win for this year” Marwan said to Ajnn.net, Tuesday (17/09/2013).

Marwan also said, they completed all of needed. They also coordinated with PDAM, Satpol PP/WH, DK3, and other department to succeeded this event. (dev/ajnn)

Preparing of Sixth Aceh Culture Festival has been 90% Finished

logo-PKA-6Preparing of sixth aceh Culture festival has been finished more than 90%, committee either every booth and bridge of representative district of Aceh, Tuesday (17/09/2013).

It has said by head of Aceh Culture and Tourism department, Adami Umar while preparing of medley dancing in front of main stage in Aceh Culture festival venue.

Adami also said that all of member in Aceh Culture festival that derived from every district, they will arrive this night in Banda Aceh with their all equipment. “In admistration 100% has finished” he said.

“Preparing of opening ceremony has been completed, refer to planning of corheo. All of preparing has to finish before opening ceremony are going to hold,” Adami said. (dev/atjehlink)

Kisah Dara Aceh Evawani Efliza di World Muslimah 2013

evawani-eflizaSetelah berhasil lolos menjadi 20 besar World Muslimah 2013, Evawani Efliza dara asal Aceh yang saat ini masih mengikuti masa karantina hingga 17 September mendatang di Subang, Bandung berbagi kisahnya bersama @iloveaceh.

Dara yang akrab disapa Eva ini mengaku bersyukur bisa masuk dalam 20 besar finalis dan bertemu dengan sejumlah peserta lainnya dari berbagai negara, dan mereka pun diperkenalkan kepada publik dalam sebuah acara press conference oleh panitia World Muslimah Foundation (MWF) beberapa waktu lalu di FX Mall, Jakarta.

“Ini merupakan acara untuk mengenalkan para finalis World Muslimah kepada publick (public expose),” sebut mahasiswi Psikologi di Universitas Mount Royal Calgary, Kanada tersebut.

Selama masa karantina Eva juga menyebutkan aktivitas sehari-hari para finalis sangat berkesan, mulai dari pagi hingga malam digembleng dengan sejumlah kegiatan positif.

“Setelah melakukan press conference di Jakarta, sorenya para finalis langsung diberangkat ke Bandung untuk menjalani proses karantina di sana. Kami menghabiskan waktu tiga hari di sana. Setiap paginya kami diharuskan bangun malam pukul 3.30 WIB untuk melaksanakan shalat tahajud berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan shalat shubuh lalu aktivitas-aktivitas lainnya pun mengikuti,” cerita Eva yang saat ini masuk sebagai nominasi 5 besar leader pengajian Alquran, yang akan mengawali opening caremony Malam Grand Final nanti, Rabu (18/9) malam di Balai Sarbini, Jakarta.

Eva juga menambahkan, yang membuat terkagum dengan 3rd Annual Award of World Muslimah tahun ini adalah inspirasi dari founder dan CEO World Muslimah, Ms. Eka Shanty. “Beliau terus mengingatkan kepada para finalis, jika ingin terkenal, maka bukan di sini tempatnya. Ajang ini lebih berfokus pada perbaikan karakter, menambah pengetahuan tentang Islam”, sebutnya.

Lebih lanjut Eva juga senang bisa berinteraksi dengan sesama finalis yang betul-betul bisa merasakan akrabnya persaudaraan. “Selama masa karantina diantara sesama finalis tidak ada yang namanya jealousy dan cat fighting (pertengkaran dua orang wanita, red). Disini saya benar-benar terasa persaudaraannya,” jelasnya.

Jangan lupa untuk dukung Evawani Efliza di World Muslimah 2013 sebagai terfavorit, bisa klik disini, lalu vote dua kali sampai keluar kata sukses. (ed)

#MITGoes2School Bareng Lintas Komunitas Kunjungi SMA 8 Banda Aceh

ILATeam Goes to School bareng MIT Indonesia / @antoniogayoBeberapa komunitas yang tergabung dalam kegiatan #MITGoes2School, Jum’at (13/9) kemarin mengunjungi SMAN 8 Banda Aceh untuk memperkenalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang positif dan produktif.

Kegiatan sosialisasi IT yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB juga dihadiri berapa komunitas yang berhubungan dengan TIK, seperti MIT Indonesia, @iloveaceh, keswaID, dan LevatoID.

Komunitas @iloveaceh yang tergabung dalam #ILATeam diberikan waktu sekitar 45 menit menyampaikan materi seputar Social Media, khusunya mengangkat tema ‘Social Media (sehat) untuk Pelajar’.

“Topik yang kami angkat tentunya seputar Social Media, khususnya mengangkat tema ‘Social Media (sehat) untuk pelajar’. Sosialisasi ini memang kami rancang interaktif dan dengan suasana yang asik, bebas tapi sopan. Karena dalam geliatnya Social Media juga tempatnya kita berekspresi secara bebas, tapi tetap harus sopan sesuai dengan kode etik netizen,” jelas M Antonio Gayo, selaku Marketing & Creative Development di #ILATeam Management.

Kampanye internet sehat ini dimulai dengan pengenalan profil komunitas @iloveaceh, kode etik dalam Internet (social media), positif negatif internet (social media) dan sesi sharing interaktif seputar social media.

Kegiatan #MITGoes2School ini mendapat sambutan baik dari perangkat OSIS dan siswa-siswi kelas yang terpantau di linimassa/timeline akun twitter @iloveaceh.

Tentunya diharapkan #MITIGoes2School ini bisa terus berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya untuk mengenalkan penggunaan IT yang produktif dan positif. (ed/ant)