Kampung IT Cot Baroh di Pidie Terkendala Anggaran Operasional

Laman resmi Gampong Cot Baroh (ist)Tidak tersedianya anggaran operasional yang memadai, akhir membuat laman daring Gampong Cot Baroh (gampongcotbaroh.desa.id) yang berada di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie akan berhenti beroperasi.

Hal tersebut disampaikan oleh admin pengelola, Selasa (28/1/2014) kepada @iloveaceh lewat jejaring sosial Facebook. “Untuk saat ini belum ada anggaran operasional khusus dari Pemerintah Gampong/Desa di sebabkan karena Pemerintah Gampong/Desa tidak paham masalah IT (tik, website, dll),” tulis di akun Gampong Cot Baroh tersebut.

Pihak pengelola laman resmi salah satu kampung IT di Pidie ini mengaku masih mengalami kesulitan terkait aparat desa yang juga belum mumpuni soal teknologi informasi. “Jadi belum ada alokasi anggaran, untuk membuat Pemerintah Gampong/Desa agar mengerti masalah Tik harus melalui proses panjang dan matang dengan cara step by step,” tambahnya.

Salah satu pengelola, Safwatur Rahman juga mengakui dari Geuchik setempat juga tidak ada alokasi dana (pulsa, -red) untuk akses jaringan internet, sehingga pihak mereka membuka peluang untuk mencari donatur atau sukarelawan yang ingin turut andil dalam pengembangan IT di desa setempat.

“Semoga ada donatur yang berjiwa meuseuraya (gotong royong) untuk membantu pengembangan IT di Gampong Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Situs web Gampong Cot Baroh http://gampongcotbaroh.desa.id, Email Gampongcotbaroh@gmail.com,” harapnya.  (ed)

Komunitas “Learning TOEFL for Free” Bukan Pendaftaran Peserta Didik

ltf-acehKabar gembira datang lagi dari Learning TOEFL for Free di Banda Aceh, gerakan yang baru-baru saja munjul di Banda Aceh lewat jejaring sosial ini terlihat sangat antusias untuk segera berbagi ilmu terkait TOEFL.

Dengan kesamaan semangat dan visi, gerakan ini menjadi sebuah komunitas yang disingkat menjadi LTF (Learning TOEFL for Free) Aceh. Kemunculan di Facebook beberapa waktu lalu terus melakukan sejumlah pergerakan, mulai dari perekrutan tim pengajar dan pendaftaran anggota baru bagi mahasiswa-mahasiswi di Aceh.

Kabar baik dari LTF Aceh disampaikan langsung ke @iloveaceh, Minggu (26/1/2014) lewat akun Twitter resminya di @LTFAceh.

Sebagai tahap awal, LTF Aceh membuka pendaftaran mulai sejak 26 Januari hingga 30 Januari mendatang. Rencana belajarnya pun telah disampaikan secara resmi lewat akun Facebook. “Waktu belajar bulan Februari 2014, pertemuan: 1 minggu sekali. Durasi waktu 2 jam/pertemuan. Jumlah kelas yang dibuka: 25 kelas (Perkelas berisi 6 peserta didik) dan tempat belajar di berbagai tempat dan sudut kota Banda Aceh,” jelas terperinci di halaman Facebook.

Nah, bagi yang tertarik untuk menjadi peserta didik di Komunitas LTF Aceh, ditentukan beberapa syarat, diantara pernah mengikuti tes TOEFL (Prediksi/ITP) dan mendapatkan hasil tes (min. skor 300 dan maks. 500) dan juga masih tercatat sebagai mahasiswa aktif (DI, DII, DIII atau S1) dari berbagai jurusan di seluruh PTN/PTS Banda Aceh.

Mau jadi bagian dari Komunitas LTF Aceh, bisa segera daftar disini dan pasti gratis tanpa dipungut biaya.

Gerakan yang diinisasi oleh Ayu Ulya ini sejak sepekan lalu, terbilang sangat potensi dalam mengembang muta pendidikan di Aceh, salah satunya bisa menjadi awalan bagu untuk mencapai pendidikan yang lebih baik dengan berbasis komunitas di Aceh dan tentu salah satu cara mempositifkan Aceh bagi masyarakat. (ed)

Ust. @felixsiauw Sirami Bumi Serambi Mekkah dengan Seminar Inspiratif

Seminar Felix SiauwAcara seminar inspiratif bersama Ustadz Felix Siauw yang digelar di Amel Convention Hall pada Sabtu (25/1/2014), berlangsung dengan lancar.

Seminar yang bertemakan “Konsistensi Syariat Islam di Aceh Pada Era Globalisasi”, mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat, mahasiswa, dan tokoh-tokoh akademisi di kampus.

Felix Siauw tiba di tempat acara pada pukul 9 pagi. Banyak diantara pengunjung yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan paparan dari ustadz yang juga berkarya lewat buku-bukunya, diantaranya berjudul ‘Yaudah Putusin Aja’ dan ‘Yuk Berhijab’.

“Saya baru pertama sekali menginjakkan kaki di Banda Aceh. Tetapi saya sudah pernah ke Aceh tahun 2009, tepatnya di blangkejeren. Itu Aceh juga kan?,” tanya ustadz Felix yang disambut anggukkan “iya” dan gelak tawa singkat dari hadirin.

Ustadz Felix membuka seminarnya dengan menceritakan awal sejarah Agama Islam. Dari sejarah Kenabian, Khilafah, sampai bagaimana eksistensi Agama Islam itu sendiri di masa kini.

Masuk pada sejarah keIslaman di Aceh, ustadz yang juga seorang mualaf itu menuturkan tentang sejarah Aceh.

“Aceh ini daerah benteng keislaman bagi Nusantara. Dulu rakyat Aceh berjuang mengusir penjajah dengan semangat Islam, penjajah itu kebingungan dengan semangat juang rakyat Aceh, hingga Aceh menjadi daerah yang terakhir mampu ditaklukkan dan paling cepat pula keluar dari cengkraman penjajah. itu semua rakyat Aceh jalani dengan semangat keislaman,” ucap ustadz bermata sipit ini.

Lalu lanjut ustadz Felix, pada era globalisasi ancaman-ancaman yang hendak bermaksud menggerogoti Syariat Islam kian gencar terjadi dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Syariat Islam itu ada. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana cara untuk menjaga kerberlangsungan Syariat Islam di Aceh harus terus berlangsung hingga menjadi contoh untuk daerah-derah yang lain. Rakyat Aceh musti menyadari dan paham bahwasanya Syariat Islamlah yang sebenarnya pembawa keberkahan dan kesejateraan bagi rakyat Aceh.

Disamping itu, Ketua BEM FISIP Unsyiah Reza Maulana mengatakan kepada @iloveaceh usai acara, “Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar. Kita berharap para peserta yang baru saja mengikuti acara ini semakin yakin dan bangga untuk terus konsisten dengan Syariat Islam. Kita juga berharap kedepan Aceh terus menjadi contoh untuk daerah-daerah lain yang ingin melaksanakan sistem Syariat Islam terhadap daerahnya”.

Para peserta pun banyak yang merasa senang dengan mengikuti acara seminar bersama ustadz Felix. Salah satunya Muhammad Yasir, mahasiswa Fisip jurusan Sosiologi ini merasa sangat bahagia bisa mengikuti acara ini. “Bangga sekali bisa mengikuti acara yang luar biasa bersama ustadz Felix. Saya semakin banyak dapat ilmu-ilmu tentang sejarah keislaman, dan ilmu-ilmu yang perlu saya terapkan setelah pulang dari acara ini,” tutup yasir.

Di Akhir acara, ustadz yang dulunya beragama Khatolik ini berpesan untuk seluruh perserta seminar. “Penetapan Aceh sebagai daerah Syariat Islam ini haruslah menjadikan seluruh rakyat Aceh berbangga diri. bagi yang hadir mengikuti acara ini saya harap setelah pulang nanti semakin kuat keImanannya, semakin teguh pendiriannya untuk berjalan dalam koridor Syariat Islam,” tutup pemilik akun @felixsiauw. (@alfaaaath/ed)

Ini Dia Ketua Baru Himpunan Mahasiswa Peukan Bada

Teungku Helmi sebagai Ketua Terpilih sedang menyampaikan kata sambutan (IST)Teungku Helmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Peukan Bada (HIMABDA) Kabupaten Aceh Besar untuk periode 2014-2016. Pemilihan ini berdasarkan hasil Musyawarah Besar (Mmubes) yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat setempat, Minggu (19/1/2014) lalu.

Pemilihan Ketua HIMABDA dilakukan setelah pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), dan diikuti puluhan mahasiswa yang berdomisili di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar.

“Sidang yang dipimpin oleh Fahmi, Andra, Vina dan Heri. Saat pencalonan, jumlah kandidat yang diusung peserta mencapai 3 orang, namun, hanya dua calon yang memenuhi kriteria, sedangkan satunya gugur karena tidak memenuhi persyaratan,” kata Suriansyah selaku Ketua Panitia.

“Dari dua calon Ketua, Teungku Helmi Berhasil meraih suara tertinggi hasil pemilihan oleh Peserta musbes. Dan dengan terpilih ketua baru, kita berharap akan bisa membawa perubahan dan bisa melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya yang sudah ditetapkan dalam mubes,” ungkapnya.

Sementara itu ketua terpilih Teungku Helmi dalam sambutannya, mengucapakan banyak terima Kasih kepada semua delegasi yang berasal dari tingkat gampong-gampong di Kecamatan Peukan Bada, untuk sama-sama membangun dan berkarya demi HIMABDA yang jauh lebih baik. “Jika hanya diam atau hanya berbicara tidak akan merubah apa-apa. Yang kita butuhkan adalah semangat mahasiswa sebagai Agent of Change,” tutupnya. (rel)

#fotowarga | Wisata Alternatif Selain Bali

Pulau Banyak, Aceh Singkil
Bagi warga Indonesia yang berada di wilayah barat alias WIB, selain Bali alternatif wisata lainnya yang sangat banyak dilirik wisatawan luar kini ada di Pulau Banyak, Aceh Singkil. Keindahan alam dan pesona pantai yang ada di daerah wisata yang terkenal nama “Banyak Island” ini memang patut menjadi destinasi paling menarik. Foto kiriman rakan @Ibal_Marwan untuk #ATwitLovers.***

Malam Amal #PeduliSinabung Komunitas @Iloveaceh

IMG-20140117-WA004Dalam rangka kepedulian kepada masyarakat yang terkena bencana meletusnya gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Komunitas @iloveaceh menggelar Ngamal (ngamen amal) #PeduliSinabung, Jum’at (17/1/2014) malam.

Kegiatan #PeduliSinabung yang berlangsung di One 4 Chocolatte Lampriet ini menghadirkan open mic untuk siapa saja yang ingin tampil.

“Kami dari komunitas @iloveaceh bekerja sama dengan @StandUpIndoBNA, @OzRadioAceh, dan @one4chocolatte terpanggil untuk menggelar aksi amal ini. tentunya kita berharap lewat bantuan donasi dari semua teman-teman, setidaknya sedikit bisa meringankan beban para korban dari musibah meletusnya gunung Sinabung,” ungkap Danurfan selaku panitia acara.

Ditambahkan Danurfan, kegiatan #PeduliSinabung juga kita laksanakan di dunia maya, lewat akun twitter komunitas @iloveaceh terus kita beritahukan kepada #ATwitLovers, bahwasanya kita sedang menggelar aksi amal #PeduliSinabung. Bagi rakan-rakan #ATwitLovers yang ingin berpartisipasi bisa langsung mentransfer donasinya ke Rek: 0037-01-009963-53-3 a.n. ILA Team Management, dan penggalangan bantuan #PeduliSinabung ini akan di 25 Januari mendatang.

Sementara itu, malam amal yang digelar oleh beberapa komunitas ini sangat amat berbeda. “Kita tahu ini adalah bencana, rasa simpati kita kepada masyarakat Sinabung kita salurkan lewat cara yang kita bisa. Ya inilah yang teman-teman komunitas @StandUpIndoBNA bisa lakukan, lewat melucu kita ingin mengumpulkan donasi bantuan kepada korban Sinabung. Dan kita juga ingin “mengajak” teman-teman komunitas lain untuk lebih peka terhadap aksi kemanusiaan dengan cara yang mereka punya. Artinya, seluruh komunitas di Aceh harus punya jiwa sosial, walaupun dengan cara yang berbeda,” ucap Adhica Perkasa, pengurus dan sekaligus comic di komunitas @StandUpIndoBNA.

Dana yang berhasil dikumpulkan di malam amal #PeduliSinabung sebesar Rp410.700,- dan nantinya akan disatukan dengan donasi dari rekeningn, kemudian akan dihitung keseluruhan sebelum nantinya disalurkan kepada korban bencana erupsi gunung Sinabung. (alf)